Menanti Keputusan Suku Bunga BI, Begini Proyeksi IHSG Pekan Ini

Editor: Khoirudin
Senin, 17 November 2025 | 08:30 WIB
Menanti Keputusan Suku Bunga BI, Begini Proyeksi IHSG Pekan Ini
Ilutrasi IHSG merangkak naik (Foto: Pixabay)

astakom.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi salah satu indikator acuan bagi para pelaku pasar saham domestik, terlebih di tengah sejumlah sentimen yang berasal dari global maupun domestik, seperti keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

Bank sentral Indonesia sendiri dijadwalkan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada pekan ini, yakni pada Rabu, 19 November 2025 mendatang. Selain itu, data pertumbuhan kredit dan M2 Money Supply juga dijadwalkan dirilis pada pekan ini, menjadi indikator penting bagi arah kebijakan moneter dan likuiditas domestik.

“Data-data ini akan menjadi perhatian investor untuk menentukan arah pergerakan sektor perbankan dan konsumsi pada pekan ini,” kata analis Phintraco dalam rilis hariannya, dikutip Senin (17/11/2025).

Adapun proyeksi IHSG secara teknikal, histogram MACD masih positif, namun momentum kenaikannya melambat dan mengindikasikan potensi Death Cross. Sementara itu, indikator Stochastic RSI masih berada di area overbought, yang menunjukkan ruang koreksi masih terbuka . Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang resistance di level 8.450, pivot 8.400, dan support di level 8.300. “Dalam jangka pendek IHSG berpotensi melemah menguji level 8.300–8.325. Namun secara jangka menengah hingga panjang tren bullish masih terjaga,” jelas analis Phintraco.

Phintraco Sekuritas menjelaskan, bahwa sentimen terhadap bursa saham Indonesia juga berasal dari kinerja Bursa Amerika Serikat (AS) yang ditutup mixed pada pekan lalu. Pergerakan fluktuatif terjadi akibat rotasi investor dari saham-saham teknologi yang dinilai telah memiliki valuasi relatif mahal.

“Ekspektasi bahwa The Fed tidak akan menurunkan suku bunga pada pertemuan Desember mendatang semakin menekan pasar,” ujar analis Phintraco.

Sebelumnya, pelaku pasar berharap akan ada tambahan pemangkasan suku bunga tahun ini. Namun situasi diperburuk oleh hilangnya sebagian data ekonomi AS periode Oktober yang tidak akan dirilis akibat penutupan pemerintahan (shutdown), meskipun kini shutdown telah berakhir. Kondisi tersebut menambah ketidakpastian bagi pelaku pasar global.

Namun terdapat angin segar dari sisi perdagangan. AS dan Swiss mencapai kesepakatan dagang pada 14 November. Dalam perjanjian itu, AS akan menurunkan tarif impor produk Swiss dari 39 persen menjadi 15 persen. Sementara Swiss berkomitmen mengucurkan investasi sebesar US$200 miliar hingga akhir 2028.

"Pekan ini, pasar global akan mencermati rilis data ekonomi AS pasca-shutdown, yang akan menjadi penentu arah sentimen risk-on atau risk-off," urai analis Phintraco Sekuritas.

Meskipun berbagai setimen tersebut menekan penguatan IHSG, namun terdapat sejumlah saham yang dapat dicermati oleh investor dalam sepekan ke depan. Diantaranya yakni saham ANTM, MAPI, MAIN, SMDR, DOID.

Bursa Saham Bursa Saham Indonesia Harga Saham IHSG Indeks Harga Saham Gabungan Pasar Modal Phintraco Sekuritas

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB