Kemandirian Energi Nasional di Depan Mata, Airlangga Ungkap Rencana Bikin Avtur dari Sawit

Editor: Khoirudin
Jumat, 14 November 2025 | 10:50 WIB
Kemandirian Energi Nasional di Depan Mata, Airlangga Ungkap Rencana Bikin Avtur dari Sawit
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto beri keterangan ke wartawan usai Ratas. (Foto: BPMI setpres)

astakom.com, Jakarta - Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus menunjukkan konsistensinya dalam mewujudkan kemandirian energi nasional, dengan memanfaatkan sumber daya alam di Tanah Air yang melimpah.

Salah satu upaya konkret pemerintah adalah terkait rencana pembuatan bahan bakar pesawat, yakni avtur berbasis kelapa sawit. Rencana ini sebagaimana diungkapkan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

“Saat ini, kami juga sedang mempersiapkan tahap selanjutnya, yaitu penggunaan Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel/SAF) berbasis kelapa sawit,” ujar Menko Airlangga dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (14/11/2025).

Salah satu contoh yang baik, kata Airlangga, adalah kerja sama yang terjalin antara PT Pindad dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dalam Pengembangan Fasilitas Produksi Industri Pertahanan.

“Inisiatif ini akan memanfaatkan sumber daya lokal, termasuk material berbasis minyak sawit,” jelas Menko Airlangga.

Adapun diketahui, pemerintah saat ini memang tengah menggencarkan hilirisasi di berbagai komoditas unggulan. Salah satunya yang telah berjalan adalah hilirisasi minyak sawit yang diubah menjadi energi bersih melalui program mandatori biodiesel.

Pada 2024, Indonesia telah menerapkan Program B40 yang telah berhasil mengurangi impor bahan bakar fosil lebih dari 15,6 juta kiloliter dan mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 41,46 juta ton setara CO₂.

Untuk memastikan daya saing dan keberlanjutan, Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2025, guna memperkuat sertifikasi Minyak Sawit Berkelanjutan Indonesia (Indonesian Sustainable Palm Oil/ISPO).

Sertifikasi ini menjadi bekal penting yang membuktikan kualitas produk minyak sawit Indonesia sudah sesuai standar lingkungan dan global.

“Kami juga sedang mempersiapkan Sistem Informasi ISPO, yang menghubungkan data perkebunan, sertifikasi, dan perdagangan. Sistem ini juga meningkatkan transparansi dan memungkinkan pelacakan produk secara real-time,” ujar Airlangga.

Lebih lanjut, Airlangga menekankan bahwa minyak sawit tetap menjadi salah satu pilar ekonomi terpenting Indonesia, tercermin dari kontribusi besar minyak sawit terhadap surplus neraca perdagangan Indonesia yang sebesar USD4,34 miliar pada September 2025.

Dari Januari hingga September 2025, volume ekspor minyak sawit Indonesia mencapai 28,66 juta ton. Angka ini meningkat 11,26 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Airlangga mengungkapkan, harga rata-rata minyak sawit mentah dan tandan buah segar saat ini juga tetap terjaga di atas Rp3 ribu per kilogram, sehingga berdampak positif bagi produsen dan jutaan petani kecil.

“Minyak sawit akan terus memainkan peran kunci sebagai sumber pendapatan, energi, inovasi, dan kekuatan nasional. Kita tidak boleh berhenti pada ekspor bahan mentah,” tegasnya.

“Melalui strategi hilirisasi, kita ingin meningkatkan nilai tambah, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, dan memperkuat industri kita,” tandas Airlangga.

Gen Z Takeaway

Pemerintah lagi ngegas kemandirian energi dengan rencana bikin avtur dari sawit lewat SAF, sejalan sama hilirisasi yang udah sukses di B40. Pemerintah juga upgrade standar ISPO biar sawit Indonesia makin diterima global. Ekspor naik, harga sawit stabil, dan sektor ini masih jadi mesin cuan nasional.

Airlangga Hartarto Avtur dari Sawit Biodiesel Kemenko Perekonomian minyak sawit pt pindad

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB