Di Forum COP30 Brasil, Indonesia Tegaskan Komitmen Pengembangan Bahan Bakar Penerbangan Hijau

Editor: Khoirudin
Jumat, 14 November 2025 | 13:30 WIB
Di Forum COP30 Brasil, Indonesia Tegaskan Komitmen Pengembangan Bahan Bakar Penerbangan Hijau
Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno. (Foto: Dok. Pertamina)

astakom.com, Jakarta - Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno menegaskan bahwa Indonesia melalui Pertamina siap menjadi pemimpin regional dalam pengembangan bahan bakar penerbangan yang ramah lingkungan (sustainable aviation fuel).

Hal tersebut disampaikan Eddy dalam sesi talkshow yang mengangkat tema "Accelerating Sustainable Fuel, Focusing on Used Cooking Oil and Its Potential to Be Sustainable Aviation Fuel (SAF)" di Pavilion Indonesia COP30 Belem, Brasil.

Menurut Eddy, Indonesia memandang pengembangan SAF bukan sekadar upaya untuk menurunkan emisi, melainkan sebagai investasi strategis dalam meningkatkan daya saing industri, ketahanan energi, dan ketangguhan ekonomi nasional.

“Inisiatif ini sepenuhnya sejalan dengan agenda besar Indonesia untuk mencapai net zero emission pada tahun 2060 atau lebih cepat, seiring tetap menjaga pertumbuhan ekonomi dan memperkuat rantai nilai nasional,” ujar Eddy dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (14/11/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Eddy mengungkapkan langkah Pertamina sebagai perusahaan milik negara yang telah menghadirkan peluang ekonomi besar, yaitu transformasi minyak jelantah (used cooking oil/UCO) menjadi bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau yang lebih dikenal dengan SAF.

Eddy Soeparno menilai, Indonesia memiliki kekayaan sumber bahan baku yang melimpah. Dengan mengoptimalkan sistem yang terintegrasi, Indonesia dapat memobilisasi hingga 715 kiloton minyak jelantah per tahun.

Namun saat ini, hanya sekitar 20 hingga 30 persen minyak jelantah yang berhasil dikumpulkan dan dimanfaatkan. Sementara sisanya terbuang sia-sia, atau tidak dimanfaatkan.

“Misi lembaga kami (MPR) jelas, memastikan visi Indonesia terhadap SAF bukan sekadar inisiatif percontohan, melainkan komitmen nasional yang memberdayakan Pertamina untuk menjadi pemimpin regional dalam bahan bakar penerbangan berkelanjutan, mendorong daya saing ekonomi sekaligus kepemimpinan lingkungan,” jelas Eddy.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Odo R.M. Manuhutu mengungkapkan, SAF berbasis jelantah ini kian memperkuat strategi pemerintah dalam upaya dekarbonisasi sektor transportasi.

“Sektor transportasi menjadi tiga besar penyumbang emisi karbon,” ungkapnya.

Odo mengungkapkan pemerintah tengah menyusun peta jalan dan pengembangan SAF yang dikhususkan untuk transportasi udara, dimana implementasi SAF 1 persen untuk maskapai akan berjalan di tahun 2027 mendatang.

Odo mengapresiasi SAF berbasis jelantah, sehingga tidak terkendala dalam hal pasokan maupun jejak karbon. Oleh karena itu, Odo menjelaskan, ke depan pemerintah terus berupaya melibatkan banyak pihak untuk memperluas penggunaan SAF.

“Termasuk menyiapkan skema pendanaan untuk penelitian pengembangan, sekitar 1 persen dari pendapatan transportasi maupun sektor energi,” jelasnya.

Avtur dari Sawit COP30 Eddy Soeparno Energi Baru Terbarukan Energi bersih Minyak Jelantah MPR RI Pertamina SAF

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB