Dorong Daya Saing Ekonomi, Pemerintah Siapkan Perpres Penguatan Logistik Nasional

Editor: Khoirudin
Kamis, 13 November 2025 | 08:00 WIB
Dorong Daya Saing Ekonomi, Pemerintah Siapkan Perpres Penguatan Logistik Nasional
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: Kemenko Ekon)

astakom.com, Jakarta - Pemerintah tengah menyiapkan Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Penguatan Logistik Nasional sebagai strategi besar membangun sistem logistik Indonesia yang efisien, terintegrasi, dan berdaya saing global.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat hadir secara virtual dalam acara Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Convex 2025 di Tangerang, Banten, pada Rabu (12/11/2025).

“Strategi Penguatan Logistik Nasional tersebut dirancang secara komprehensif, mencakup tiga strategi, yaitu pengembangan konektivitas infrastruktur, digitalisasi dan integrasi layanan, serta peningkatan kapasitas SDM dan penyedia jasa logistik. Strategi ini dituangkan dalam berbagai program lintas kementerian/lembaga,” ujarnya, dikutip astakom.com, Kamis (13/11/2025).

Airlangga menyebut, strategi ini disusun secara menyeluruh dan menjadi prioritas lintas kementerian. Ia menegaskan, penguatan sektor logistik adalah kunci menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekonomi Indonesia tumbuh 5,04 persen (yoy) pada triwulan III 2025, dengan sektor transportasi dan pergudangan menorehkan pertumbuhan tertinggi sebesar 8,62 persen.

“Supply Chain Indonesia memproyeksikan bahwa hingga akhir 2025, sektor transportasi dan pergudangan akan menyumbang sekitar Rp1.500 triliun terhadap PDB Nasional. Angka ini naik menjadi sekitar 9 persen, dari sebelumnya 8,69 persen pada tahun 2024,” kata Airlangga.

Namun, ia mengakui tantangan besar masih membayangi sektor logistik nasional. Pada 2022, biaya logistik Indonesia mencapai 14,29 persen dari total PDB.

Sementara di tingkat internasional, menurut Logistics Performance Index (LPI) Bank Dunia 2023, Indonesia menempati peringkat ke-63 dari 139 negara. Kondisi ini dinilai berdampak pada tingginya biaya ekspor dan melemahkan daya saing di pasar global.

“Efektivitas dan efisiensi dalam sektor logistik merupakan tantangan krusial bagi pembangunan ekonomi nasional,” tegasnya.

Karena itu, Airlangga mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik dari sektor swasta, akademisi, hingga mitra global, untuk bersama-sama menjalin kolaborasi dalam mempercepat transformasi logistik nasional.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik balik. Dengan semangat gotong royong dan inovasi, kita wujudkan logistik nasional yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi, memperkuat ekspor, dan membuka akses yang lebih luas,” pungkasnya.

Gen Z Takeaway

Pemerintah lagi siapin Perpres Penguatan Logistik Nasional biar sistem logistik RI makin efisien, digital, dan kompetitif. Airlangga Hartarto bilang, ini strategi lintas kementerian buat dorong ekonomi yang tumbuh 5,04 persen di kuartal III 2025.

Airlangga Hartarto Ekonomi Indonesia Kemenko Perekonomian Logistik Perpres Penguatan Logistik Nasional Pertumbuhan Ekonomi

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB