Kongres AS Pertanyakan Keabsahan Status Warganegara Walikota Muslim Terpilih New York Zohran Mamdani, Hingga Trump Sebut Komunis

Editor: Alfian Tegar
Selasa, 11 November 2025 | 14:21 WIB
Kongres AS Pertanyakan Keabsahan Status Warganegara Walikota Muslim Terpilih New York Zohran Mamdani, Hingga Trump Sebut Komunis
Walikota New York City Terpilih Zohran Mamdani Mendapat Ancaman Deportasi dari AS karena Terduga Komunis (Dok. Zohran for NYC)

astakom.com, Jakarta - Sebelumnya, Zohran Mamdani memenangkan pemilu dan menjadi wali kota New York City. Kemenangan Zohran Kwame Mamdani sebagai wali kota Muslim pertama New York City menjadi momen bersejarah dalam dunia politik Amerika Serikat.

Dilansir dari redaksi astakom.com, Mamdani pernah mengatakan bahwa dirinya merupakan seorang sosialis demokratik.

Kabar terbaru melaporkan Mamdani kini menghadapi ancaman politik ekstrem. Tokoh-tokoh kunci dari Partai Republik di Washington, termasuk sekutu dekat Donald Trump, melancarkan serangan hukum yang tak lazim untuk mencabut status kewarganegaraan AS Mamdani dan mendeportasinya.

Upaya yang disebut denaturalisasi ini berfokus pada penyelidikan proses naturalisasi Mamdani pada tahun 2018, dengan tuduhan ia menyembunyikan afiliasi ideologisnya.

Serangan ini dengan cepat mengubah kemenangan politik lokal menjadi pertempuran hukum dan ideologis di tingkat nasional, yang menguji seberapa jauh kekuasaan politik dapat digunakan untuk menargetkan warga negara naturalisasi di Amerika Serikat.

Peperangan Ideologis dari Kedua Partai

Proses yang bertujuan mencabut kewarganegaraan Mamdani ini mulai intensif tak lama setelah ia memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat pada pertengahan 2025.

Pemicunya adalah ideologi politik progresif ekstrem Mamdani dan dukungannya yang vokal terhadap isu-isu yang dianggap radikal oleh kubu konservatif.

Serangan ini dipimpin oleh anggota Kongres Partai Republik, Andy Ogles dari Tennessee dan Randy Fine dari Florida.

Mereka secara resmi mengirimkan surat kepada Departemen Kehakiman (DOJ) AS, menuntut penyelidikan segera terhadap proses naturalisasi kewarganegaraan Mamdani, menuduhnya berbohong dalam aplikasi kewarganegaraannya.

Upaya ini sejatinya memperkuat ucapan Presiden Donald Trump yang sempat menjulukinya sebagai "komunis murni" pada Juli lalu. Trump mengancam akan menahan dana federal untuk New York jika Mamdani tidak 'bertingkah baik'

Ancaman Pengusiran dan Pencabutan Kewarganegaraan

Basis utama tuntutan pengusiran ini adalah dugaan bahwa Mamdani, yang dinaturalisasi menjadi warga negara AS pada tahun 2018 setelah lahir di Uganda, dianggap memperoleh kewarganegaraan secara tidak sah. Anggota Kongres Andy Ogles secara resmi meminta Departemen Kehakiman AS untuk menyelidiki proses naturalisasi Mamdani.

"Kami telah mengirimkan surat kepada Departemen Kehakiman (DOJ) yang meminta penyelidikan terhadap Zohran Mamdani atas potensi memperoleh kewarganegaraan AS melalui salah pernyataan yang disengaja atau penyembunyian dukungan material untuk terorisme," kata Ogles.

"Sebuah kota besar di Amerika berada di ambang kehancuran karena dipimpin oleh seorang komunis yang secara terbuka menganut ideologi teroris."

Selain itu, pihak Republik melabeli Mamdani sebagai sosok "komunis murni" karena keterlibatannya dalam organisasi Democratic Socialists of America (DSA). Organisasi ini sempat dicap politisi sayap kanan sebagai organisasi komunis, namun tidak secara resmi.

Diketahui, Mamdani dan kampanyenya berfokus pada visi kebijakan yang radikal, termasuk redistribusi kekayaan dan perluasan layanan publik secara besar-besaran, yang didanai melalui kenaikan pajak yang signifikan bagi perusahaan dan orang kaya.(aLf/aSP)

Gen Z Takeaway

Kemenangan Zohran Mamdani sebagai wali kota Muslim pertama New York City kini berubah jadi kontroversi nasional. Gara-gara ideologi sosialisnya, ia diserang Partai Republik yang menuduhnya komunis dan ingin mencabut kewarganegaraannya. Hal itu menunjukkan betapa tajamnya pertarungan ideologi dan kekuasaan di politik Amerika hari ini.

Amerika Serikat Kewarganegaraan AS Kongres Amerika Serikat New York Senat Amerika Zohran Mamdani Zohran Mamdani Diancam Deportasi

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB