Gerebek Jaringan Narkoba Kampung Bahari dan Kampung Ambon, BNN: Sesuai dengan Mandat Presiden Prabowo!

Editor: Alfian Tegar
Sabtu, 8 November 2025 | 17:42 WIB
Gerebek Jaringan Narkoba Kampung Bahari dan Kampung Ambon, BNN: Sesuai dengan Mandat Presiden Prabowo!
Barang bukti hasil penggerebekan Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melalui operasi gabungan di salah satu sarang peredaran narkotika yang digelar, di Kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (7/11). Dari hasil penelusuran, Tim Gabungan berhasil menemukan 89.159,42 gram sabu, 91,53 gram ganja, 159 butir ekstasi, uang tunai Rp 1.468.253.000 (satu miliar empat ratus enam puluh delapan juta dua ratus lima puluh tiga ribu rupiah), dan uang palsu Rp 5.500.000 (lima juta lima ratus ribu rupiah). (Instagram@info_jakartatimur0

astakom.com, Jakarta - Belum lama ini, Presiden RI Prabowo Subianto bersama Kapolri dan jajaran aparat terkait melakukan giat pemusnahan 214 ton barang terlarang Narkoba hasil tangkapan sepanjang Tahun 2025.

Dalam giat penghancuran Narkoba hasil tangkapan Polri tersebut mencakup 186,7 ton ganja, 9,2 ton sabu, 1,9 ton tembakau gorila, 2,1 juta butir ekstasi, 13,1 juta butir obat keras, 27,9 kilogram ketamin, 34,5 kilogram kokain, 6,8 kilogram heroin, 5,5 kilogram THC, 18 liter etomidate, 132,9 kilogram hashish, 1,4 juta butir happy five, serta 39,7 kilogram happy water.

BNN On Action!

Seperti mendapat dukungan dari orang No.1 di Republik Indonesia, Badan Narkotika Nasional (BNN) langsung tancap gas dengan melakukan penertiban pada lokasi- lokasi yang selama ini di sinyalir sebagai tempat jaringan peredaran Narkoba.

Dari pantauan Redaksi astakom.com, dalam dua hari terakhir ini, ada dua lokasi yang dianggap sebagai wilayah darutat narkoba di Jakarta yang digerebek BNN RI.

Kampung Bahari dan Kampung Ambon

Jaringan Narkoba Kampung Bahari di Jakarta Utara yang digerebek pada Rabu (5/11/2025).

Sehari kemudian, BNN bersama Bareskrim dan Polda Metro Jaya menggerebek Kampung Ambon di Cengkareng, Jakarta Barat.

Dari dua lokasi itu, puluhan orang yang diduga bagian dari jaringan narkoba diamankan serta sejumlah barang bukti narkoba.

Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN RI, Brigjen Roy Hadi Siahaan, mengatakan operasi ini merupakan tindak lanjut dari Kepala BNN dan Bareskrim Polri untuk menindak tegas wilayah rawan narkoba.

“Kepala BNN RI dan Kepala Bareskrim sangat concern terkait dengan beberapa titik daerah rawan yang kita sinyalir sebagai kampung narkoba," ujar Roy kepada wartawan usai penggerebekan di Kampung Ambon.

Gudang Narkoba di Kampung Bahari

Dalam operasi gabungan itu, petugas gabungan menangkap 18 orang dan menyita berbagai jenis narkotika serta barang-barang milik para tersangka.

Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan, mengatakan operasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan kawasan rawan narkotika.

Saat melakukan operasi penggerebekan, Roy mengaku, petugas sempat menghadapi berbagai perlawanan dari kelompok jaringan peredaran narkoba itu. Mereka melawan dengan busur panah, melempar batu, sampai dengan menembakkan senjata tajam.

“Sempat terjadi perlawanan dengan busur panah, lemparan batu, kembang api dan senjata tajam oleh kelompok jaringan narkoba tersebut. Namun, masih dapat dipukul mundur dan dikendalikan oleh tim di lapangan,” kata Roy dalam keterangan resminya, dikutip Tirto Rabu (5/11/2025).

Dari hasil penggerebekan, petugas menangkap 18 tersangka, terdiri atas satu orang berinisial M. Kemudian FE yang ditangkap di sekitar rel, dan 17 orang lainnya yang diamankan di sebuah rumah kos berwarna oranye.

Adapun 17 orang tersangka itu berinisial SUPA, FIK, DE, DAR, M. SUH, SAR, RUD, RAM, BAR, RAF, AN, RAN, AN, LING, AM, RA, dan NUR.

Penggerebekan di Kampung Ambon

Penggerebekan ini dilakukan sehari setelah BNN menggerebek sarang narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (5/11).

“Kita lakukan operasi terhadap beberapa titik dan kita dapatkan sejumlah barang bukti, termasuk juga indikasi keterlibatan beberapa jaringan yang ada di wilayah Kampung Ambon," kata Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Brigjen Roy Hardi Siahaan kepada wartawan pada Kamis (6/11/2025).

Roy menyebut pihaknya turut menangkap puluhan orang dalam penggerebekan tersebut dan saat ini sedang diperiksa secara intensif. Namun, untuk bandar besar yang menjadi target masih belum berhasil diringkus.

"Hari ini kami berupaya mendapatkan tersangka utama, tapi belum tertangkap. Kami tetap serius untuk mencarinya," ujarnya.

Dalam penggerebekan itu, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya, narkoba jenis sabu dan ganja, buku rekening hingga catatan terkait transaksi narkoba.

"(Untuk jumlahnya) belum kami hitung, tapi saya lihat ada beberapa barang bukti di beberapa titik. (Selain itu juga disita) diduga senjata api, mungkin jenis shotgun," katanya.

Sejalan dengan Mandat Presiden

Koordinator Komrad Pancasila, Antony Yuda menilai langkah BNN di bawah kepemimpinan baru Komjen  Suyudi Ario Seto sejalan dengan mandat Presiden Prabowo Subianto untuk memerangi narkoba secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Ini bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba, sekaligus implementasi langsung arahan Presiden Prabowo untuk memberantas narkotika sampai ke akar dengan penindakan tegas terhadap jaringan dan pendekatan rehabilitasi bagi penyalahgunanya," kata Antony, Jumat (7/11/2025).

Menurut Antony, keberhasilan operasi ini tidak lepas dari penguatan kelembagaan dan kepemimpinan BNN yang baru, serta sinergi antaraparat  sebagaimana ditekankan Presiden.

"Karena itu, kami mendorong konsistensi operasi berkala, penutupan celah distribusi, dan penindakan keuangan terhadap hasil kejahatan agar rantai suplai benar-benar terputus," ujarnya.

Lebih lanjut, Komrad Pancasila mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan, memperkuat edukasi anti-narkoba di lingkungan sekolah dan keluarga, serta mendukung program rehabilitasi yang bermutu agar penyintas penyalahgunaan dapat kembali produktif.

"Sikap tegas negara harus beriringan dengan pendekatan humanis untuk kunci kemenangan melawan narkoba," paparnya.(aLf/aSP)

Gen Z Takeaway

BNN lagi tancap gas memberantas narkoba dengan dua penggerebekan besar di Kampung Bahari dan Kampung Ambon, Jakarta, yang berhasil amankan puluhan tersangka dan barang bukti. Meski sempat ada perlawanan sengit, operasi ini jadi bukti nyata komitmen negara di bawah arahan Presiden Prabowo buat perangi narkoba sampai ke akar. Langkah tegas ini bukan cuma soal penindakan, tapi juga bagian dari misi besar melindungi generasi muda lewat pendekatan yang tegas sekaligus humanis.

Anti Narkoba Badan Narkotika Nasional Barang Bukti Narkoba BNN Narkoba Penggerebekan Kampung Ambon Penggerebekan Kampung Bahari Peredaran Narkotika

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB