Menperin: Pelanggaran Ekspor 1.802 Ton Produk CPO Bisa Hambat Hilirisasi Industri Kelapa Sawit
astakom.com, Jakarta - Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian (Menperin), tegas menyebutkan bahwa pemerintah tidak akan mentoleransi praktik kecurangan dalam kegiatan ekspor, khususnya terhadap produk turunan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).
Pernyataan ini disampaikan dalam menanggapi pengungkapan dugaan pelanggaran ekspor 1.802 ton produk turunan CPO yang dikemas sebagai komoditas fatty matter.
Fatty matter adalah istilah materi lemak atau asam lemak, terutama yang dihasilkan sebagai produk samping dari proses industri seperti pembuatan sabun dan biodiesel.
Ilegal Ekspor Hambat Upaya Hilirisasi
Menurut Agus, tindakan ekspor ilegal tersebut tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga merugikan upaya hilirisasi industri kelapa sawit dalam negeri.
"Karena hilangnya potensi untuk kita bisa mendapatkan nilai tambah, dan tentu mengganggu jaminan pasokan bahan baku bagi industri pengolahan dalam negeri," kata Agus kemarin dalam jumpa pers di Buffer Area MTI NPCT 1 Jalan Terminal Kalibaru Raya, Cilincing, Jakarta Utara.
Menurutnya, aturan klasifikasi komoditas turunan kelapa sawit seharusnya dapat menjadikan pedoman dalam penyusunan kebijakan fiskal.
Termasuk untuk pengawasan ekspor atas komoditas olahan kelapa sawit oleh kementerian dan lembaga terkait.
Zero Toleransi untuk Praktik Curang
Oleh karena itu, Agus berpesan kepada para pelaku usaha agar tak bermain curang pada kegiatan ekspor komoditas olahan kelapa sawit. Dia memastikan tak mentoleransi praktik kecurangan ekspor dalam bentuk apapun.
"Saya ingin berikan pesan, khususnya kepada para pelaku usaha bahwa pemerintah tidak akan kompromi terhadap segala bentuk kecurangan termasuk segala bentuk-bentuk kecurangan dalam kegiatan-kegiatan ekspor," tegas Agus.
Jalankan arahan Presiden
Sebagai pembina pelaku industri, Agus mengatakan pemerintah ingin sektor industri komoditas kelapa sawit dan turunannya ini bisa menjadi industri yang berkeadilan dan juga akuntabel.
"Kami melaksanakan apa yang menjadi perintah dari Bapak Presiden, yaitu kita mengupayakan sedemikian rupa, agar terjadi perbaikan dari ICOR (Incremental Capital Output Ratio)," tutur Agus.
"Inilah salah satu upaya yang jelas, konkret dalam rangka kita menambah pemasukan negara melalui pajak dan pada gilirannya akan memperkuat perekonomian nasional," jelasnya.(aLf/aRSp)
Gen Z Takeaway
Menperin Agus Gumiwang kasih sinyal tegas: pemerintah nggak bakal kasih ruang buat praktik curang di ekspor produk turunan sawit. Kasus dugaan penyelundupan 1.802 ton fatty matter ini bukan cuma soal pelanggaran aturan, tapi juga ngancam upaya hilirisasi dan potensi nilai tambah industri dalam negeri.
Pemerintah lagi dorong industri sawit yang berkeadilan, transparan, dan bisa jadi motor penggerak ekonomi nasional. Intinya, era “akal-akalan ekspor” udah lewat, sekarang waktunya main fair dan kontribusi nyata buat negara.











