Prabowo Kenang Disiplin Pelatih Judo Korea Selatan Saat Bertugas di Kopassus
Astakom.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyoroti keteguhan dan etos kerja masyarakat Korea Selatan yang dinilainya berhasil membawa negara itu bangkit dari kehancuran perang menuju industri modern. Pujian itu ia sampaikan ketika meresmikan pabrik LOTTE Chemical Indonesia (LCI) di Cilegon, Banten, Kamis (6/11).
Prabowo menjelaskan bahwa rasa hormatnya terhadap Korea Selatan tidak hanya muncul dari perkembangan negara tersebut, tetapi juga dari pengalaman pribadinya selama bertugas di Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Kala itu, ia bekerja bersama sejumlah pelatih asal Korea yang dikenal tegas dan sangat disiplin.
Ia menceritakan kembali sosok seorang pelatih judo Korea yang membina timnya dengan standar latihan yang ketat. Menurut Prabowo, pelatih tersebut tak pernah memberikan kelonggaran, termasuk ketika latihan bertepatan dengan hari besar keagamaan. Pelatih itu tetap mengizinkan ibadah, namun menegaskan latihan tetap wajib dilakukan setelahnya.
Dari pengalaman itu, Prabowo mendapatkan pelajaran penting bahwa keberhasilan hanya lahir dari konsistensi. Pelatih tersebut kerap menegaskan bahwa tidak ada jalan pintas selain latihan terus-menerus.
Prabowo menilai disiplin seperti itulah yang membuat Korea Selatan tumbuh menjadi bangsa yang kokoh dan mampu bertahan dalam berbagai situasi, termasuk dalam kerja sama internasional. Ia juga menyinggung pemimpin Korea Selatan pada era industrialisasi, Park Chung-hee, yang menurutnya dikenal sebagai tokoh yang bersih dan berkomitmen pada kemajuan negara.
Prabowo menyatakan keinginannya untuk menegakkan pemerintahan yang bebas korupsi dan menempatkan integritas sebagai fondasi utama kepemimpinan nasional.
Gen Z TakeawayPrabowo basically bilang kalau Korea Selatan bisa maju karena warganya disiplin banget—bahkan pelatih judo yang pernah melatih timnya di Kopassus tetap ngegas latihan meski pas hari besar. Dari situ, Prabowo belajar kalau jadi juara tuh rumusnya cuma satu: latihan nonstop. Ia juga nge-highlight pemimpin Korsel yang antikorupsi, dan bilang pengen bawa vibe kepemimpinan bersih itu ke pemerintahannya. Intinya: kerja keras, disiplin, jangan kasih kendor.











