Sektor Manufaktur RI Ngebut di Akhir 2025, Sinyal Ekonomi Makin Kuat

Editor: Khoirudin
Rabu, 5 November 2025 | 10:28 WIB
Sektor Manufaktur RI Ngebut di Akhir 2025, Sinyal Ekonomi Makin Kuat
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto. (Foto: Kemenko Ekon)

astakom.com, Jakarta – Kinerja sektor manufaktur Indonesia terus menunjukkan sinyal positif menjelang akhir tahun 2025. Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Oktober 2025 tercatat naik dari level 50,4 ke level 51,2.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto menilai kondisi tersebut mencerminkan pemulihan sektor manufaktur yang semakin solid di tengah dinamika ekonomi global yang tidak menentu.

Pasalnya, angka di atas 50 menandakan ekspansi aktivitas manufaktur, dan capaian ini menjadi bukti bahwa industri pengolahan nasional berhasil memperpanjang momentum ekspansi selama tiga bulan berturut-turut sejak Agustus.

“Tren ekspansi manufaktur yang konsisten menjadi sinyal bahwa perekonomian nasional berada pada jalur pertumbuhan yang semakin kuat,” ujar Haryo dalam keterangannya, dikutip astakom.com, Rabu (5/11/2025).

Haryo menyampaikan, peningkatan PMI manufaktur didorong oleh penguatan permintaan domestik yang stabil dalam beberapa bulan terakhir.

Kebijakan stimulus fiskal serta belanja pemerintah yang berorientasi pada produk dalam negeri, kata dia, turut menopang pesanan baru.

Di sisi lain, kondisi pasar tenaga kerja juga menunjukkan perbaikan, seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja baru untuk mendukung kapasitas produksi.

Meskipun tren ekspansi terjaga, pemerintah tetap mewaspadai sejumlah tantangan, termasuk kenaikan harga bahan baku yang berpotensi menekan biaya produksi.

Namun, sebagian besar pelaku industri dikabarkan mampu beradaptasi melalui efisiensi, peningkatan investasi, dan penyesuaian harga yang terukur.

Dari sisi makroekonomi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi nasional sebesar 2,86% (yoy) pada Oktober 2025 dengan inflasi bulanan 0,28 persen (mtm).

Angka ini menunjukkan bahwa inflasi masih terkendali di dalam target pemerintah, memberi ruang bagi kebijakan fiskal dan moneter untuk terus mendukung pertumbuhan sektor riil.

Dengan tren ekspansi yang berlanjut, sektor manufaktur diprediksi akan tetap menjadi pilar utama perekonomian nasional pada kuartal IV-2025.

Stabilitas harga, peningkatan permintaan domestik, dan dukungan kebijakan pemerintah menjadi kombinasi penting dalam menjaga ketahanan dan daya saing industri nasional.

“Ke depan, kami percaya peningkatan permintaan domestik dan kestabilan harga akan menjadi fondasi berharga untuk mempertahankan momentum pertumbuhan,” tandas Haryo.

Gen Z Takeaway

Sektor manufaktur Indonesia lagi on fire nih! Di Oktober 2025, indeks PMI naik ke 51,2 yang artinya industri kita lagi ekspansi alias tumbuh, bukan stuck. Permintaan dalam negeri makin kenceng, lapangan kerja mulai nambah, dan inflasi masih aman di bawah kontrol pemerintah.

Walau harga bahan baku naik jadi tantangan, pelaku industri tetap bisa adaptif dan efisien. So, vibe-nya positif banget buat ekonomi RI jelang akhir tahun — growth-nya bukan cuma janji, tapi real!

Ekonomi Indonesia Haryo Limanseto Kemenko Perekonomian Manufaktur Pertumbuhan Ekonomi

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB