Budi Arie Eks Ketua Projo Kesengsem Masuk Partai Politik, Bagaimana Respon Partai Gerindra ?
astakom.com, Jakarta - Belum lama ini Ormas Pro Jokowi (Projo) baru saja selesai melaksakan Kongres ke-3. Ormas yang dulunya didirikan dalam rangka memperkuat dukungan Presiden ke-7 Joko Widodo itu mengumumkan keputusan bergabung dengan Partai Gerindra. Ketua Umum Projo, mengaku bahwa ia akan bergabung dengan Partai Gerindra.
"Saya mungkin satu-satunya orang yang diminta langsung Presiden (masuk partai)" ungkap Ketum Projo itu, disampaikan pada Kongres III Projo di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (1/11/2025) dan Minggu (2/11/2025).
Minta Relawan Projo Memahami Keputusanya
Budi Arie juga meminta relawan untuk memahami kondisi ini. Sebab, ia mengaku mendapat perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
"Jadi mohon izin jika suatu saat saya berpartai, teman-teman Projo bisa memahaminya. Nggak usah ditanya lagi partainya apa. Karena apa? Saya mungkin satu-satunya orang yang diminta oleh Presiden langsung di sebuah forum," ujar Budi Arie.
Selain itu, Budi Arie juga mengatakan ingin mendukung program pro rakyat yang diusung Presiden Prabowo.
"Pak Jokowi dengan program kerakyatannya dan Pak Prabowo dengan pikiran dan hati yang nyata-nyata jelas-jelas berpihak kepada kepentingan rakyat. Dan itu sesuai dan senapas dengan semangat jati diri dan karakter Projo sebagai organisasi relawan," jelas Budi Arie.
Budi Arie Telah Memenuhi Syarat Gabung Partai
Di kesempatan terpisah, Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, bahwa Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi telah memenuhi syarat untuk bergabung dengan partainya (Gerindra).
Sejumlah syarat yang disampaikan Muzani adalah berstatus warga negara Indonesia (WNI), serta sudah berusia 17 tahun ke atas.
"Pada prinsipnya Partai Gerindra itu partai terbuka. Partai yang menerima keanggotaan dari mana saja. Yang penting satu, sudah berumur 17 tahun ke atas, atau sudah menikah. Yang kedua dia WNI," ujar Muzani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (4/11/2025).
"Memenuhi dia syarat itu, saya kira kami bisa menerima siapa saja, dari mana saja, apalagi seorang Budi Arie yang saya kira kita semua sudah tahu semua," sambungnya.
Kendati sudah memenuhi syarat, Muzani mengaku belum bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto untuk membahas pernyataan Budi Arie tersebut.
"Belum. Saya belum ketemu Presiden sejak ada berita ini," singkat Muzani menambahkan.(aLf/ aRSp)
Gen Z Takeaway
Langkah Budi Arie Setiadi yang siap bergabung dengan Partai Gerindra jadi sinyal politik baru di era kepemimpinan Prabowo. Sebagai Ketua Umum Projo, keputusan ini bukan tanpa alasan, ia mengaku langsung diminta oleh Presiden sendiri dan ingin terus dorong program yang pro rakyat.
Di sisi lain, Gerindra lewat Ahmad Muzani juga buka pintu lebar, menegaskan partai ini inklusif bagi siapa pun yang sejalan dengan visi perjuangan. Intinya, langkah Budi Arie bukan sekadar pindah haluan, tapi bentuk konsolidasi politik yang makin merapat ke poros kekuasaan.











