Suara Para Fresh Graduate: “Program Magang Nasional Prabowo Jadi Batu Loncatan Nyata untuk Karier Kami”
Astakom.com, Jakarta — Gelombang semangat baru tampak dari wajah-wajah para fresh graduate yang kini menapaki dunia kerja lewat Program Magang Nasional 2025, inisiatif Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka Paket Stimulus Ekonomi Nasional. Program ini bukan sekadar kesempatan magang, tapi menjadi kisah nyata perubahan hidup bagi banyak anak muda yang baru lulus kuliah.
Salah satunya adalah Muhammad Rafli, pemuda asal Lhokseumawe, Aceh, yang kini magang di Direktorat Teknik PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Lulusan Politeknik Negeri Lhokseumawe ini mengaku tak menyangka bisa langsung terjun ke dunia profesional di perusahaan penerbangan nasional terbesar.
“Saya bangga karena baru lulus sudah langsung dapat program seperti ini. Terima kasih kepada Pak Presiden Prabowo, saya bisa datang ke kota besar ini untuk meng-upgrade diri saya,” ujar Rafli dengan mata berbinar.
Baginya, magang di bagian IT Business Alignment bukan hanya memperluas wawasan, tapi juga mempertemukan ilmu kuliah dengan praktik kerja nyata. “Saya banyak belajar soal penerapan teknologi informasi dalam bisnis. Sebagai anak Aceh yang bisa sampai di sini, rasanya luar biasa,” tuturnya haru.
Tak jauh berbeda, Sunshine Kenny Frits Lintang, lulusan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, juga menilai program ini sebagai “angin segar” bagi para pencari kerja muda. Kini ditempatkan di unit Risk Management Garuda Indonesia, Kenny mengaku program ini hadir di saat yang tepat.
“Mencari pekerjaan sekarang cukup sulit. Dengan adanya program ini, saya merasa sangat terbantu. Ini bukan cuma soal gaji UMK, tapi pengalaman dan pembelajaran profesional yang berharga banget,” ujarnya.
Menurut Kenny, proses pendaftaran program cukup mudah diakses, meski sempat terkendala karena server padat akibat tingginya minat peserta. Namun, semua terbayar ketika akhirnya ia dinyatakan lolos. “Program ini benar-benar membantu kami yang baru lulus dan butuh batu loncatan untuk mulai karier,” tambahnya optimistis.
Sementara itu, Catherine Sibarani (22), lulusan Universitas Sebelas Maret (UNS), merasa bangga bisa menjadi bagian dari keluarga besar Garuda Indonesia lewat program ini. Ditempatkan di Unit Treasury Management Intern, Catherine menyebut penempatannya sangat sesuai dengan latar belakang pendidikannya di bidang manajemen.
“Program ini bukan sekadar pelatihan, tapi jembatan harapan bagi kami, generasi muda. Terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah menyediakan peluang nyata bagi kami untuk meniti karier,” ungkapnya.
Catherine mengakui, proses seleksi sempat menantang karena jadwal yang berubah-ubah. Namun, ia tetap bersyukur karena kesempatan yang diberikan sebanding dengan usaha yang dijalani. “Saya beruntung sekali bisa berada di sini, di bidang yang saya cintai. Ini jadi awal perjalanan karier yang luar biasa,” ujarnya.
Program Magang Nasional 2025 sendiri menargetkan 100.000 peserta dari lulusan S1 dan D3 di seluruh Indonesia, dengan penempatan di instansi pemerintah, BUMN, hingga sektor swasta. Setiap peserta menerima uang saku setara UMK, jaminan sosial ketenagakerjaan (JKK/JKM), dan sertifikat resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan sebagai bukti pengalaman kerja profesional.
Bagi para peserta seperti Rafli, Kenny, dan Catherine, program ini bukan sekadar kebijakan ekonomi—tetapi investasi pada masa depan generasi muda.
“Kalau program seperti ini terus berlanjut, makin banyak anak muda yang bisa belajar dan berani bermimpi besar,” ujar Kenny menutup dengan senyum optimistis.











