Politisi dan Eks Wakapolri Soroti Rencana Reformasi Polri, Setneg: Tinggal di Umumkan Saja

Editor: Alfian Tegar
Senin, 3 November 2025 | 22:16 WIB
Politisi dan Eks Wakapolri Soroti Rencana Reformasi Polri, Setneg: Tinggal di Umumkan Saja

astakom.com, Jakarta -Reformasi Polri Kembali jadi bahasan masyarakat dari berbagai pihak. Banyak yang memberikan saran dan tanggapan mengenai rencana upaya berjalannya reformasi Polri. Bahkan ada yang kembali mempertanyakan kelanjutan mengenai pembentukan Komite Reformasi Polri.

Ketua Majelis Pertimbangan Pusat PKS, Mulyanto, mempertanyakan terkait kelanjutan pembentukan Komite Reformasi Polri.

Karena, proses pembentukan komite ini cenderung jalan di tempat sebab sudah dua bulan sejak diumumkan awal September lalu belum juga terbentuk.

“Meski sudah lebih dari dua dekade setelah dipisahkan dari TNI, reformasi Polri masih belum menyentuh akar persoalan strukturalnya,” kata Mulyanto kepada wartawan, Senin (3/11/2025).

Mulyanto menyebut Reformasi Polri harus segera dilakukan. Mengingat, banyak keluhan masyarakat terkait kinerja Polri.

Eks Wakapolri: Reformasi Polri itu Soal Kultur dan Moral

Sebelumnya, Wakapolri Periode 2011-2013, Komjen Pol. (Purn) Nanan Soekarna, menyebut bahwa reformasi Polri bukan soal perubahan struktur, melainkan kultur dan moral.

Ia memandang, nilai-nilai moral yang terkandung di dalam Tribrata, Catur Prasetya, mesti dihidupkan kembali dan dijadikan pedoman oleh tiap anggota Polri.

“Reformasi sejati bukan mengganti struktur tapi menghidupkan kultur yang sudah ada di Tribrata, Catur Prasetya, Kode Etik Polri. Harusnya kan miskin struktur, kaya fungsi. Jadi sedikit strukturnya, sedikit pimpinannya, fungsinya yang besar. Sekarang ya sama, kabinetnya besar, polisinya besar,” jelasnya dalam kegiatan Sarasehan Divisi Humas Polri di STIK, Kamis (30/10/25).

Ia mengungkap, nilai-nilai kultur dan moral hanya dapat dihidupkan kembali apabila integritas dijadikan habitus atau kebiasaan oleh tiap anggota Polri ketika bertugas.

Kemudian, integritas yang dibangun oleh tiap personel dapat menjadi integritas lembaga dan berujung pada kembalinya kepercayaan publik.

“Dari kultur itu hanya bisa hidup jika integritas menjadi habitus baru Polri. Integritas personal melahirkan integritas institusional,” ujarnya.

Mensesneg: Hanya Tinggal Diumumkan

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi juga sebelumya sudah memberikan tanggapan terkait Komite Reformasi Polri yang merupakan bentukan Presiden Prabowo Subianto.

Ia mengungkap, Komite Reformasi Polri tinggal diumumkan dan meminta masyarakat untuk menunggu waktunya.

"Tinggal diumumkan saja. Tinggal menunggu waktunya," kata Prasetyo, di Antara Heritage Center, Jakarta, Kamis (30/10/2025)

Tidak terlalu banyak keterangan yang disampaikan, Ia hanya meminta publik untuk menunggu waktu pengumumannya.

"Tunggu nanti kita akan sebutkan," ujar Prasetyo.(aLf/ aRSp)

Gen Z Takeaway

Isu pembentukan Komite Reformasi Polri lagi jadi sorotan karena publik mulai mempertanyakan progresnya yang terkesan mandek. Di satu sisi, kritik dari PKS menyoroti pentingnya pembenahan struktural, tapi suara dari eks Wakapolri Nanan Soekarna justru menegaskan bahwa reformasi sejati itu soal kultur dan moral, bukan sekadar ganti struktur.

Intinya, Polri butuh perubahan yang menyentuh nilai-nilai dasar kayak integritas, etika, dan kepercayaan publik, bukan cuma perubahan di atas kertas.

Kepolisian Komite Reformasi Polri Mensesneg Prasetyo Hadi Mulyanto Nanan Soekarna PKS Reformasi Polri

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB