astakom.com, Jakarta – Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur masih terus diupayakan berjalan kembal.
Kota IKN yang di inisiasi Jokow pada 5 tahun terakhir (2019-2024) itu sempat sesumbar akan memantik minat banyak Investor dalam dan luar negeri untuk bergabung membangan Proyek Ibu kota baru Indonesia di pulau Kalimantan.
Faktanya, proyek IKN justru sepi investor hingga sempat menguras APBN. Tahun 2025,, genap Pemerintahan berganti ke era Presiden ke-8 Prabowo Subianto. Komitmen meneruskan pembangunan Ibu Kota Nusantara di pulau Kalimantan sebanranya masi ada. Dan itu cukup tergambar pada RAPBN 2026.
Namun Presiden Prabowo sepertinya sedang mereview kembali visibility studies proyek IKN tersebut. Mengingat besarnya alokasi dana yang diperlukan.
Problematika diatas teryata juga menarik perhatian dunia internasional. Proyek yang mulai digarap Tahun 2020 , dan sudah berlangsung selama 4 tahun dimasa sisa pemerintahan Jokowi waktu itu dinilai masih menghadapi berbagai tantangan besar.
IKN ‘Ghost City’ ?
Dalam laporan khusus yang dirilis The Guardian pada Rabu (29/10/2025), dengan judul ‘Indonesia’s new capital, Nusantara, in danger of becoming a ‘ghost city’’.
Disebutkan bahwa IKN Nusantara tengah berjuang menghadapi sejumlah kendala, termasuk keterbatasan anggaran yang kini jauh lebih kecil dari sebelumnya serta investasi asing yang belum memenuhi ekspektasi, hingga terancam akan jadi kota Hantu.
Meski begitu, pemerintah melalui Otorita IKN menegaskan bahwa komitmen untuk melanjutkan pembangunan tetap kokoh, dengan menitikberatkan pada efisiensi penggunaan dana dan penyesuaian alokasi anggaran agar pembangunan berjalan lebih tepat sasaran.
Basuki Hadimuljono: Pembabgunan IKN masih Berlanjut
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, memastikan bahwa proses pembangunan masih berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Ia menyebut, Presiden telah menegaskan komitmennya untuk tidak hanya melanjutkan proyek tersebut, tetapi juga menyelesaikannya dengan tempo yang lebih cepat.
Anggota DPR minta OIKN Menanggapi
Anggota Komisi II DPR Muhammad Khozin meminta Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) merespons dengan kinerja optimal setelah adanya kritik dari media asing yang menyebut IKN terancam menjadi kota hantu atau “ghost city“.
Dia menilai ungkapan kota hantu bersifat profokatif yang bisa diartikan masa depan IKN gelap.
“Oleh karena itu, OIKN perlu mengevaluasi berbagai hal termasuk mempublikasikan proses pembangunan secara berkala kepada publik” ucapanya.
“Salah satu hal yang kerap menjadi persoalan adalah tata kelola komunikasi publik OIKN,” kata Khozin di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, jika pemberitaan yang cenderung negatif dan pesimistis dari media asing tidak dimitigasi dan dinetralisir oleh OIKN, maka berpotensi akan berdampak pada citra buruk IKN dan Indonesia di mata internasional dan lokal.(aLf-aRSp)
Gen Z Takeaway
Sorotan The Guardian soal potensi IKN jadi “ghost city” jadi wake-up call penting buat pemerintah dan Otorita IKN. Bukan cuma soal ngebangun fisik kota, tapi juga gimana proyek sebesar ini dikomunikasikan dan dikawal transparansinya ke publik dan investor.
Kritik internasional jadi refleksi buat memperkuat strategi, biar IKN nggak cuma megah di konsep tapi juga hidup secara ekonomi, sosial, dan politik. Intinya, masa depan IKN ditentukan bukan oleh headline media asing, tapi oleh konsistensi kinerja dan kejelasan visi pembangunnya.

