Terseret Aksi Profit Taking, Analis Prediksi IHSG Hari Ini Uji Level Psikologis 8.000

Editor: Khoirudin
Rabu, 29 Oktober 2025 | 08:22 WIB
Terseret Aksi Profit Taking, Analis Prediksi IHSG Hari Ini Uji Level Psikologis 8.000
ilustrasi pergerakan saham. (Pixabay)

astakom.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG hari ini menjadi perhatian investor, setelah mengalami tekanan pada perdagangan Selasa kemarin (28/10/2025). Indeks saham nasional itu ditutup melemah 0,30 persen ke level 8.092,63, padahal sempat menguat di awal sesi.

Menurut Analis Phintraco Sekuritas, pelemahan yang terjadi pada perdagangan kemarin menandakan adanya aksi ambil untung atau profit taking yang terjadi di tengah koreksi harga komoditas global, khususnya emas.

“Koreksi harga komoditas emas menjadi pendorong berlanjutnya profit taking pada saham-saham berbasis komoditas emas,” ungkap analis dalam riset hariannya, Selasa (28/10/2025).

Selain itu, pelemahan sejumlah saham bluechips berkapitalisasi besar dan koreksi pada saham-saham konglomerasi turut memperberat langkah IHSG ke zona hijau. “Saham sektor industrial mengalami koreksi terbesar, sedangkan saham sektor properti membukukan penguatan terbesar,” tambahnya.

Di sisi eksternal, mayoritas indeks bursa Asia juga ikut tertekan. Pelaku pasar mencermati hasil pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi yang berlangsung pada hari yang sama. Dalam pertemuan itu, kedua negara menyepakati sejumlah hal.

Adapun diantaranya yakni kerangka kerja pasokan mineral tanah jarang, serta komitmen Jepang untuk menawarkan paket investasi senilai US$550 miliar kepada AS, termasuk proyek pembuatan kapal dan peningkatan pembelian komoditas seperti kedelai, gas alam, dan truk pickup.

Secara teknikal, tekanan jual IHSG pada hari ini semakin jelas terlihat. Histogram negatif MACD, kata analis Phintraco, kembali melebar dan Stochastic RSI mengarah ke bawah di area pivot. Volume jual juga masih mendominasi diperkuat oleh garis A/D yang menunjukkan adanya distribusi.

Lebih lanjut, analis mengungkap posisi indeks yang menjadi acuan bursa saham domestik ini tengah berada di bawah moving average (MA) 5 dan 20, mendekati MA50 di level 8.010, yang menandakan potensi fase konsolidasi melemah.

“Sehingga IHSG berpotensi menguji level psikologis 8.000, dan jika break low berpotensi menuju support di 7.850,” ungkap analis Phintraco Sekuritas.

Meski IHSG berpotensi koreksi, analis Phintraco Sekuritas masih merekomendasikan sejumlah saham yang potensial untuk dicermati pada perdagangan hari ini, yaitu MYOR, LSIP, EMTK, TAPG, dan MBMA.

Analis pun mengingatkan untuk mempertimbangkan peluang teknikal rebound jangka pendek pada sejumlah saham tersebut.

Gen Z Takeaway

IHSG lagi ngambek nih, turun 0,30% ke level 8.092,63 gara-gara aksi profit taking pas harga emas global ikut koreksi. Analis Phintraco bilang, saham-saham emas dan bluechip lagi diserbu jual, sementara sektor properti malah masih ngasih napas dikit.

Dari sisi teknikal, semua sinyal merah—MACD melebar, RSI turun, dan IHSG udah deket banget sama level krusial 8.000. Tapi tenang, masih ada peluang rebound tipis buat yang jeli, terutama di saham MYOR, LSIP, EMTK, TAPG, dan MBMA.

Bursa Efek Indonesia Bursa Saham Harga Saham IHSG Phintraco Sekuritas Provit Taking Rekomendasi Saham

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB