Jumat, 13 Mar 2026
Jumat, 13 Maret 2026

Komitmen Naikan Mutu Pendidikan, Pemerintah Prabowo siapkan 150 Ribu Beasiswa Guru Tahun 2026

astakom.com, Jakarta— Pemerintah melalui kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian serius pada peningkatan kualitas guru di Indonesia.

Untuk pertama kalinya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meluncurkan program beasiswa khusus bagi guru yang belum berpendidikan minimal D4 atau S1. Tahun perdana ini, program tersebut menargetkan 12.500 penerima.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu’ti, dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia bertema Resiliensi Ekonomi Domestik sebagai Fondasi Menghadapi Gejolak Dunia yang berlangsung di Jakarta, Selasa (28/10).

Peningkatan Kualitas Guru

“Untuk peningkatan kualitas guru ada tiga yang kami lakukan. Yang pertama adalah pemenuhan kualifikasi guru,” kata Abdul Mu’ti memaparkan sejumlah program strategis yang tengah dijalankan di Kementeriannya

200 Ribu Guru belum D4/S1

Ia mengungkapkan, saat ini terdapat lebih dari 200 ribu guru yang belum menempuh pendidikan D4 atau S1, padahal Undang-Undang Guru mengatur bahwa kualifikasi minimal guru adalah lulusan strata tersebut.

“Sekarang ada lebih dari 200 ribu guru yang belum D4 atau S1. Karena persyaratan undang-undang guru dan guru itu sekurang-kurangnya berpendidikan D4 atau S1. Nah mulai tahun ini, ini baru pertama kali diselenggarakan,” jelasnya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintahan Presiden Prabowo memberikan beasiswa bagi para guru yang belum menempuh pendidikan tinggi setara D4 atau S1.

APBN 2026: Penerima Beasiswa Guru ditambah 150 Ribu

“Kami memberikan beasiswa untuk guru yang belum D4 atau S1 tahun ini 12.500. Dapat beasiswa per semester 3 juta. Nah tahun depan kami alokasikan untuk 150 ribu guru dan itu sudah masuk dalam APBN 2026. Dengan perhitungan yang sama,” ucap Abdul Mu’ti.

Menurutnya, banyak guru yang saat ini hanya berpendidikan D2 atau D3, bahkan ada yang sempat kuliah S1 namun tidak menyelesaikan studi. Karena itu, pemerintah menggunakan pendekatan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) agar pengalaman mengajar mereka tetap diakui.

“Nah memang mereka ini kan sudah punya pengalaman mengajar. Sebagian memang mereka dulu guru-guru itu kan D2. Sebagian D3. Sebagian guru DO. Artinya sudah kuliah S1 tapi gak selesai. Mungkin tinggal kurang skripsi atau apa kemudian gak selesai. Tapi dia punya pengalaman mengajar. Sehingga program ini kami menggunakan pendekatan RPL. Rekognisi pembelajaran lampau di antara mitranya UNS,” tegasnya.

Keberlanjutan Program PPG

Selain beasiswa D4/S1, Abdul Mu’ti juga menegaskan keberlanjutan program Pendidikan Profesi Guru (PPG). PPG terbagi menjadi dua, yakni PPG prajabatan untuk mahasiswa jurusan pendidikan, serta PPG dalam jabatan yang wajib diikuti guru lulusan D4 atau S1 sebagai syarat memperoleh sertifikasi.

“Yang kedua adalah program PPG tadi itu. Nah PPG itu ada dua. Ada PPG dalam jabatan dan PPG prajabatan. PPG prajabatan itu mereka yang memang ngambil jurusan PPG. Kuliahnya jurusan PPG. Nah yang dalam jabatan itu mereka sudah jadi guru, sudah memenuhi kualifikasi D4 atau S1,” jelasnya.

Abdul Mu’ti menambahkan, PPG merupakan syarat mutlak bagi guru untuk mendapatkan sertifikasi profesi. Dengan sertifikasi tersebut, guru dapat memperoleh pengakuan profesional sekaligus peningkatan kesejahteraan.

Program ketiga yang tengah digulirkan pemerintah adalah pelatihan berkesinambungan melalui kebijakan hari belajar guru.

Peningkatan Kompetensi Berkelanjutan

“Dan harus ikut PPG sebagai syarat untuk dia bisa mendapatkan sertifikasi. Nah yang ketiga adalah pelatihan guru yang berkesinambungan. Kami ada kebijakan namanya hari belajar guru. Jadi ada satu hari dalam satu minggu. Dimana guru itu belajar. Dan guru itu harus belajar,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kebijakan ini memungkinkan guru tidak harus mengajar 24 jam tatap muka penuh setiap minggu. Sebagian jam mengajar dapat diganti dengan kegiatan pengembangan profesional berkelanjutan.(Usm/aRSp) 

Gen Z Takeaway

Pemerintah Prabowo banget nih, serius banget naikin kualitas guru! 😎 Baru-baru ini, Kementerian Pendidikan ngeluncurin beasiswa buat guru yang belum S1/D4, dan tahun ini ada 12.500 guru yang dapet kesempatan itu. Bahkan tahun depan bakal nambah 150 ribu, bro! 🤯 Gak cuma itu, ada juga program PPG buat guru-guru yang wajib ikut buat dapetin sertifikasi profesi dan naikin kesejahteraan mereka. Plus, ada kebijakan “hari belajar guru” yang bikin guru bisa upgrade skill-nya tanpa ngorbanin jam ngajar. Semua ini buat pendidikan Indonesia yang lebih kece!

Feed Update

Anak Buah Prabowo Apresiasi Persiapan Pengamanan Nyepi dan Lebaran 2026

Astakom.com, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, memberikan apresiasi kepada jajaran Polri atas kesiapan mereka dalam mengamankan...

Sekolah Rakyat Diperluas, Budiman Sudjatmiko: Langkah Strategis Putus Rantai Kemiskinan

astakom.com, Jakarta — Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, menilai program Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda merupakan langkah strategis pemerintah...

Kemenkes Dukung PP Tunas, Soroti Dampak Kesehatan Anak

astakom.com, Jakarta - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) menyatakan dukungannya terhadap penguatan kebijakan perlindungan anak di ruang digital yang tengah didorong pemerintah melalui sejumlah...

Para Aktivis Internasional Apresiasi Presiden Prabowo: Presiden Paling Peduli Konservasi Gajah!

astakom.com, Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto menyiapkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang penyelamatan populasi dan habitat gajah sebagai langkah intervensi negara melindungi satwa. Rencana Presiden...

Presiden Prabowo Siapkan Inpres Penyelamatan Populasi Gajah Sumatera dan Kalimantan

astakom.com, Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto menyiapkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang penyelamatan populasi dan habitat gajah sebagai langkah intervensi negara melindungi satwa. Hal itu...

Tetap Pantau Konflik Timur Tengah! Kemenpar Pastikan Wisata Indonesia Tetap Aman Buat Traveler

astakom.com, Jakarta – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang ikut dipantau pemerintah karena berpotensi memengaruhi mobilitas perjalanan global. Meski...