Ibu Negara Brazil Kagumi Kecepatan MBG Indonesia
Astakom.com, Jakarta - Ibu Negara Brazil, Janja Lula da Silva, menyampaikan kekagumannya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Hal itu ia sampaikan usai meninjau langsung dapur MBG di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Halim dan SD Angkasa 5 Halim, Jakarta Timur, Jumat (24/10/2025) pagi.
Kunjungan Janja dilakukan setelah mendampingi sang suami, Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva, dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo di Istana Negara. Dari urusan diplomasi di istana, Janja langsung bergeser ke dapur — bukan untuk masak, melainkan untuk melihat bagaimana Indonesia mengelola program makan bergizi untuk anak-anak sekolah.
Kagum dengan Dapur MBG yang Rapi dan Bersih
Sekitar pukul 10.00 WIB, Janja tiba di lokasi dengan busana berwarna gelap. Ia disambut hangat oleh para petugas dapur, yang membalas senyum ramahnya. Tanpa banyak basa-basi, Janja langsung menyimak penjelasan mengenai proses pengelolaan makanan di dapur MBG.
Ia meninjau setiap sudut dapur dan tampak beberapa kali mengangguk kecil, tanda puas. Kerapihan dan kebersihan dapur tampaknya membuatnya kagum — mungkin saja ia berpikir, “wah, dapur ini bisa masuk acara MasterChef versi kenegaraan.”
Setelah sekitar 15 menit berkeliling, Janja berpamitan sambil menerima dua bingkisan dalam totebag merah dari petugas sebagai kenang-kenangan.
Sapa Anak-Anak di SD Angkasa 5 Halim
Agenda berlanjut ke SD Angkasa 5 Halim. Janja disambut dua siswa cilik pembawa bunga tangan. Ia membalas dengan senyum hangat dan sempat berfoto bersama sebelum masuk ke ruang kelas.
Suasana di dalam kelas terasa hangat dan riang. Para siswa tengah menikmati santapan MBG berupa nasi, lauk pauk, sayur, dan susu kotak. Janja tampak antusias — ia bahkan menyentuh kotak susu di meja salah satu siswa sambil tersenyum.
“Ibu Negara tampak bahagia melihat anak-anak makan dengan lahap. Beliau berkeliling hampir satu jam,” ujar Juru Bicara Badan Gizi Nasional (BGN) Dian Fatwa. Sebelum meninggalkan sekolah, Janja membubuhkan tanda tangan dukungan terhadap program MBG di banner besar yang terpampang di halaman.
Bandingkan dengan Program Brazil yang Sudah 70 Tahun
Dalam keterangannya, Dian menyebut Janja terkesan dengan kecepatan dan skala pelaksanaan program MBG di Indonesia. Menurutnya, Janja membandingkan dengan program School Meal di Brazil, yang sudah berjalan sejak 1955 namun baru menjangkau sekitar 40 juta penerima manfaat.
“Sementara Indonesia baru memulai 10 bulan lalu, tapi sudah menjangkau lebih dari 30 juta anak, belum termasuk ibu hamil dan balita,” jelas Dian.
Dian menambahkan, Janja juga menanyakan mengapa dapur MBG tidak langsung didirikan di sekolah-sekolah. Ia kemudian menjelaskan bahwa dapur MBG dibangun secara tersentral di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) untuk menjaga kualitas makanan sekaligus mendukung ekonomi lokal.
“Di perkotaan, jumlah penerima besar dan pelaksanaan harus cepat, jadi sistem tersentral tetap paling aman,” ujar Dian.
Masukan dari Janja: Petani Lokal dan Energi Ramah Lingkungan
Selain apresiasi, Janja juga menyampaikan sejumlah masukan konstruktif. Ia menilai program MBG akan semakin kuat jika:
- Bahan baku pangan diperoleh dari petani lokal, agar dampak ekonominya lebih luas.
- Dapur MBG memanfaatkan teknologi biodigester, sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan.
Pengakuan Internasional atas Program MBG
Kunjungan Ibu Negara Brazil ini menandai pengakuan internasional terhadap keberhasilan program MBG Indonesia. Dalam waktu singkat, program ini tidak hanya mengatasi persoalan gizi anak, tetapi juga menjadi contoh bagaimana kebijakan publik dapat dijalankan secara cepat dan efektif.
Dian menuturkan, “Ibu Negara Brazil terlihat sangat kagum. Ia menyebut, kecepatan dan kualitas pelaksanaan MBG patut menjadi contoh bagi negara lain.”
Siapa sangka, dari dapur sederhana di Halim, program makan bergizi Indonesia kini menjadi bahan pembicaraan diplomatik lintas benua. Sepertinya, nasi, lauk, sayur, dan susu kotak bisa jadi “menu diplomasi” paling lezat tahun ini.
Gen Z Takeaway Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata nggak cuma bikin perut kenyang, tapi juga bikin dunia nengok! Bayangin aja, Ibu Negara Brazil aja sampai datang langsung ke dapur MBG dan kagum sama kecepatannya. Indonesia baru mulai 10 bulan, tapi udah nyalip program Brazil yang udah puluhan tahun jalan. Artinya? Kita bisa kok jadi negara keren dan progresif asal kerja bareng dan serius ngurus hal-hal yang berdampak langsung ke masyarakat. Jadi, yuk dukung terus program kayak gini — karena masa depan itu dimulai dari perut yang kenyang dan pikiran yang terang!











