1 Tahun Kabinet Merah Putih: Capaian Presiden Prabowo dan Kabinetnya Membagun Papua
astakom.com, Papua- Bulan Oktober 2025 ini, tepat memasuki 1 Tahun masa Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bersama kabinet Merah Putih. 20 Oktober 2024 lalu, digedung DPR/ MPR RI, dibawah sumpah Hakim Agung dan disaksikan jutaan rakyat Indoensia, Jenderal TNI (Purn) H. Prabowo Subianto mengucap ikrar pengangkatanya sebagai Presiden RI ke-8.EDISI LIPUTAN 1 TAHUN PRSIDEN PRABOWO
Sah menjadi Presiden RI ke-8, Presiden Prabowo memegang kehendak penuh dalam menjalankan setiap misinya. Tak ada kehendak lain yang bisa menghalang-halangi tekad mantan Danjen Kopassus ini untuk berlari kencang membangun NKRI, bahkan membangun Papua.
Presiden Prabowo Membangun Papua
Selama 1 Tahun berjalan kepemimpinan Presiden Prabowo dan Kabinet Merah Putih, ada banyak capaian yang sudah tampak terwujud; Dapur Gizi, Sekolah Rakyat, Sekolah unggulan Garuda, Pengahapusan Kredit KUR yang puluhan tahun menjerat petani dan nelayan, hingga terlihat gaspol dalam penegakan hukum pelaku Korupsi.
Melalui Satgas yang terintgrasi dengan pemerintah pusat, sejumlah program strategis di sektor infrastruktur dasar yang menyasar orang per orang dengan perbaikan tempat tinggal, ekonomi rakyat, pendidikan, hingga keamanan kini berjalan baik untuk mendorong kesejahteraan masyarakat di wilayah timur Indonesia itu.
Prabowo bentuk Komite Eksekutif Pembangunan Papua
Tepat 12 hari lalu. Jelang 1 Tahun Presiden Prabowo bersama Kabinet Merah Putih, Pada 8 Oktober 2025 lalu, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi membentuk dan melantik Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua. Pelantikan Komite Eksekutif ini menjadi langkah strategis dan fokus pemerintah pusat untuk memperkuat percepatan pembangunan di Tanah Papua.Resminya kberadaan Komite Eksekutif ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 110/P Tahun 2025 tentang Pengangkatan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengatakan bahwa komite ini diposisikan sebagai perangkat yang akan membantu Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP), yang diketuai oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Sesuai dengan Undang-Undang Otonomi Khusus, itu kan ada yang disebut dengan Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, di situ kemudian juga mengamanatkan untuk membantu badan ini, maka dibentuklah yang namanya Komite Eksekutif,” kata Prasetyo, Rabu (8/10/2025).
Dilansir melalui laman publikasi resmi presiden yakni presidenri.go.id, Presiden Prabowo menegaskan dalam sambutanya, “Agar percepatan pembangunan Papua harus berjalan melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.”
Membuka Sumber Air Bersih di Seluruh Papua
Akses air bersih menjadi salah satu fokus utama pembangunan. Melalui berbagai program lintas lembaga, pemerintah telah membangun ratusan titik sumber air di berbagai kabupaten di Papua. Program “Manunggal Air” TNI AD, misalnya, telah membangun 44 titik air bersih yang memberi manfaat bagi lebih dari 12 ribu kepala keluarga di wilayah pegunungan dan pesisir. Selain itu, Kodam XVII/Cenderawasih juga mencatat pembangunan 100 sumur bor dan fasilitas MCK di empat provinsi di Papua pada semester pertama 2025.PDAM Jayapura sendiri mengelola 23 titik sumber air bersih di kawasan Pegunungan Cyclops dengan kapasitas hampir 1.000 liter per detik, serta tengah mengembangkan sumber air baru di Distrik Muara Tami untuk memperluas jangkauan pelayanan. Tak hanya itu, proyek pemanfaatan air baku Danau Sentani dan Bendung Wanggar di Nabire juga tengah digenjot untuk mendukung kebutuhan air rumah tangga dan pertanian.
108 Dapur Gizi di Papua
Di sektor kesehatan dan sosial, Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan telah beroperasi 101 dapur gizi atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Papua untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).Jumlah ini akan terus ditingkatkan hingga mencapai target 414 dapur gizi di seluruh kabupaten dan kota. Program ini menjadi salah satu langkah penting pemerintah dalam menekan angka stunting dan memperkuat ketahanan pangan keluarga di wilayah pedalaman.

Koperasi Merah Putih di Distrik- distrik Papua
Dukungan ekonomi masyarakat Papua juga diperkuat melalui pembentukan Koperasi Merah Putih yang direncanakan akan di genjot melibat selurh warga di Distrik 6 Provinsi Papua.Pemerintah menargetkan 100 koperasi baru berdiri sepanjang 2025. Hingga Juli 2025, tercatat 369 koperasi telah berbadan hukum, dan lebih dari 100 di antaranya sudah mulai beroperasi di berbagai kampung.
Program ini menyasar 999 kampung di sembilan kabupaten/kota, termasuk 39 unit Koperasi Merah Putih yang telah aktif di Kota Jayapura. Tujuannya ialah memperkuat ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, serta memperkuat kemandirian desa.
Sekolah Unggulan Garuda: Pendidikan Berkualitas di Papua
Dalam bidang pendidikan, pemerintah juga membangun Sekolah Garuda sebagai model pendidikan unggulan.Saat ini, SMA Averos Garuda di Sorong, Papua Barat Daya, telah beroperasi sebagai sekolah transformasi pertama di Papua. Selain itu, pemerintah juga merencanakan pendirian Sekolah Garuda baru di Nabire (Papua Tengah) dan Manokwari (Papua Barat) sebagai bagian dari pemerataan akses pendidikan unggul di kawasan timur Indonesia.
Situasi Keamanan Terus dijaga Kondusifitasnya
Dari sisi keamanan, aparat TNI dan Polri melaporkan bahwa situasi kamtibmas di sebagian besar wilayah Papua kini aman dan kondusif. Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri menyebut bahwa gangguan dari kelompok bersenjata kini semakin terbatas pada beberapa daerah pegunungan, sementara wilayah perkotaan dan pesisir relatif terkendali.Operasi Damai Cartenz juga mencatat keberhasilan dalam menekan aktivitas kelompok kriminal bersenjata (KKB) serta menjaga stabilitas menjelang pelaksanaan program-program pembangunan. (aLf/arSp)
Gen Z Takeaway Tepat setahun yang lalu, Pak Prabowo Subianto, mantan jenderal yang sekarang jadi Presiden ke-8 RI, resmi dilantik. Dan doi langsung gaspol ngerjain misi hidupnya: bikin Indonesia maju, merata, sampai ke pelosok, terutama Papua











