Kolaborasi Unhan RI dan Puspenerbal, Cetak Generasi Muda Pertahanan yang Melek Teknologi
astakom.com, Jakarta - Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) kedatangan tamu spesial: 165 mahasiswa Magister S2 dari Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI). Tapi bukan buat sekadar piknik akademik, mereka datang buat study visit dengan topik yang nggak main-main: kemandirian pertahanan negara di era modern.
Acara yang digelar di Gedung Balai Prajurit R.M. Moedjono Poerbonegoro, Juanda ini dikemas dalam bentuk Kuliah Pakar, Focus Group Discussion (FGD), dan tour facility ke berbagai unit penerbangan TNI AL.
Para mahasiswa dari Fakultas Strategi Pertahanan (FSP) dan Fakultas Teknik Teknologi Pertahanan (FTTP) ini mendapat materi langsung dari narasumber top, seperti Wadan Puspenerbal Laksma TNI Catur Nur Ardiantoro, Danguspurla Koarmada II Laksma TNI Endra Hartono, Direktur PT PAL Indonesia, dan CEO PT Sinar Bahari Putra Arga.
Hadir juga Rektor Unhan RI Letjen TNI (Purn) Dr. Anton Nugroho, Komandan Puspenerbal Laksda TNI Bayu Alisyahbana, serta jajaran rektorat, dekan, dosen, dan para petinggi TNI AL lainnya. Lengkap banget, kayak crossover event antara dunia militer dan akademik.
Teori Ketemu Aksi: Dari Kampus ke Lapangan
Tema kegiatan ini berbunyi serius tapi keren: “Meningkatkan wawasan mahasiswa Unhan RI terhadap kemandirian pertahanan negara melalui integrasi industri strategis dan operasi militer di era modern.”
Intinya, biar mahasiswa gak cuma jago teori, tapi juga paham bagaimana pertahanan Indonesia dijalankan di dunia nyata.

Danpuspenerbal Laksda TNI Bayu Alisyahbana menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momen penting memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan militer.
“Puspenerbal adalah pelaksana pembinaan dan dukungan penerbangan TNI AL yang berperan penting dalam mendukung pertahanan negara di laut,” ujar Bayu.
Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini adalah ruang strategis untuk mempertemukan teori, inovasi, dan praktik operasional, supaya generasi muda pertahanan gak cuma “paham di atas kertas”, tapi juga siap di lapangan.
Dari Hanggar ke Langit: Tour Facility yang Bikin Kagum
Setelah sesi kuliah dan diskusi, mahasiswa diajak tour facility ke Pangkalan Udara TNI AL Juanda.
Di sini, mereka bisa melihat langsung berbagai satuan penerbangan elit, mulai dari Skuadron 100 Anti Kapal Selam, Skuadron 200 Latih, Skuadron 400 Logistik Cepat, Skuadron 600 Angkut, hingga Skuadron 700 PUTA (Pesawat Udara Tanpa Awak) dan Skuadron 800 Intai Taktis.
Para peserta juga berkesempatan mencoba simulator pesawat udara, menyaksikan demo PUTA, hingga ikut terbang bareng pesawat Patroli Udara Maritim CN-235.
Buat yang doyan teknologi dan strategi pertahanan, ini kayak field trip impian versi militer.
Sinergi Akademik dan Militer, Kunci Kemandirian Pertahanan
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan militer.
Melalui pendekatan praktis seperti study visit, mahasiswa bisa melihat bagaimana teknologi, strategi, dan kesiapsiagaan bersatu dalam menjaga kedaulatan negara.
Seperti yang disampaikan Danpuspenerbal, dunia akademik dan operasi militer itu ibarat dua sisi koin — teori melahirkan gagasan strategis, dan pengalaman di lapangan memperkaya keilmuan.
Dengan begitu, lulusan Unhan RI gak cuma bisa berdebat soal geopolitik, tapi juga tahu bagaimana pertahanan negara dijalankan secara nyata.
Gen Z Takeaway
Kalau dulu “study tour” identik sama naik bus dan makan di rest area, kali ini versi Unhan RI levelnya beda: naik pesawat patroli dan bahas strategi pertahanan nasional.
Intinya, masa depan pertahanan Indonesia bukan cuma di tangan pasukan berseragam, tapi juga di tangan generasi muda yang ngerti teknologi, strategi, dan punya sense of patriotism tinggi — tanpa lupa bawa humor dan semangat belajar!











