Survei Poltracking: 57,4 Persen Publik Puas Kinerja Ekonomi Pemerintahan Prabowo-Gibran

Editor: Khoirudin
Minggu, 19 Oktober 2025 | 21:20 WIB
Survei Poltracking: 57,4 Persen Publik Puas Kinerja Ekonomi Pemerintahan Prabowo-Gibran
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda Rasyid. (Foto: Poltracking TV)

astakom.com, Jakarta - Lembaga Survei Poltracking Indonesia baru saja merilis hasil survei yang bertajuk “Evaluasi 1 Tahun Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran”. Hasilnya, sebanyak 57,4 persen publik puas dengan kinerja pemerintahan, terkhusus di bidang ekonomi.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda Rasyid tak memungkiri, bahwa masalah ekonomi masih menjadi titik lemah dari pemerintahan Prabowo–Gibran yang telah berjalan selama setahun terakhir.

Kendati demikian, ia menyebut bahwa di era pemerintahan sebelum-sebelumnya, bidang ekonomi menjadi sektor yang paling susah meraih kepuasaan dari publik, termasuk di era pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Ini selalu kita merekam lebih dari 13 tahun oleh Poltracking Indonesia sangat sudah tingkat kepuasan di bidang ekonomi ini mencapai di atas 60 persen, apalagi 70 persen,” ujarnya dalam paparannya, dikutip astakom.com, Minggu (19/10).

Secara keseluruhan, survei Poltracking menunjukkan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran terbilang tinggi, hampir menyentuh 80 persen, tepatnya 78,1 persen. Meskipun masih ada 19,3 persen publik yang merasa tidak puas.

Selaras dengan tingkat kepuasan publik atas kinerja pemerintahan di bidang ekonomi yang cukup rendah, Hanta mengungkapkan alasan yang membuat publik tidak puas salah satunya karena kondisi ekonomi yang belum stabil.

Hanta menegaskan, bahwa catatan tersebut menjadi bahan evaluasi konstruktif bagi pemerintah untuk terus memperbaiki kebijakan ekonomi yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan rakyat.

“26,7 persen dari 19,3 persen (tidak puas) karena ekonomi yang belum stabil. Kemudian bantuan belum tepat sasaran 15,7 persen. Masih ada kasus korupsi 8,9 persen, harga kebutuhan pokok 7,0 persen, dan masih kurangnya lapangan kerja sebanyak 6,3 persen,” paparnya.

“Jadi 5 alasan ini menjadi masukan yang penting bagi pemerintahan Prabowo-Gibran,” tandasnya.

Dari subbidang ekonomi, Hanta mengungkapkan bahwa persoalan paling pokok yang dihadapi masyarakat untuk segera diselesaikan pemerintah adalah persoalan harga kebutuhan pokok mahal.

“Ini (persoalan harga kebutuhan pokok) biasa, setiap survei kita temukan begini polanya persoalan yang mungkin menjadi perhatian pemerintah dan kabinet, harga kebutuhan pokok mahal ini paling tinggi 36,7 persen,”

Selain itu, masalah kemiskinan dan susahnya mencari pekerjaan juga menjadi persoalan pokok masyarakat yang harus segera diselesaikan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran ke depan.

Sebagai informasi, bahwa survei yang dilakukan Poltracking Indonesia ini melibatkan 1.220 responden yang telah memiliki hak pilih, berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah.

Adapun pengambilan data dilakukan melalui metode multistage random sampling dengan wawancara tatap muka pada tanggal 3 hingga 10 Oktober 2025, dengan ambang batas galat sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Gen Z Takeaway

Survei terbaru dari Poltracking Indonesia nunjukin kalau 57,4% publik puas sama kinerja ekonomi di bawah Presiden Prabowo dan Wapres Gibran. Angka ini lumayan solid, apalagi buat sektor yang biasanya paling susah bikin rakyat puas: ekonomi. Tapi masih ada yang belum happy juga, alasannya karena ekonomi belum stabil, bantuan belum tepat sasaran, dan harga kebutuhan pokok mahal.

Intinya, pemerintahan Prabowo-Gibran udah dapet passing grade bagus di tahun pertama, tapi PR-nya masih banyak. Harga sembako, lapangan kerja, dan kemiskinan harus jadi fokus utama. Gen Z mungkin nggak mikirin inflasi tiap hari, tapi kalau harga kopi susu naik, semua langsung kerasa kan? Jadi ya, semangat terus buat pemerintah.

1 Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo ekonomi Ekonomi Indonesia Hanta Yuda Rasyid Poltracking Indonesia Setahun Kepemimpinan Prabowo Survei masyarakat

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB