astakom.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan meresmikan Sekolah Rakyat rintisan sekaligus meletakkan batu pertama pembangunan Sekolah Rakyat permanen pada November 2025 mendatang. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono.
“Sebentar lagi akan di-launching oleh beliau. Jadi nanti pada waktu peletakan batu pertama pembangunan sekolah permanen, kita meminta beliau meletakkan batu pertama. Jadi ada dua peresmian, satu sekolah permanen dan sekolah yang sudah dibuka, nanti akan diresmikan presiden,” kata Agus Jabo, dikutip astakom.com, Kamis (16/1/2025).
Saat ini, kata Agus Jabo, Sekolah Rakyat rintisan telah berjalan di 165 titik di berbagai daerah dengan memanfaatkan gedung-gedung yang sudah ada. “Di tahun ini sementara menggunakan gedung-gedung yang sudah existing, kita revitalisasi,” ujarnya.
Agus juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo sempat melakukan inspeksi mendadak ke salah satu Sekolah Rakyat di Jakarta Selatan. Dalam kunjungannya, Presiden Prabowo dikabarkan terkesan dengan capaian program tersebut.
“Begitu lihat kondisi sekolah, ketemu kepala sekolah dan siswa, beliau bahagia sekali. Beliau tidak menduga kita bisa bangun sekolah tidak hanya 100 tapi 165,” tutur Agus.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo berharap agar program Sekolah Rakyat menjadi langkah awal dalam membangun pendidikan yang lebih merata dan inklusif di Indonesia. Ia menilai pendidikan merupakan kunci utama dalam memutus mata rantai kemiskinan.
Wamensos Agus Jabo menjelaskan bahwa pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat akan dimulai tahun ini. “Oktober ini kemungkinan kita sudah akan mulai di kurang lebih di 108 titik yang akan dibangun jadi sekolah baru dengan gedung baru,” katanya.
Ia menargetkan seluruh siswa Sekolah Rakyat rintisan sudah dapat menempati sekolah permanen paling lambat pada Juli 2026. Pembangunan tahap selanjutnya akan disesuaikan dengan usulan dari pemerintah daerah (pemda) yang menyediakan lahan pembangunan.
“Kita berkomunikasi terus dengan pemda dalam proses penyediaan lahan untuk menggantikan yang rintisan,” jelasnya.
Terkait anggaran pembangunan, Agus mengatakan bahwa nilai investasi per sekolah bervariasi, tergantung luas lahan dan kebutuhan daerah. Namun secara umum, pembangunan Sekolah Rakyat permanen dan operasionalnya rata-rata menelan biaya sekitar Rp200 miliar per sekolah.
“Itu yang kerjakan Kementerian Pekerjaan Umum,” tegasnya.
Selain itu, Agus menambahkan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian. “Jadi ini libatkan banyak pihak, kalau dianggap berhasil, keberhasilannya bukan hanya Kemensos tapi semua kementerian yang terlibat di dalam pembangunannya,” katanya.

