Mendag Budi Resmi Buka Trade Expo Indonesia 2025: Kinerja Ekspor Nasional Tumbuh 7,7 Persen
astakom.com, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso secara resmi membuka ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang Selatan, pada Selasa (15/10/2025). Dalam sambutannya, Mendag menegaskan bahwa kinerja ekspor nasional menunjukkan capaian positif dengan pertumbuhan sebesar 7,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Budi mengatakan, pencapaian ini menjadi bukti bahwa produk-produk Indonesia semakin diterima di pasar global, meski perekonomian dunia masih menghadapi ketidakpastian. “Kenaikan ekspor ini memperlihatkan optimisme bahwa industri dalam negeri mampu bersaing secara berkelanjutan di pasar internasional,” ujarnya dalam pidato pembukaan.
Pemerintah, menargetkan nilai transaksi dalam TEI 2025 dapat mencapai 16,5 miliar dolar AS, atau setara dengan sekitar Rp273 triliun. Target tersebut dinilai realistis mengingat tren peningkatan jumlah peserta dan pembeli internasional yang hadir setiap tahunnya.
“Melalui pameran ini, kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga unggul dalam kreativitas, inovasi, dan kualitas produk ekspor,” tambahnya.
Dihadiri 130 Negara dan Ribuan Pelaku Usaha
Tahun ini, Trade Expo Indonesia ke-40 diikuti oleh 1.619 pelaku usaha nasional, meliputi sektor makanan dan minuman, produk manufaktur, serta industri gaya hidup. Sementara itu, jumlah pembeli atau buyers internasional yang mendaftar mencapai lebih dari 8.000 orang dari 130 negara.
Ajang ini juga menjadi sarana strategis bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menjangkau pasar ekspor secara langsung. Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan berbagai lembaga pembiayaan dan perbankan nasional guna memfasilitasi transaksi dan promosi bagi produk unggulan lokal.
Menurut Budi, keterlibatan UMKM dalam TEI menjadi kunci penting untuk memperluas basis ekspor Indonesia di masa depan. “Kita ingin UMKM naik kelas, bisa go global, dan menjadi bagian dari rantai pasok dunia,” jelasnya.
Momentum Penguatan Diplomasi Ekonomi
Selain menjadi wadah perdagangan, Trade Expo Indonesia juga berperan sebagai instrumen diplomasi ekonomi yang memperkuat hubungan dagang antara Indonesia dan mitra internasional. Tahun ini, beberapa negara sahabat seperti Jepang, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, dan Australia menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah eksportir nasional.
“Ini bukan hanya tentang transaksi dagang, tetapi juga membangun kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan,” tutur Budi.
Kementerian Perdagangan menilai penyelenggaraan TEI 2025 menjadi bukti nyata bahwa Indonesia terus beradaptasi dengan dinamika global. Pemerintah berharap ajang ini dapat membuka peluang investasi baru, mendorong diversifikasi produk ekspor, serta memperkuat citra positif Indonesia sebagai mitra dagang yang andal.
Pameran Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, TEI 2025 mengusung tema “Sustainable Trade for Global Prosperity” yang menyoroti pentingnya perdagangan berkelanjutan dan ramah lingkungan. Beberapa stan peserta menampilkan produk berbasis daur ulang, energi hijau, dan inovasi digital untuk mendukung efisiensi produksi.
“Isu keberlanjutan menjadi perhatian utama dunia. Indonesia siap menjadi bagian dari solusi global dengan menghadirkan produk yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan,” tegas Budi.
Harapan Pemerintah
Dengan semangat optimisme, Mendag berharap TEI 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional berbasis ekspor. “Kita ingin dunia melihat bahwa Indonesia bukan hanya pasar besar, tapi juga mitra strategis dalam rantai pasok global,” tutupnya.









