Banjir Dahsyat Guncang Meksiko: 64 Orang Tewas, 65 Hilang, Ribuan Terisolasi

Editor: Alfian Tegar
Selasa, 14 Oktober 2025 | 13:04 WIB
Banjir Dahsyat Guncang Meksiko: 64 Orang Tewas, 65 Hilang, Ribuan Terisolasi
Seorang relawan penyelamat dari kelompok Topos terlihat di dekat sebuah mobil yang tersangkut di pagar di samping rumah rusak di Poza Rica, Meksiko, setelah hujan deras mengguyur daerah itu. (Foto: Liputan 6)

astakom.com, Kota Meksiko - Cuaca ekstrem kembali melukis tragedi bagi penduduk Meksiko ketika hujan lebat bertubi-tubi memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah negara bagian, menewaskan sedikitnya 64 orang dan membuat 65 orang lainnya hilang. Bencana ini melanda bagian tengah dan timur Meksiko, dengan dampak paling parah terpantau di wilayah Veracruz, Hidalgo, dan Puebla.

Perubahan nasib terjadi dalam hitungan jam: korban meninggal yang awalnya dilaporkan 47 orang melonjak menjadi 64 dalam waktu sekitar 12 jam, menunjukkan betapa cepat dan dahsyatnya situasi memburuk. Di Hidalgo sendiri, tercatat 43 orang hilang.

Badai tropis yang menghampiri di akhir musim hujan memperkeruh situasi. Hujan deras ini melampiaskan air ke sungai-sungai yang sudah jenuh, sementara udara lembap bertemu udara dingin dari utara, memicu curah hujan yang ekstrem. Lereng pegunungan yang sebelumnya melemah oleh curah hujan berhari-hari tak mampu menahan aliran tanah dan memicu longsor. Parahnya, banjir juga merusak jalan, jembatan, dan jaringan infrastruktur lainnya, memperparah isolasi di banyak komunitas kecil.

Kawasan Veracruz menjadi salah satu titik paling terdampak. Di negara bagian ini, sekitar 29 orang tewas dan 18 orang dinyatakan hilang. Sementara di Hidalgo, 21 orang tewas, 43 hilang. Secara keseluruhan, diperkirakan sekitar 100.000 rumah terdampak oleh banjir, baik akibat kerusakan fisik maupun terputusnya akses layanan dasar.

Upaya Penanggulangan & Respon Pemerintah

Presiden Claudia Sheinbaum mengumumkan bahwa sekitar 10.000 personel militer telah dikerahkan untuk memfasilitasi operasi penyelamatan, evakuasi, dan distribusi bantuan ke wilayah yang tidak terjangkau lewat jalur darat. Perahu, helikopter, dan pesawat logistik digunakan untuk mengirimkan air, makanan, dan kebutuhan mendesak ke warga terisolasi. Lokasi pengungsian pun dibuka bagi mereka yang kehilangan rumah.

Menurut Laura Velazquez, Kepala Badan Pertahanan Sipil Meksiko, wilayah Veracruz, Hidalgo, dan Puebla berada dalam kondisi paling kritis dan memerlukan perhatian prioritas. Daya listrik yang sempat padam di lima negara bagian kini sebagian besar telah pulih, membuka ruang bagi operasi pemulihan.

Pemerintah juga menyatakan bahwa penanganan pasca-bencana akan mencakup pencegahan penyakit menular. Genangan air menjadi sarang potensial nyamuk penyebar demam berdarah dan penyakit lainnya.

Suara Warga & Kisah dari Lapangan

Di kawasan pegunungan Tenango de Doria, penduduk terpaksa berjalan berjam-jam menyusuri jalur berlumpur demi mendapatkan air dan makanan. Jalanan yang terendam membuat sebagian besar kendaraan tak bisa melintas. Marco Mendoza, seorang petani berusia 35 tahun, menyebut bahwa "semua hancur, tidak ada persediaan, tidak ada makanan." Di El Texme, desa yang berbatasan dengan sungai meluap, warga mengatakan bahwa desa mereka terperangkap tanpa jalan keluar.

Toko-toko di kota pusat kehilangan listrik, dan warga berkumpul di alun-alun untuk mencari kabar dan informasi tentang datangnya bantuan. Dalam kondisi ini, bantuan logistik — baik bahan pangan maupun pasokan air bersih — menjadi sangat krusial untuk menjaga kelangsungan hidup masyarakat terdampak.

Kejadian ini juga mempertegas kenyataan bahwa perubahan iklim, variabilitas cuaca, dan ketidakpastian meteorologi akan semakin menantang negara-negara seperti Meksiko untuk menyiapkan sistem mitigasi dan adaptasi yang lebih tangguh.

Prospek Pemulihan & Harapan ke Depan

Pemulihan jangka panjang memerlukan kerja sama lintas sektor: pemerintah pusat dan daerah, lembaga kemanusiaan, serta masyarakat lokal. Rekonstruksi infrastruktur rusak — jalan, jembatan, saluran air — harus jadi prioritas. Pemerintah Meksiko diperkirakan akan mengalokasikan anggaran khusus untuk rekonstruksi dan mitigasi bencana. ([Reuters][1]) Selain itu, perlu diperkuat sistem peringatan dini, edukasi kesiapsiagaan masyarakat, dan strategi pengelolaan air dan drainase perkotaan.

Bagi komunitas terdampak, pemulihan psikologis dan sosial juga penting: trauma akibat kehilangan orang dan harta bisa lama membekas. Bantuan pangan, air bersih, pelayanan kesehatan, serta pemulihan mata pencaharian (seperti pertanian) menjadi bagian integral dari proses restorasi.

Bencana ini mengingatkan kita: meskipun bencana alam tak bisa sepenuhnya dicegah, kita bisa memperkuat sistem tanggap, mitigasi, dan kesiapsiagaan agar dampaknya tak terlalu menghancurkan ketika datang. Dan ketika bencana datang, respon cepat dan koordinasi efektif akan sangat menentukan berapa banyak nyawa yang bisa diselamatkan.

Gen Z Takeaway

Banjir besar di Meksiko ini nunjukin betapa rapuhnya sistem kita kalau berhadapan sama perubahan iklim yang makin ekstrem. Nggak cuma soal cuaca, tapi juga kesiapsiagaan, infrastruktur, dan solidaritas sosial yang diuji habis-habisan. Di balik angka korban, ada realita bahwa adaptasi iklim bukan lagi isu masa depan, tapi kebutuhan hari ini — dan kalau pemerintah, warga, serta dunia nggak mulai gerak bareng, tragedi kayak gini bakal terus terulang.

Banjir Claudia Sheinbaum meksiko

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB