Didukung Kebijakan Pemerintah, Kinerja Rupiah Sepekan Ini Menguat 0,35 Persen

Editor: Khoirudin
Minggu, 14 September 2025 | 16:30 WIB
Didukung Kebijakan Pemerintah, Kinerja Rupiah Sepekan Ini Menguat 0,35 Persen
Mata uang rupiah pecahan Rp50.000 dan Rp100.000. [astakom/Pixabay]

astakom.com, Jakarta – Nilai tukar mata uang rupiah berhasil mencatatkan penguatan sebesar 0,35 persen sepanjang perdagangan pekan ini, dari posisi Rp16.433 per USD pada pekan lalu.

Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Indonesia itu ditutup di level Rp16.375 per USD pada perdagangan Jumat (12/9). Angka ini menguat 0,53 persen dibanding hari sebelumnya, yakni pada Kamis (11/9).

Sementara berdasarkan kurs tengah Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah berada di posisi Rp16.391 per USD. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 0,47 persen secara harian, atau 0,29 persen dalam sepekan.

Pengamat pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi menjelaskan, penguatan rupiah ditopang oleh kombinasi faktor kebijakan pemerintah dan sentimen global, termasuk prospek pemangkasan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

Dari sisi eksternal, Ibrahim menilai mata uang Garuda akan tetap menguat meski data inflasi Amerika Serikat (AS) mencatatkan kenaikan.

“Pasar semakin yakin akan pelonggaran kebijakan yang akan segera terjadi setelah data harga produsen AS yang lebih lemah dari perkiraan dan revisi besar-besaran terhadap angka ketenagakerjaan resmi memperkuat tanda-tanda pasar tenaga kerja yang mendingin,” ujar Ibrahim, dikutip astakom.com, Minggu (14/9).

Ia menjelaskan, inflasi konsumen AS naik 0,4 persen pada Agustus 2025, mendorong inflasi tahunan menjadi 2,9 persen. Namun, pasar tenaga kerja yang melemah, terlihat dari klaim pengangguran mingguan yang mencapai level tertinggi, menambah keyakinan investor terhadap arah pelonggaran moneter The Fed.

Sementara dari sisi internal, rupiah terdorong langkah pemerintah yang menempatkan dana simpanan sebesar Rp200 triliun dari BI ke enam bank BUMN, yakni Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, BSI, dan BSN.

Ibrahim juga menyoroti penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang sempat membuat perbankan lebih memilih menempatkan dana pada instrumen tersebut dibanding menyalurkan kredit ke sektor riil.

Untuk awal pekan depan, yakni pada Senin (15/9) mendatang, Ibrahim memperkirakan kurs mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif di rentang Rp16.320–Rp16.380 per USD.

Gen Z Takeaway

Rupiah lagi flexing nih! Sepanjang pekan, si Garuda berhasil naik 0,35 persen dan nutup manis di Rp16.375 per USD. Boost-nya datang dari combo faktor: The Fed yang mulai kelihatan bakal longgarin suku bunga plus pemerintah yang gaspol naruh Rp200 triliun di bank BUMN.

Bahkan meski inflasi AS naik, pasar tenaga kerja mereka lagi ngos-ngosan, bikin investor makin yakin ke arah pelonggaran moneter. Jadi, buat minggu depan siap-siap aja liat rupiah joget di range Rp16.320–Rp16.380 per USD.

Ekonomi Indonesia Ibrahim Assuaibi Kebijakan Ekonomi Kebijakan Fiskal Kurs Rupiah Mata Uang Pasar Keuangan Rupiah

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB