Luhut Bilang Bansos Digital Bisa Hemat Anggaran hingga Rp400 Triliun

Editor: Najib Khoiruddin
Rabu, 27 Agustus 2025 | 18:30 WIB
Luhut Bilang Bansos Digital Bisa Hemat Anggaran hingga Rp400 Triliun

astakom.com, Jakarta – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan bahwa digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) berpotensi menghemat anggaran negara hingga Rp400 triliun.

Program ini akan dijalankan melalui Komite Reformasi Digital Pemerintah yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2025.

“Penghematan-penghematan tadi yang dicoba secara sepintas dihitung oleh tim, itu hampir Rp350 triliun sampai Rp400 triliun. Itu kita belum masuk banyak sektor yang lain,” ujar Luhut dalam keterangannya, dikutip astakom.com, Rabu (27/8).

Luhut menegaskan, penghematan tersebut akan mendukung target Presiden Prabowo Subianto untuk menurunkan defisit anggaran secara bertahap hingga 2026. Saat ini, defisit anggaran diperkirakan mencapai sekitar Rp600 triliun.

Menurutnya, penerapan digitalisasi berbasis artificial intelligence (AI) menjadi “game changer” dalam tata kelola bansos. Sistem ini diyakini akan membuat penyaluran bantuan lebih tepat sasaran, sehingga angka kemiskinan dapat ditekan secara signifikan.

“Ini yang sangat penting, karena ini akan mengurangi kemiskinan sangat signifikan kalau semua targeted dengan baik. Menteri Sosial, saya kira BPS (Badan Pusat Statistik) sudah berkoordinasi dengan tim yang kami bentuk, tim kecil untuk pendataan. Data ini sudah berjalan dan juga saya kira Menteri PANRB yang sangat aktif dalam membantu untuk penyusunan organisasi ini,” ujarnya.

“Memang ini bukan pekerjaan yang mudah, memerlukan koordinasi yang sangat ketat,” kata Luhut.

Bansos Digital Tekan Kemiskinan
Berdasarkan kajian DEN, digitalisasi berpotensi menurunkan angka kemiskinan hingga 34 juta orang apabila dijalankan secara efektif.

Sebagai tahap awal, pemerintah akan melaksanakan uji coba (pilot project) di Banyuwangi pada minggu ketiga September 2025. Presiden Prabowo dijadwalkan hadir langsung dalam peluncuran proyek percontohan tersebut.

“Kita akan sosialisasikan supaya semua yang nanti kalau dibagikan Bansos tidak tepat sasaran supaya melaporkan diri dan nanti diambil datanya lagi,” tutur Luhut.

Selain digitalisasi bansos, pemerintah juga menyiapkan penerapan Online Single Submission (OSS) berbasis AI untuk mempercepat proses perizinan investasi. Luhut menyebut langkah ini merupakan bagian dari strategi besar reformasi digital pemerintah.

“Ini pekerjaan besar, perlukan koordinasi yang sangat terpadu untuk mewujudkan program-program presiden yang banyak itu. Sehingga program itu betul-betul bisa tereksekusi dengan baik, karena kuncinya tereksekusi,” katanya.

Gen Z Takeaway

Jadi gini, guys. Luhut lagi ngegas soal digitalisasi bansos yang katanya bisa bikin negara hemat sampai Rp400 triliun—yes, triliun, bukan recehan. Sistem ini bakal pakai AI biar bantuan nyampe ke orang yang benar-benar butuh, sekaligus nge-cut angka kemiskinan sampai 34 juta jiwa.

Pilot project-nya start di Banyuwangi September nanti, bahkan Presiden Prabowo bakal turun langsung. Intinya, kalau digitalisasi ini jalan mulus, bukan cuma defisit anggaran yang bisa ditekan, tapi juga bikin tata kelola negara lebih transparan dan efisien. Sounds like a real game changer, kan?

Artificial Intelligence Bansos Digital DEN Dewan Ekonomi Nasional luhut Luhut Binsar Pandjaitan Prabowo Subianto

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB