Jelang Wukuf di Arafah, Jemaah Haji Perempuan Wajib Perhatikan Ini

Editor: Khoirudin
Selasa, 27 Mei 2025 | 15:23 WIB
Jelang Wukuf di Arafah, Jemaah Haji Perempuan Wajib Perhatikan Ini
Jemaah haji perempuan yang bersiap wukuf di Arafah. [astakom/Kemenag]

astakom, Jakarta – Menjelang pelaksanaan wukuf di Arafah yang menjadi puncak ibadah haji, jemaah perempuan diimbau untuk mempersiapkan diri secara fisik dan spiritual.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Hj. Badriyah Fayumi, menyampaikan lima pesan penting agar ibadah wukuf berjalan lancar, sah, dan tetap nyaman bagi jemaah perempuan.

Menurutnya, haji merupakan bentuk jihad bagi perempuan karena menuntut pengorbanan besar.

“Perempuan yang berhaji telah melakukan pengorbanan besar—meninggalkan keluarga, rutinitas harian, dan menempuh perjalanan panjang demi memenuhi panggilan Ilahi,” ujarnya, Sabtu (24/5).

Berikut lima hal yang perlu diperhatikan jemaah perempuan menjelang wukuf:

1. Haid Tidak Menghalangi Wukuf

Badriyah menegaskan bahwa perempuan yang sedang haid tetap diperbolehkan mengikuti wukuf. “Yang tidak bisa dilakukan hanya tawaf, itu pun bisa dilakukan setelah suci,” jelasnya.

Bila haid datang menjelang wukuf, jemaah disarankan mengubah niat haji dari tamattu’ menjadi qiran. “Niatkan haji qiran, ikuti wukuf, lalu lanjutkan rangkaian ibadah. Umrah bisa dilakukan setelah suci,” tambahnya.

2. Gunakan Pembalut atau Pampers untuk Antisipasi

Karena antrean toilet saat wukuf cenderung panjang, Badriyah menyarankan penggunaan pembalut atau pampers untuk menjaga kenyamanan dan kesucian pakaian ihram. “Setelah ada kesempatan, barulah bersuci dan mengganti,” katanya.

3. Soal Masker dan Aurat dalam Ihram Meski perempuan tidak diperbolehkan menutup wajah dan telapak tangan saat ihram secara fikih, penggunaan masker tetap diperbolehkan dalam kondisi tertentu seperti cuaca panas atau risiko ISPA.

“Kalau demi menjaga kesehatan, itu tidak mengapa. Tapi kalau ingin lebih berhati-hati, bisa membayar fidyah dengan puasa tiga hari atau sedekah kepada enam fakir miskin,” jelasnya.

4. Hemat Energi, Gandakan Amal

Menjelang fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), jemaah dianjurkan menyimpan tenaga. Badriyah menyarankan untuk mengisi waktu dengan ibadah ringan seperti zikir, doa, tadarus, dan sedekah.

“Gunakan waktu ini untuk ibadah yang ringan tapi berpahala besar, seperti zikir, tadarus, sedekah, doa, sabar, dan pengendalian diri,” pesannya.

5. Hindari Perdebatan, Perkuat Keikhlasan

Perbedaan pendapat soal fikih sering memicu perdebatan di kalangan jemaah. Badriyah mengingatkan agar hal tersebut dihindari.

“Pilihlah pendapat yang paling menenangkan hati. Jangan habiskan waktu untuk memperdebatkan hal yang tidak perlu. Fokuslah pada niat dan keikhlasan,” imbaunya.

Sebagai penutup, Badriyah mengajak jemaah perempuan menjadikan wukuf sebagai momentum refleksi diri dan puncak kedekatan spiritual.

“Ketika kita lelah berjalan menuju Jamarat, niatkan sebagai langkah menuju Allah. Ketika kita melepaskan kenyamanan saat ihram, niatkan sebagai tanda cinta kepada-Nya. Semoga semua pengorbanan ini mengantarkan kita menjadi haji yang mabrur,” pungkasnya.

Haji Kementerian Agama

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB