Jumat, 13 Mar 2026
Jumat, 13 Maret 2026

Di Balik Diplomasi Budaya dan Kunjungan Resmi Prabowo ke Thailand

astakom, Bangkok,  — Di tengah hiruk pikuk protokol dan agenda resmi kenegaraan, ada sebuah momen yang memperlihatkan sisi lembut dari hubungan diplomatik Indonesia Thailand.

Senin siang itu, Gedung Santi Maitree di kompleks Government House Bangkok berubah menjadi panggung budaya yang hangat, ketika Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, mengajak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menelusuri kekayaan budaya Negeri Gajah Putih.

Bukan sekadar kunjungan protokoler, momen ini menjadi jeda yang memanusiakan diplomasi. Sebuah pameran budaya khas Thailand digelar khusus untuk menyambut tamu dari negeri serumpun. Di dalamnya, terpampang seni rupa, kerajinan tangan tradisional, dan aneka hidangan otentik yang menggoda rasa.

Presiden Prabowo tampak menyimak dengan seksama saat para pengrajin memperagakan proses pembuatan kerajinan tradisional. Dalam beberapa kesempatan, ia bahkan berdialog langsung, menunjukkan ketertarikan yang tulus terhadap nilai-nilai budaya yang terpatri dalam setiap karya.

Tak hanya itu, Presiden juga mencicipi hidangan khas Thailand yang tersaji di stan kuliner. Suasana menjadi semakin akrab ketika Perdana Menteri Paetongtarn mendampingi langsung, menjelaskan filosofi di balik cita rasa dan warna yang diusung kuliner Thailand.

Kehangatan interaksi itu menandai bahwa diplomasi tidak selalu harus kaku dan resmi—ia juga bisa diwarnai senyum, tawa, dan apresiasi budaya.

Pameran ini digelar sebelum jamuan santap siang resmi dan menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Thailand. Momen tersebut memperkuat pesan bahwa hubungan bilateral tidak semata dibangun lewat kerja sama ekonomi atau pertahanan, tapi juga melalui jalinan budaya yang menyentuh hati rakyat kedua negara.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Thailand diawali dengan agenda penuh kehormatan: audiensi bersama Raja Thailand, Yang Mulia Maha Vajiralongkorn, dan Ratu Suthida Bajrasudhabimalalakshana di Amphorn Royal Palace, Senin pagi. Tiba sekitar pukul 09.30 waktu setempat, Presiden disambut oleh Deputy Lord Chamberlain sebelum kemudian dijemput langsung oleh Raja dan Ratu di Front Hall istana.

Di balik nuansa megah istana dan protokol kerajaan yang khidmat, tersimpan simbol kuat dari hubungan historis dan strategis antara Indonesia dan Thailand. Dalam suasana audiensi yang akrab namun tetap sarat makna, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diterimanya.

Ia juga mengenang kedekatannya secara pribadi dengan Raja Thailand, sebuah hubungan yang tidak hanya berakar di institusi, tetapi juga pada simpul emosional antara pemimpin.

Feed Update

Hilal Check! BMKG & BRIN Prediksi Lebaran 2026 Jatuh pada 21 Maret

astakom.com, Jakarta - Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, muncul diskursus mengenai perbedaan tanggal hari raya yang diprediksi jatuh antara 20 atau 21 Maret 2026. Sebagai rujukan...

Kemenpar Gaspol Benahi Standar Usaha Pariwisata, Perkuat Perizinan dan Sertifikasi

astakom.com, Jakarta – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar) terus memperkuat tata kelola sektor pariwisata dengan menekankan pentingnya perizinan, standardisasi, dan sertifikasi bagi pelaku usaha...

Mendikdasmen Resmikan 726 Sekolah Hasil Revitalisasi TA 2025 di Aceh

astakom.com, Jakarta — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan hasil Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun anggaran (TA) 2025 di Kabupaten Bireuen, Provinsi...

Eks Menag Yaqut Resmi Ditahan KPK Hari Ini untuk 20 Hari Pertama

astakom.com, Jakarta — Eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut telah resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan tindak...

Satgas PKH Segel Tambang Ilegal PT Mineral Trobos di Malut, Denda lagi Dihitung

astakom.com, Jakarta — Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyegel area operasional PT Mineral Trobos yang diduga melakukan penambangan ilegal di kawasan hutan...

Seskab Teddy Minta Masyarakat Dukung PP Tunas: Lindungi Anak di Ruang Digital

astakom.com, Jakarta — Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengajak seluruh lapisan masyarakat mendukung implementasi Peraturan Pemerintah nomor 17 tahun 2025 tentang Perlindungan Tata Kelola...