Jumat, 13 Mar 2026
Jumat, 13 Maret 2026

APBN 2026 Fokus Wujudkan Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi Nasional

astakom, Jakarta — Pemerintah menegaskan arah kebijakan fiskal 2026 akan difokuskan untuk mewujudkan kedaulatan nasional di bidang pangan, energi, dan ekonomi sebagai respons terhadap perubahan global yang semakin tidak menentu.

Hal ini ditegaskan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menyampaikan Pengantar dan Keterangan Pemerintah atas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2026 dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (20/5).

“Kebijakan fiskal 2026 diarahkan untuk mewujudkan kedaulatan pangan, energi, dan ekonomi dalam rangka menuju Indonesia tangguh, mandiri, dan sejahtera,” tegas Sri Mulyani.

Menurut Menkeu, arah kebijakan tersebut diambil karena pemerintah melihat adanya perubahan mendasar dalam tatanan global.

Ia menjelaskan, bahwa globalisasi dan kerja sama antarnegara yang selama ini menjadi fondasi stabilitas dunia kini telah berubah menjadi fragmentasi dan kompetisi ketat di segala bidang.

“Proteksionisme dan orientasi inward looking serta prinsip my country first telah mengancam dan menghancurkan kerja sama bilateral dan multilateral,” jelasnya.

Menghadapi tekanan global yang semakin tinggi, kebijakan fiskal 2026 akan difokuskan pada instrumen yang mampu menahan gejolak dan mendorong ketahanan ekonomi jangka panjang.

Pemerintah akan memberikan insentif fiskal secara terarah, selektif, dan terukur untuk sektor-sektor strategis yang mendukung transformasi ekonomi.

Selain itu, belanja negara dirancang agar lebih produktif dan efisien, dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Penguatan kualitas belanja dilakukan dengan melanjutkan efisiensi belanja operasional dan rekonstruksi belanja agar lebih produktif dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat,” ujar Sri Mulyani.

Dalam rancangan fiskal 2026, pendapatan negara diproyeksikan mencapai 11,71 – 12,22 persen dari PDB, sementara belanja negara dipatok sebesar 14,19 – 14,75 persen dari PDB. Defisit fiskal juga dijaga pada kisaran 2,48 – 2,53 persen dari PDB.

Feed Update

Tetap Pantau Konflik Timur Tengah! Kemenpar Pastikan Wisata Indonesia Tetap Aman Buat Traveler

astakom.com, Jakarta – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang ikut dipantau pemerintah karena berpotensi memengaruhi mobilitas perjalanan global. Meski...

KPK Periksa Ketum PP Japto Soerjosoemarno, Dalami Dugaan Gratifikasi Tambang di Kukar

astakom.com, Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan penerimaan keuntungan dari hasil tambang di Kutai Kartanegara (Kukar) oleh Ketua Umum (Ketum) Pemuda Pancasila...

KSP Nilai Indonesia Aman di Tengah Konflik Timur Tengah: Presiden Prabowo sangat Visioner!

astakom.com, Jakarta — Memanasnya konflik di Timur Tengah antara Iran vs Amerika Serikat (AS)-Israel, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Muhammad Qodari menilai bahwa Indonesia...

Hilal Check! BMKG & BRIN Prediksi Lebaran 2026 Jatuh pada 21 Maret

astakom.com, Jakarta - Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, muncul diskursus mengenai perbedaan tanggal hari raya yang diprediksi jatuh antara 20 atau 21 Maret 2026. Sebagai rujukan...

Kemenpar Gaspol Benahi Standar Usaha Pariwisata, Perkuat Perizinan dan Sertifikasi

astakom.com, Jakarta – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar) terus memperkuat tata kelola sektor pariwisata dengan menekankan pentingnya perizinan, standardisasi, dan sertifikasi bagi pelaku usaha...

Mendikdasmen Resmikan 726 Sekolah Hasil Revitalisasi TA 2025 di Aceh

astakom.com, Jakarta — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan hasil Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun anggaran (TA) 2025 di Kabupaten Bireuen, Provinsi...