Jumat, 13 Mar 2026
Jumat, 13 Maret 2026

Budaya Maritim yang Toleran Jadi Perisai Radikalisme

astakom, Jakarta – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa kekayaan budaya maritim Indonesia memiliki peran penting dalam menangkal penyebaran paham radikalisme.

Menag Nasaruddin menyoroti keunikan Indonesia sebagai negara kepulauan, dengan ribuan budaya, suku, dan bahasa, namun tetap hidup rukun dalam satu bingkai persatuan.

“Kalau kita keliling dunia, tidak ada negara seperti Indonesia. Indonesia terdiri dari 17.380 pulau, 1.349 suku bangsa, 718 bahasa daerah, dan 2.240 komunitas adat. Tapi semua itu bisa hidup berdampingan secara damai,” ujarnya di Jakarta, sebagaimana dikutip astakom.com, Rabu (23/4).

Ia menilai, kekuatan Indonesia justru terletak pada karakter masyarakat maritim yang terbuka dan inklusif. Budaya ini dianggap lebih toleran dibandingkan budaya kontinental yang cenderung eksklusif dan hirarkis.

Menag juga menekankan bahwa meski Indonesia tidak memiliki figur kenabian seperti di Timur Tengah, masyarakatnya dikenal memiliki adab dan kedisiplinan tinggi.

“Di Indonesia, tidak ada nabi. Tapi masyarakatnya sudah sopan dan santun. Kita tiap tahun mendapat penghargaan sebagai jemaah haji paling tertib dan disiplin,” jelasnya.

Menurutnya, sikap kolaboratif masyarakat kepulauan tumbuh dari filosofi kehidupan laut yang mengajarkan untuk berbagi dan hidup berdampingan.

“Filosofinya, di mana ada pulau, kita boleh sandarkan perahu. Di mana ada sungai, kita boleh ambil air. Api, air, dan pantai tidak boleh dimonopoli. Karena itu, masyarakat maritim lebih kolaboratif dan terbuka,” lanjutnya.

Menag dalam kesempatan yang sama juga membandingkan kondisi Indonesia dengan sejumlah negara berbudaya kontinental seperti Afghanistan, Suriah, dan Sudan, yang meski secara etnis dan bahasa lebih homogen, justru lebih rawan konflik.

Ia menegaskan, bahwa radikalisme yang berkembang di Indonesia kerap kali bukan berasal dari akar lokal, melainkan dari provokasi dan pengaruh asing.

“Karena itu, radikalisme di Indonesia biasanya dipicu oleh pengaruh luar. Misalnya, penolakan pembangunan rumah ibadah, baik gereja atau masjid, sering bukan berasal dari warga lokal, tapi dari pendatang yang diprovokasi oleh jaringan luar,” ungkapnya.

Lebih jauh, Menag mengungkapkan fakta mengejutkan tentang meningkatnya peran perempuan dalam jaringan radikalisme. Ia menjelaskan bahwa konten-konten radikal di media sosial kini justru banyak disebarkan oleh perempuan.

“Konten radikal sekarang justru banyak diisi oleh perempuan. Karena mereka lebih intens berinteraksi dengan agama dan medsos. Bahkan ada suami yang kerja di deradikalisasi, istrinya justru agen radikalisme,” kata Menag.

Ia menekankan bahwa ancaman radikalisme kini berkembang secara dinamis dan tidak lagi bisa dipahami secara konvensional. Untuk itu, aparat seperti Densus 88 diminta untuk memiliki pendekatan yang lebih komprehensif.

Feed Update

Tetap Pantau Konflik Timur Tengah! Kemenpar Pastikan Wisata Indonesia Tetap Aman Buat Traveler

astakom.com, Jakarta – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang ikut dipantau pemerintah karena berpotensi memengaruhi mobilitas perjalanan global. Meski...

KPK Periksa Ketum PP Japto Soerjosoemarno, Dalami Dugaan Gratifikasi Tambang di Kukar

astakom.com, Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan penerimaan keuntungan dari hasil tambang di Kutai Kartanegara (Kukar) oleh Ketua Umum (Ketum) Pemuda Pancasila...

KSP Nilai Indonesia Aman di Tengah Konflik Timur Tengah: Presiden Prabowo sangat Visioner!

astakom.com, Jakarta — Memanasnya konflik di Timur Tengah antara Iran vs Amerika Serikat (AS)-Israel, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Muhammad Qodari menilai bahwa Indonesia...

Hilal Check! BMKG & BRIN Prediksi Lebaran 2026 Jatuh pada 21 Maret

astakom.com, Jakarta - Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, muncul diskursus mengenai perbedaan tanggal hari raya yang diprediksi jatuh antara 20 atau 21 Maret 2026. Sebagai rujukan...

Kemenpar Gaspol Benahi Standar Usaha Pariwisata, Perkuat Perizinan dan Sertifikasi

astakom.com, Jakarta – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar) terus memperkuat tata kelola sektor pariwisata dengan menekankan pentingnya perizinan, standardisasi, dan sertifikasi bagi pelaku usaha...

Mendikdasmen Resmikan 726 Sekolah Hasil Revitalisasi TA 2025 di Aceh

astakom.com, Jakarta — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan hasil Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun anggaran (TA) 2025 di Kabupaten Bireuen, Provinsi...