Momen Hari Nasional Aljazair: Menhaj Suarakan Palestina dan Kolaborasi Strategi
astakom.com, Jakarta – Peringatan Hari Nasional Aljazair ke-72 di Kuningan, Jakarta, Rabu (04/11/2026) malam, bukan cuma sekadar acara seremoni biasa. Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, memanfaatkan momen sejarah Revolusi 1 November 1954 ini untuk membakar semangat perjuangan kemerdekaan sekaligus spill komitmen Indonesia-Aljazair buat kawal penuh perjuangan rakyat Palestina di panggung dunia.
Jejak Sejarah KAA 1955
Persahabatan Jakarta dan Algiers ini sebenarnya bukan barang baru. Menhaj mengungkapkan kalau chemistry kedua negara sudah terbangun kuat sejak Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 di Bandung, yang akhirnya jadi pondasi kokoh pas hubungan diplomatik resmi dibuka pada 1963. Semangat pantang menyerah rakyat Aljazair pas lawan penjajahan rasanya relatable banget sama perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Suara Teguh buat Palestina
Di depan para diplomat dan tamu undangan, Menhaj menegaskan kembali posisi teguh kedua negara dalam memperjuangkan hak-hak fundamental rakyat Palestina. Fokus utamanya mencakup hak menentukan nasib sendiri, pembentukan negara yang berdaulat, penegakan hukum internasional, serta jaminan pasokan bantuan kemanusiaan tanpa hambatan.
"Indonesia dan Aljazair menegaskan kembali komitmen bersama mereka untuk sepenuhnya mendukung hak-hak sah rakyat Palestina, termasuk hak untuk menentukan nasib sendiri dan pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat. Kedua negara juga menekankan pentingnya menghormati hukum internasional, melindungi warga sipil, dan memastikan kelancaran penyaluran bantuan kemanusiaan untuk mencapai perdamaian yang adil dan abadi di Timur Tengah," tegas Menteri dalam pidatonya.
Ekspansi Ekonomi & Budaya
Nggak cuma soal diplomasi politik, kedua negara juga siap auto gercep memperluas ekspansi kerja sama ekonomi. Sektor energi, pupuk, fosfat, dan pertanian jadi menu utama yang bakal digarap lewat kolaborasi BUMN serta komunitas bisnis dari kedua belah pihak. Di sisi lain, kebudayaan Indonesia makin gacor di Aljazair berkat popularitas Pencak Silat yang makin digandrungi warga lokal sana.
"Di bidang ekonomi, kami melihat peluang yang menjanjikan untuk lebih memperkuat perdagangan dan investasi, khususnya di bidang energi, pupuk, fosfat, pertanian, dan sektor strategis lainnya," papar Menhaj.
Sinyal Positif di ASEAN
Kemitraan ini makin solid setelah Aljazair resmi menandatangani Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama ASEAN (TAC) pada 9 Juli 2025 di Kuala Lumpur. Langkah politik ini dinilai jadi sinyal positif Aljazair buat makin aktif menjalin koneksi dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara. Menhaj pun menutup sambutannya dengan meyakini kalau nilai persaudaraan ini bakal terus membawa manfaat nyata bagi stabilitas dan kemakmuran dunia. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Hubungan diplomatik Indonesia dan Aljazair terbukti bukan cuma sebatas formalitas, tapi wujud nyata solidaritas global yang konsisten membela Palestina dan memperluas kolaborasi strategis. Lewat nilai sejarah yang kuat sejak KAA 1955, kemitraan ini membuktikan kalau diplomasi tingkat tinggi tetap relevan buat menciptakan dampak nyata bagi stabilitas dunia dan generasi mendatang.









