Progres Proyek Abadi Masela: FEED Rampung 3 Bulan Lebih Cepat, Produksi Gas Ditargetkan 2030
astakom.com, Jakarta - Update soal progres proyek LNG Abadi Masela yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu. Kabar terbaru Inpex Masela Ltd. udah resmi menuntaskan tahap front-end engineering design (FEED) Proyek LNG Abadi Masela.
Tahapan ini jadi milestone teknis yang krusial banget sebelum proyek raksasa ini melangkah ke fase berikutnya.
Fyi, FEED merupakan tahap perancangan teknik fundamental yang mencakup penyusunan dasar desain, spesifikasi, serta kebutuhan teknis proyek. Hasil pekerjaan tersebut nantinya bakal jadi acuan utama buat mengawal proses pembangunan fasilitas LNG Abadi Masela secara keseluruhan.
Menariknya, pengerjaan FEED proyek ini sukses completed tiga bulan lebih cepet dari target awal yang mestinya baru rampung akhir tahun 2026. Proyek ini sendiri punya nilai investasi yang nggak main-main, tembus sekitar 22 miliar dolar AS dengan target produksi gas mencapai 9,5 MTPA LNG.
Tantangan rumit yang sukses dilibas
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), Djoko Siswanto, ngespill kalo Proyek LNG Abadi Masela merupakan salah satu pekerjaan FEED yang punya tingkat kerumitan tinggi.
Meski begitu pihak kontraktor dinilai terbiasa hustle, capable, dan mampu menyelesaikan tahapan ini dengan hasil yang baik.
“Alhamdulilah FEED lebih cepat 3 bulan karena rampung pada Oktober. Mudah-mudahan FID (Final Investment Decision) segera atau paling telat kalau bisa akhir januari 2027,” ungkap Djoko saat seremoni FEED Completion di Jakarta, dikutip astakom.com pada Rabu (28/10/2026).
Sebagai catatan, FID merupakan titik krusial dalam siklus proyek skala besar. Di sinilah momen saat konsorsium investor resmi setuju atau berkomitmen penuh buat mendanai serta mengeksekusi proyek. Djoko optimis proyek Abadi Masela bisa langsung tancap gas ke tahap selanjutnya karena Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) bakal segera diteken.
Target operasional 2030
Berkat berbagai akselerasi yang digeber kontraktor, pemerintah berharap gas Masela udah bisa on point menyembur paling lambat pada 2030.
“PJBG selain FID adalah syarat utama konsorsium Inpex menyetujui FID. Ada satu lagi pengadaan barang dan jasa. Mudah-mudahan bisa ikut cepat. Produksi gas mulai secepatnya kalau bisa 2029, bagus 2030 paling telat akhir tahun 2030," kata Djoko.
Fokus baru menuju fase EPCI
Sementara itu, President Director Inpex Masela Ltd., Kenji Hasegawa, membeberkan bahwa FEED kali ini mencakup cakupan rekayasa awal yang sangat komprehensif. Mulai dari fasilitas onshore LNG (OLNG) dan floating production storage and offloading (FPSO), hingga rekayasa subsea umbilicals, risers and flowlines (SURF), serta gas export pipeline (GEP).
“Dengan selesainya tahap FEED, kini kami berfokus pada pencapaian berikutnya. Selesainya tahap FEED bukanlah tujuan akhir kita, melainkan bagian dari kemajuan menuju fase EPCI dan upaya mencapai Final Investment Decision (FID),” kata Presdir Inpex, Kenji.
Komitmen perkuat sinergi
Ia juga menegaskan bahwa kelanjutan proyek ini bakal terus membutuhkan koordinasi intens serta komitmen berkelanjutan dari semua pihak yang terlibat.
“INPEX tetap berkomitmen untuk bekerja sama secara erat dengan pemerintah, mitra joint venture, kontraktor, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memajukan proyek ini secara aman dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Proses penyelesaian FEED ini turut melibatkan deretan perusahaan rekayasa serta mitra teknis terkemuka, di antaranya Saipem, Tripatra, McDermott, Technip, JGC, TEN, KBR Indonesia, PT Adhi Karya, Samsung E&A, dan Worley.
Dengan kolaborasi solid ini, energi masa depan Indonesia siap dihadirkan secara nyata dan siap ngasih impact besar. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Proyek LNG Abadi Masela makin dekat ke tahap eksekusi! Inpex Masela Ltd. sukses merampungkan FEED tiga bulan lebih cepat dari target, membuka jalan menuju fase EPCI dan Final Investment Decision (FID). Dengan nilai investasi sekitar US$22 miliar dan target produksi 9,5 MTPA LNG, proyek ini diharapkan mulai beroperasi paling lambat akhir 2030. Kuncinya sekarang ada pada percepatan FID, penandatanganan PJBG, dan pengadaan barang serta jasa agar potensi gas Masela bisa segera mendukung ketahanan energi nasional.








