Spill Museum Bank Indonesia, Wisata Kota Tua yang Punya Cerita Panjang Sejarah Uang
astakom.com, Jakarta – Kawasan Kota Tua Jakarta bukan cuma menawarkan bangunan lawas dan spot foto bernuansa klasik. Di kawasan ini, ada Museum Bank Indonesia yang menyimpan cerita tentang perjalanan sistem keuangan Indonesia, mulai dari uang yang digunakan pada masa lampau hingga perkembangan bank sentral nasional.
Menghimpun informasi dari situs resmi Bank Indonesia dan Kementerian Kebudayaan dikutip pada Kamis (29/10/2026), Museum Bank Indonesia menarik untuk masuk daftar tujuan wisata edukatif karena pengunjung tidak hanya melihat bangunan bersejarah, tetapi juga bisa mengenal perkembangan mata uang, kebijakan moneter, dan peran bank sentral dari masa ke masa. Sebelum berkunjung, ada beberapa fakta menarik, informasi tiket, dan aturan kunjungan yang perlu diketahui.
Berawal dari gedung De Javasche Bank
Sebelum menjadi museum, bangunan yang sekarang ditempati Museum Bank Indonesia merupakan gedung yang pernah digunakan oleh De Javasche Bank (DJB), bank yang menjadi cikal bakal Bank Indonesia. Keberadaan bangunan tersebut berkaitan erat dengan sejarah perkembangan sistem perbankan di Indonesia pada masa kolonial.
Berdasarkan catatan resmi Bank Indonesia, De Javasche Bank didirikan pada 1828 setelah pemerintah Kerajaan Belanda memberikan hak istimewa atau octrooi kepada bank tersebut untuk menjalankan fungsi sebagai bank sirkulasi. Pada masa itu, DJB memiliki kewenangan mencetak dan mengedarkan uang gulden di wilayah Hindia Belanda.
Setelah perjalanan panjang sejarah perbankan Indonesia, Bank Indonesia resmi berdiri sebagai bank sentral Republik Indonesia pada 1 Juli 1953. Gedung yang kini menjadi Museum Bank Indonesia kemudian dimanfaatkan untuk memperkenalkan perjalanan sejarah bank sentral dan perkembangan kebijakan keuangan kepada masyarakat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan bangunan tersebut sebagai bangunan cagar budaya melalui SK Gubernur DKI Jakarta Nomor 475 Tahun 1993. Museum Bank Indonesia kemudian dibuka untuk umum pada 15 Desember 2006 dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Juli 2009.
Bukan cuma uang kuno, ada ruang emas dan pameran interaktif
Salah satu hal menarik dari Museum Bank Indonesia adalah koleksinya yang tidak terbatas pada uang kertas dan koin. Museum ini juga menyajikan informasi mengenai perkembangan kebijakan moneter, sistem pembayaran, serta peran Bank Indonesia dalam perjalanan perekonomian nasional.
Berdasarkan informasi resmi museum, beberapa bagian yang dapat dikenal pengunjung antara lain:
- Ruang numismatik: menyajikan koleksi uang kertas dan koin, termasuk mata uang dari masa kerajaan di Nusantara, periode kolonial, hingga perkembangan uang pada masa Indonesia merdeka.
- Ruang emas moneter: menjadi salah satu area pamer yang berkaitan dengan sejarah dan peran emas dalam sistem moneter.
- Metamorfosis logo Bank Indonesia: memperlihatkan perubahan identitas visual Bank Indonesia dari waktu ke waktu.
- Pameran multimedia interaktif: membantu pengunjung memahami informasi mengenai sejarah bank sentral dan kebijakan keuangan dengan cara yang lebih menarik.
Keunikan lainnya terletak pada gedung bersejarah yang ditempati museum. Bangunan ini bukan sekadar tempat menyimpan koleksi, tetapi juga bagian dari warisan sejarah Kota Tua Jakarta yang terus dilestarikan.
Karena itu, kunjungan ke Museum Bank Indonesia bisa menjadi pilihan buat yang ingin menikmati wisata sejarah sekaligus menambah pemahaman mengenai dunia keuangan. Pengunjung dapat mengenal bagaimana uang dan lembaga perbankan berkembang serta berkaitan dengan perjalanan bangsa Indonesia.
Cara masuk, harga tiket, dan jam operasional
Buat yang tertarik berkunjung, Museum Bank Indonesia beralamat di Jalan Pintu Besar Utara Nomor 3, kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Lokasinya berada di kawasan wisata bersejarah yang juga memiliki sejumlah museum dan bangunan peninggalan masa kolonial.
Mengacu pada informasi layanan kunjungan di situs resmi Bank Indonesia, berikut panduan yang perlu diperhatikan sebelum datang:
Harga tiket masuk
- Pengunjung individu: Rp5.000 per orang.
- Pelajar atau mahasiswa: gratis dengan menunjukkan kartu pelajar atau kartu mahasiswa yang sesuai.
- Rombongan yang sudah mendaftar dan mendapatkan verifikasi: dapat memperoleh fasilitas kunjungan gratis sesuai ketentuan pengelola.
Jam operasional
- Selasa–Minggu: pukul 08.00–16.00 WIB.
- Senin dan hari libur nasional: tutup.
Pengunjung individu dapat datang langsung dan membeli tiket di lokasi. Sementara itu, kunjungan rombongan perlu didaftarkan terlebih dahulu melalui layanan Museum Bank Indonesia.
Berdasarkan ketentuan resmi untuk kunjungan grup, jumlah peserta berada pada rentang minimal 20 orang dan maksimal 150 orang per sesi. Pendaftaran dapat dilakukan dengan menghubungi layanan kunjungan museum melalui WhatsApp, kemudian mengikuti proses pengajuan dan verifikasi dari pengelola.
Perlu diperhatikan, jadwal sesi kunjungan rombongan dan jam operasional umum tidak sepenuhnya sama. Untuk kunjungan grup, situs resmi mencantumkan sesi pukul 08.00–10.00 WIB, 10.00–12.00 WIB, dan 13.00–15.00 WIB. Karena itu, rombongan sebaiknya melakukan konfirmasi sebelum datang.
Sebelum berangkat, pengunjung juga disarankan mengecek kembali informasi terbaru melalui situs resmi Bank Indonesia, terutama jika ingin mengikuti layanan pemanduan atau kegiatan edukasi tertentu. (deA/aNs)
Gen Z Takeaway
Museum Bank Indonesia bisa menjadi pilihan buat kamu yang ingin menjelajahi Kota Tua dengan pengalaman yang lebih berbobot. Di balik bangunannya yang bersejarah, ada cerita tentang perjalanan uang, perkembangan bank sentral, hingga kebijakan ekonomi Indonesia yang bisa dipelajari lewat koleksi dan pameran interaktif. Dengan tiket individu Rp5.000 berdasarkan informasi resmi yang tersedia, tempat ini layak dipertimbangkan untuk wisata edukatif. Pastikan saja kamu datang sesuai jadwal operasional dan memeriksa ketentuan terbaru sebelum berkunjung.









