PBB Siap Reformasi Demi Dukung Pembangunan Indonesia, Ini Bukti Nyatanya!

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:06 WIB
PBB Siap Reformasi Demi Dukung Pembangunan Indonesia, Ini Bukti Nyatanya!
PBB Soroti Lonjakan Kekerasan di Tepi Barat yang Semakin Memprihatinkan [Ilustrasi Bendera PBB/Gemini AI]

astakom.com, Jakarta – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menekankan krusialnya beradaptasi dengan arah pembangunan Indonesia agar tetap mampu memberikan manfaat nyata bagi warga.

Kepala Perwakilan PBB di Indonesia, Gita Sabharwal, menyampaikan pandangan tersebut saat menghadiri peringatan UN Day 2026 di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta.

Menurutnya, pembenahan internal PBB menjadi langkah wajib di tengah pergeseran global dan era baru pembangunan nasional. Ia menekankan kalau kerja sama antarnegara mesti membawa perubahan real, bukan sekadar agenda di atas kertas.

“Seiring perubahan Indonesia, PBB juga harus berubah bersamanya,” tutur Kepala Perwakilan PBB di Indonesia Gita Sabharwal pada peringatan UN Day 2026 di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

“Reformasi bukanlah sebuah kemewahan. Reformasi adalah harga yang harus dibayar agar tetap relevan,” ungkapnya.

Alasan PBB harus berubah

Sabharwal menjelaskan kalau badan dunia ini hadir bukan untuk mengambil alih seluruh urusan domestik, melainkan memperkuat kapasitas lembaga lokal lewat kepakaran internasional, standar global, kolaborasi, serta pendanaan.

Deretan bukti nyata

Berbagai program terbukti telah berjalan, mulai dari penguatan layanan kesehatan ibu pada lebih dari 9.000 Puskesmas, pengelolaan berkelanjutan atas lima juta hektare hutan dan gambut, hingga penyusunan peta jalan energi surya 100 gigawatt.

Selain itu, pendampingan diberikan kepada 1.200 pabrik demi efisiensi sumber daya serta efisiensi rantai pasok pertanian yang menyentuh 3,6 juta jiwa.

“Indonesia tidak membutuhkan PBB untuk melakukan segalanya,” ungkap Sabharwal.

Wadah suara generasi muda

Selain sektor pembangunan fisik dan lingkungan, pelibatan generasi muda menjadi fokus utama dalam menentukan arah masa depan.

Lewat wadah Letters to 2045, kaum muda diberikan ruang untuk menuangkan aspirasi terkait visi bangsa di panggung dunia. Sabharwal mengakhiri pernyataannya dengan mengajak seluruh pihak memperkuat solidaritas, menjaga dialog, serta mengawal penegakan hak asasi manusia dan perdamaian global.

“Pada akhirnya, tugas kita adalah memperbarui multilateralisme untuk dunia yang sedang terbentuk,” jelasnya.

81 Tahun kemitraan

Mengusung tema “Indonesia and the United Nations: Leadership for Our Common Future,” acara ini digagas Kementerian Luar Negeri RI bersanding dengan Kantor Perwakilan PBB di Indonesia, Kemenko PMK, serta UN Global Compact Network Indonesia.

Momen ini menandai 81 tahun usia PBB sekaligus 76 tahun kemitraan strategis dengan Indonesia, yang dimeriahkan oleh pameran 20 badan PBB, diskusi lintas generasi, serta peluncuran resmi publikasi Letters to 2045. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

PBB nggak mau cuma jualan wacana di atas kertas! Di usianya yang ke-81, mereka makin serius berbenah diri biar tetep relevan dan match sama arah pembangunan Indonesia. Mulai dari urusan kesehatan ibu, energi surya, sampai nampung aspirasi anak muda lewat Letters to 2045, kemitraan ini buktiin kalau kolaborasi global emang harus beneran bawa dampak riil buat masyarakat.

PBB Perserikatan Bangsa-Bangsa Hari PBB Hari PBB 2026

Infografis

Terkini