2 Tahun Presiden Prabowo-Wapres Gibran, Mendes Yandri Ungkap Lahirnya Desa Ekspor

Editor: A. Cuwantoro
Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:34 WIB
2 Tahun Presiden Prabowo-Wapres Gibran, Mendes Yandri Ungkap Lahirnya Desa Ekspor
Mendes Yandri menjadi pembicara kunci dalam program "2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran" di Kampus Universitas Tarumanagara (UNTAR), Petamburan, Jakarta Barat, Selasa (27/10/2026). [Kemendes]

astakom.com, Jakarta — Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto memaparkan capaian strategis dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Salah satu buah manis dari kebijakan pembangunan dari akar rumput adalah masifnya kemunculan desa-desa berorientasi ekspor yang didorong oleh produktivitas potensi lokal.

Hal tersebut diungkapkan Mendes Yandri saat menjadi pembicara kunci dalam program "2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran" yang dihelat di Kampus Universitas Tarumanagara (UNTAR), Petamburan, Jakarta Barat, Selasa (27/10/2026).

Menurutnya, pengelolaan potensi unggulan desa yang produktif dan berkelanjutan tidak hanya sukses memperluas jangkauan pasar hingga kancah internasional, tetapi juga terbukti mendongkrak nilai tambah ekonomi lokal serta membuka lapangan kerja baru bagi warga desa.

"Ada Badan Usaha Milik Desa yang pendapatan per tahunnya itu 17 miliar, ada yang 28 miliar, dan lain sebagainya. Yang tata kelola Badan Usaha Milik Desa ini ada Desa Ikan Nila, Desa Ekspor, dan lain sebagainya," papar Mendes Yandri dalam rilis yang diterima redaksi astakom.com.

Transformasi Asta Cita ke-6 lewat 12 aksi bangun desa

Mendes Yandri menegaskan bahwa seluruh capaian progresif di tingkat perdesaan ini merupakan wujud nyata penerjemahan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan. Visi besar tersebut dijabarkan kementeriannya ke dalam program strategis bertajuk "12 Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia".

Melalui kerangka kerja ini, paradigma pembangunan nasional diubah secara fundamental—menempatkan desa bukan lagi sekadar objek penerima program, melainkan subjek utama yang memegang kendali atas arah kemajuan bangsa di masa depan.

"Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo kami turunkan menjadi 12 Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia. Karena dengan 12 Aksi Bangun Desa Bangun Indonesia, maka desa akan menentukan arah bangsa ini ke depan," jelasnya.

Revitalisasi BUM Desa jadi pilar pertumbuhan ekonomi nasional

Sebagai instrumen utama dalam implementasi "12 Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia", Kementerian Desa dan PDT terus menggencarkan revitalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa). Langkah ini diarahkan untuk memperkokoh BUM Desa sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan, mengoptimalkan komoditas unggulan, sekaligus mengakselerasi kesejahteraan masyarakat secara merata.

Dengan ribuan BUM Desa yang kini aktif beroperasi dan mencatatkan prestasi finansial gemilang, revitalisasi unit-unit usaha di tingkat lokal diyakini mampu memperkokoh kemandirian ekonomi perdesaan dan menjadikan desa sebagai pilar penyangga utama pertumbuhan ekonomi makro nasional.

"Dari 12 Aksi Bangun Desa Bangun Indonesia itu kita lakukan di antaranya revitalisasi Badan Usaha Milik Desa atau BUM Des. Yang jumlahnya ribuan, prestasinya sudah banyak," pungkas Mendes Yandri. (ACwan/RaM)

Gen Z Takeaway

Desa glow up level internasional! Di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran, program 'Desa Ekspor' dan revitalisasi BUM Desa bener-bener buktiin kalau ekonomi akar rumput nggak bisa dipandang sebelah mata—dengan omzet BUM Desa yang tembus belasan hingga puluhan miliar rupiah. Lewat konsep desa sebagai subjek utama pembangunan, masa depan ekonomi Indonesia jelas siap ngebut dari desa!

Kemendes Mendes PDT Yandri Susanto Asta Cita Desa Ekspor

Infografis

Terkini