OJK Catat Pembiayaan Daerah Rp53 Triliun, Menjangkau 2,1 Juta Penerima
astakom.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian baru saja membeberkan pencapaian super fantastis terkait penyaluran dana pembiayaan dan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Lewat ajang Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIEXpo Jakarta, terungkap bagaimana duit negara digelontorkan buat nge-boost ekonomi akar rumput.
Kredit pembiayaan daerah
OJK ngasih spoiler penting. Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, ngespill kalau realisasi penyaluran kredit pembiayaan daerah udah tembus Rp53 triliun cuma dalam kurun waktu tiga bulan dari Agustus sampai Oktober 2026. Angka ini sukses nyampe ke tangan 2,1 juta penerima manfaat.
"Program ini dari mulai bulan Agustus, September, Oktober sudah terjadi pemberian kredit pembiayaan kepada 2.100.000 penerima sebesar Rp53 triliun rupiah," kata Kiki, sapaan akrab Friderica di JIExpo Kemayoran Jakarta, beberapa waktu lalu.
Enggak sendirian, pergerakan masif ini ditopang oleh setidaknya 350 Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) serta dukungan penuh dari Bank Pembangunan Daerah (BPD).
Selain itu, program buat ngelawan rentenir alias kredit pembiayaan melawan rentenir juga udah nyalurin Rp64,8 triliun ke 2,3 juta debitur. Belum lagi alokasi sektor prioritas yang nyentuh Rp5,4 triliun bagi lebih dari 103.000 debitur.
KUR Rp257 triliun cair
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, nambahin data yang enggak kalah gokil. Per tanggal 20 Oktober 2026, realisasi penyaluran KUR udah sukses menyentuh angka Rp257,84 triliun dari total plafon anggaran sebesar Rp300 triliun.
Program ini terbukti worth it banget karena sukses menyokong sekitar 4 juta debitur UMKM.
Kalau dibedah secara real-time, Pulau Jawa masih jadi pusat gravitasi dengan porsi penyaluran terbesar:
- Jawa Tengah: Rp45,46 triliun
- Jawa Timur: Rp41,84 triliun
- Jawa Barat: Rp27,76 triliun
Tapi, penyaluran dana segar ini lowkey juga merambah wilayah Indonesia Timur dengan catatan yang vibes-nya positif banget:
- Nusa Tenggara Timur (NTT): Rp2,6 triliun
- Papua: Rp1,76 triliun
- Maluku: Rp1 triliun
Misi Besar: akses keuangan merata
Dikutip dari astakom.com sebelumnya, Airlangga secara tegas spill kalau penguatan TPAKD bakal terus digenjot habis-habisan supaya pemerataan ekonomi makin merata. Akses perbankan dan pembiayaan murah dinilai jadi cheat code utama buat memajukan usaha rakyat kecil di berbagai pelosok.
"Jadi, TPAKD terus memperluas pembiayaan dan mendukung program prioritas pemerintah sekaligus mendorong inklusi keuangan untuk pemerataan ekonomi rakyat," pungkasnya.
Dengan sokongan dana jumbo ini, harapannya para pelaku usaha lokal makin level up dan ekonomi Indonesia makin stabil ke depannya. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Penyaluran kredit buat menggerakkan ekonomi rakyat makin menunjukkan hasil positif. OJK mencatat pembiayaan daerah mencapai Rp53 triliun untuk 2,1 juta penerima manfaat dalam tiga bulan, sementara realisasi KUR menembus Rp257,84 triliun per 20 Oktober 2026. Jawa masih mendominasi penyaluran KUR, tetapi wilayah timur seperti NTT, Papua, dan Maluku juga mulai mencatat aliran pembiayaan yang signifikan. Ke depan, penguatan TPAKD diharapkan bisa memperluas akses pembiayaan murah agar UMKM makin berkembang dan pemerataan ekonomi makin nyata.







