Biar Gak Cuma Penonton! Pemerintah Racik Formulasi Khusus Libatkan UMKM di Program MBG
astakom.com, Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus tancap gas. Biar dampaknya makin kerasa sampai ke akar rumput, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) gak mau tinggal diam. Saat ini, mereka lagi ngeracik formulasi khusus supaya para pelaku UMKM di berbagai daerah bisa ikut ambil bagian secara masif sebagai pemasok bahan makanan.
Langkah strategis ini diambil biar rantai pasok program MBG gak cuma dikuasai pemain besar, tapi juga benar-benar menghidupkan roda ekonomi lokal dan memberdayakan pedagang kecil.
BGN sibuk benahi internal, Kementerian UMKM geber strategi masuk
Proses kolaborasi ini terus dimatangkan di tingkat pusat hingga daerah. Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini sedang melakukan pembenahan dari dalam untuk memastikan seluruh tata kelola penyaluran program berjalan efisien dan transparan. Di saat yang sama, Kementerian UMKM langsung bergerak cepat menyiapkan regulasi dan mekanisme teknis agar UMKM bisa masuk ke dalam ekosistem pasokan tanpa hambatan birokrasi yang ribet.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan bahwa koordinasi erat terus dilakukan bersama BGN demi menciptakan formula terbaik yang saling menguntungkan.
"Sekarang BGN (Badan Gizi Nasional) selama dipimpin oleh Pak Sudaryono (Kepala BGN) kini sedang melakukan penataan internal. Sekaligus nanti bersama-sama dengan kami dari Kementerian UMKM," kata Menteri UMKM Maman Abdurrahman kepada wartawan di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (25/10/2026).
Langkah penataan ini penting dilakukan agar program nasional skala besar ini tidak hanya tepat sasaran secara kualitas gizi, tetapi juga memberikan efek domino yang kuat bagi perekonomian rakyat.
"Kementerian UMKM, kita juga sedang menyiapkan formulasi untuk mendorong partisipasi keterlibatan UMKM sebesar-besarnya," tuturnya, dikutip astakom.com pada Senin (26/10/2026).
Puluhan ribu UMKM sudah gabung, tapi target masih mau digas!
Keterlibatan UMKM dalam menyuplai kebutuhan dapur umum sebenarnya sudah mulai berjalan di lapangan. Banyak pedagang lokal yang mendistribusikan komoditas pangan harian, mulai dari telur, sayur-mayur, beras, hingga bahan protein lainnya ke dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di wilayah masing-masing.
Menteri Maman mengeklaim, sejauh ini sudah lebih dari 68 ribuan UMKM yang menjadi pemasok bagi dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di Indonesia, seperti bahan makanan, telur dan lainnya. Ia menyebut suplai bahan ini dari daerah masing-masing yang sudah terdata.
Meski angkanya sudah menyentuh puluhan ribu, pemerintah merasa angka tersebut masih belum maksimal jika dibandingkan dengan potensi UMKM yang ada di seluruh pelosok Nusantara.
"Artinya (sudah diakomodir), tapi dari target 68 ribu itu kita memang menganggap masih perlu ditingkatkan agar partisipasi UMKM sebanyak-banyaknya bisa didapatkan. Ini sedang kita siapkan formulasinya," ujarnya menegaskan.
Ekonomi kerakyatan jadi harga mati di era Kabinet Merah Putih
Dorongan kuat untuk melibatkan pelaku usaha kecil ini bukan tanpa alasan. Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan tegas kepada seluruh jajaran menteri dan lembaga di Kabinet Merah Putih untuk menaruh perhatian ekstra pada penguatan ekonomi kerakyatan. Program MBG menjadi salah satu wadah paling konkrit untuk memutar uang negara langsung di tingkat pedagang pasar dan petani lokal.
Sektor UMKM sendiri memang menjadi tulang punggung utama perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024, jumlah UMKM saat ini mencapai 64,2 juta unit usaha, atau sekitar 99,99 persen dari total unit usaha di Indonesia.
Tak cuma dari sisi jumlah unit usaha, daya serap tenaga kerja dari sektor ini juga sangat fantastis. Pada sektor UMKM ini diklaim menyerap tenaga kerja sekitar 123 juta orang atau sekitar 97 persen tenaga kerja nasional. Keberadaan UMKM dianggap menjadi penopang utama dalam mengurangi angka pengangguran.
Dengan hadirnya formulasi baru dari Kementerian UMKM ini, diharapkan program Makan Bergizi Gratis gak cuma bikin anak sekolah makin sehat dan pintar, tapi juga bikin dompet pelaku usaha lokal makin tebal dan lapangan kerja makin terbuka lebar. (aNs)
Gen Z Takeaway
Pemerintah fix gak mau bikin UMKM cuma jadi penonton pas program Makan Bergizi Gratis (MBG) lagi tancap gas, makanya Kementerian UMKM bareng Badan Gizi Nasional (BGN) langsung geber formulasi khusus biar puluhan ribu pedagang lokal bisa spill pasokan bahan pangan harian kayak telur sama sayur langsung ke dapur SPPG. Langkah ini sejalan banget sama arahan Presiden Prabowo yang mewajibkan Kabinet Merah Putih buat meng-hold tight ekonomi kerakyatan, mengingat 64,2 juta unit UMKM itu fix jadi tulang punggung yang menyerap 97 persen tenaga kerja nasional biar ekonomi lokal makin menyala dan angka pengangguran auto drop!








