Hasil Kajian DEN: Program MBG Bikin Bocil Makin Rajin Masuk Sekolah dan Semangat Belajar Naik
astakom.com, Jakarta - Dampak nyata dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) terungkap lewat riset mendalam. Dewan Ekonomi Nasional (DEN) secara resmi memaparkan hasil kajian dampak program MBG langsung kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (20/10/2026).
Riset komprehensif ini membuktikan bahwa program MBG sukses menekan tingkat pembolosan/absensi siswa, menghempas rasa lapar di kelas, serta mendongkrak semangat belajar anak secara signifikan.
Riset gandeng BPS tembus susenas
Anggota DEN, Mochamad Firman Hidayat, menjelaskan bahwa kajian ini disusun lewat modul khusus dalam Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) hasil kolaborasi DEN bersama Badan Pusat Statistik (BPS) serta lembaga terkait sejak September 2025 di seluruh Indonesia.
Firman membeberkan bahwa siswa penerima MBG tercatat jauh lebih rajin hadir di sekolah ketimbang non-penerima. Jurang perbedaan angka kehadiran ini bahkan terlihat paling mencolok pada kelompok keluarga termiskin alias Desil-1.
“Ketika dia non-penerima MBG, dia akan sering absen, sementara kalau penerima MBG dia akan relatif tidak absen ke sekolah, dan ini semakin tinggi berkurangnya absen seiring dengan intensitas penerimaan MBG di sekolahnya. Jadi saya kira ini satu hal yang positif,” jelas Firman.
Kualitas menu jadi kunci
Nggak cuma urusan kehadiran, temuan DEN juga menyoroti korelasi kuat antara kualitas sajian makanan dengan motivasi belajar anak. Data menunjukkan sebanyak 95 persen siswa penerima MBG yang menganggap kualitas menu 'sangat baik' mengaku semangat belajar mereka langsung melonjak drastis.
Sebaliknya, saat kualitas menu dinilai buruk, grafik semangat belajar siswa ikut merosot tajam. Alhasil, DEN merekomendasikan langsung kepada Presiden Prabowo untuk menjaga standar nutrisi dan cita rasa menu makanan di setiap sekolah.
“Artinya memang salah satu rekomendasi kami ke Bapak Presiden yang tadi kami sampaikan, perlu diperhatikan kualitas menu MBG karena ini berkorelasi dengan rasa lapar dan semangat belajar anak di sekolah,” ujar Firman.
DEN minta pemerintah prioritaskan wilayah pedesaan dan daerah 3T
Di samping evaluasi menu, DEN memberikan catatan kritis terkait pemerataan distribusi program. Berdasarkan data Susenas periode September, penyaluran MBG saat ini dinilai masih cenderung terkonsentrasi di kawasan perkotaan dibandingkan wilayah perdesaan.
Firman mendorong pemerintah agar ke depannya memperluas jangkauan dan memprioritaskan wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) serta kantong-kantong kemiskinan agar manfaat program MBG tepat sasaran.
“Artinya perlu ada prioritas yang lebih baik, terutama untuk daerah 3T, daerah pedesaan, dan masyarakat miskin,” pungkas Firman. (RaM)
Gen Z Takeaway
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti gak cuma bikin kenyang, tapi juga bikin anak sekolah makin rajin! Kajian DEN dan BPS yang dilaporkan ke Presiden Prabowo pada Selasa (20/10/2026) membuktikan kalau MBG sukses memangkas angka bolos sekolah—terutama di keluarga paling miskin (Desil-1). Malahan, 95 persen siswa ngaku semangat belajarnya meroket kalau menu MBG-nya enak dan berkualitas. Biar makin adil, DEN mewanti-wanti agar distribusi MBG selanjutnya lebih difokuskan ke daerah 3T dan perdesaan.









