Kemenhut Tingkatkan Water Bombing Karhutla Tanjung Puting Jadi 26 Kali

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Senin, 19 Oktober 2026 | 09:02 WIB
Kemenhut Tingkatkan Water Bombing Karhutla Tanjung Puting Jadi 26 Kali
Kemenhut Tingkatkan Water Bombing Karhutla Tanjung Puting Jadi 26 Kali [Dok. Kemenhut]

astakom.com, Jakarta – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, terus diperkuat melalui operasi udara dan darat. Frekuensi pemadaman menggunakan metode water bombing meningkat dari 16 kali pada Sabtu (17/10/2026) menjadi 26 kali pada Minggu (18/10/2026), dengan operasi yang masih berlanjut pada siang hari.

Melansir dari keterangan resmi Kementerian Kehutanan pada Minggu (18/10/2026), peningkatan operasi tersebut dilakukan di wilayah Sungai Perlu dan Teluk Rengas, Tanjung Puting. Menteri Kehutanan Raja Antoni juga menyampaikan perkembangan penanganan karhutla melalui akun Instagram pribadinya, @rajaantoni.

“Water Bombing (WB) di Tanjung Puting, kemarin 16 WB, hari ini sementara 26 WB,” ujar Raja Juli Antoni.

Jarak pandang membatasi operasi sejumlah helikopter

Meski frekuensi water bombing ditingkatkan, pelaksanaan operasi udara masih menghadapi kendala jarak pandang. Enam helikopter water bombing yang berada di Kalimantan Tengah belum dapat beroperasi karena terbatasnya jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut.

Kondisi berbeda terjadi di Bandara Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan. Jarak pandang di lokasi tersebut lebih baik sehingga koordinasi memungkinkan satu helikopter water bombing milik swasta, Sinar Mas, beroperasi dari wilayah itu.

Dukungan armada udara juga bertambah dengan kedatangan dua helikopter water bombing, masing-masing milik TNI AU dan Kementerian Kehutanan. Keduanya tiba di Kuala Pembuang setelah diberangkatkan dari Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin.

Selain mengoptimalkan dukungan dari udara, Kementerian Kehutanan juga memperkuat upaya pemadaman melalui pengerahan personel di darat.

“Segala daya upaya terus diikhtiarkan termasuk mempertebal pasukan darat,” ucap Raja Juli Antoni.

Tim gabungan maksimalkan pemadaman dari darat

Di wilayah Pesalat dan Teluk Pulai, upaya pemadaman difokuskan melalui jalur darat. Direktur Konservasi Kawasan Sapto Aji Prabowo menyampaikan bahwa penanganan dilakukan dengan dukungan berbagai perlengkapan untuk menjangkau dan memadamkan titik kebakaran.

Peralatan yang digunakan dalam operasi darat tersebut meliputi:

  • Pompa suplai.
  • Pompa apung.
  • Pompa jinjing.
  • Mini strike.
  • Selang dalam jumlah yang memadai.

Peralatan tersebut digunakan oleh tim gabungan yang terdiri atas petugas Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Manggala Agni, BKO Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, BPBD, dan relawan. Pasokan air untuk pemadaman berasal dari sungai dan sumur bor di sekitar lokasi.

“Resor Pesalat dan Teluk Pulai , tim darat gabungan (TNTP, Manggala Agni, BKO Kemenhut, TNI, Polri, BPBD dan Relawan) terus memaksimalkan upaya pemadaman bersumber dari air sungai dan sumur bor,” ujar Sapto.

Penguatan operasi udara dan darat menjadi bagian dari penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Upaya tersebut dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan, termasuk keterbatasan jarak pandang yang memengaruhi operasional helikopter. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Pemadaman karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting terus ditingkatkan. Pada 18 Oktober 2026, water bombingtercatat mencapai 26 kali, naik dari 16 kali sehari sebelumnya. Namun, jarak pandang masih membatasi operasi sejumlah helikopter sehingga pemadaman melalui jalur darat dengan dukungan personel gabungan dan peralatan yang memadai tetap menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran.

Karhutla Kebakaran Hutan dan Lahan Water Bombing Upaya Pemadaman Karhutla Kemenhut

Infografis

Terkini