Pemerintah Libatkan 69.190 Personel, 440,59 Hektare Karhutla Berhasil Dipadamkan

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 15 Oktober 2026 | 03:34 WIB
Pemerintah Libatkan 69.190 Personel, 440,59 Hektare Karhutla Berhasil Dipadamkan
Pemerintah Libatkan 69.190 Personel, 440,59 Hektare Karhutla Berhasil Dipadamkan [Dok. Kemenhut]

astakom.com, Jakarta – Sebanyak 69.190 personel dilibatkan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas. Hingga Senin (12/10/2026), operasi gabungan melalui jalur darat dan udara berhasil memadamkan kebakaran di area seluas 440,59 hektare.

Meski demikian, upaya pemadaman masih harus dilanjutkan karena sebagian area sasaran belum sepenuhnya padam. Berdasarkan data pemerintah, dari total target penanganan sekitar 1.079,82 hektare, masih terdapat 639,27 hektare yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Melansir dari keterangan resmi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI pada Rabu (14/10/2026), pemerintah terus memperkuat operasi pemadaman untuk menjangkau titik-titik kebakaran di wilayah prioritas. Penanganan dilakukan melalui pengerahan personel darat, patroli udara, operasi modifikasi cuaca, hingga pemadaman menggunakan helikopter.

Sebaran personel di enam provinsi prioritas

Pengerahan personel dilakukan melalui satuan tugas (Satgas) darat di enam provinsi yang menjadi fokus penanganan. Jumlah personel yang terlibat di setiap wilayah tercatat sebagai berikut:

  • Riau: 14.837 personel.
  • Kalimantan Barat: 14.458 personel.
  • Kalimantan Tengah: 13.699 personel.
  • Sumatera Selatan: 12.285 personel.
  • Kalimantan Selatan: 7.927 personel.
  • Jambi: 5.984 personel.

Selain melakukan pemadaman secara langsung, Satgas Darat menjalankan pemeriksaan lapangan atau ground check untuk memverifikasi titik panas (hotspot) dan titik kebakaran (firespot). Pemeriksaan ini membantu petugas mengidentifikasi lokasi yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Data kondisi karhutla mencatat 230 hotspot level tinggi dan 166 firespot di enam provinsi prioritas. Walaupun jumlah titik tersebut dilaporkan menurun dibandingkan laporan sebelumnya, luas area yang belum padam menunjukkan bahwa upaya pemadaman masih perlu dipercepat.

Pesawat dan helikopter dukung pemadaman

Penanganan melalui jalur udara didukung 16 unit pesawat Casa untuk patroli dan operasi modifikasi cuaca (OMC). Selain itu, Satgas Udara mengerahkan 34 helikopter untuk mendukung pemadaman melalui metode water bombing atau penyiraman air dari udara.

Patroli udara dilakukan di Kalimantan Selatan dan Riau. Sementara itu, operasi water bombing berlangsung di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Jambi.

Operasi modifikasi cuaca juga dilaksanakan di lima provinsi, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Jambi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi penanganan karhutla yang berjalan bersama operasi di darat dan udara.

Kombinasi berbagai metode tersebut ditujukan untuk membantu mengidentifikasi lokasi kebakaran, menjangkau area terdampak, dan mempercepat pemadaman di wilayah prioritas.

Presiden tegaskan kebutuhan Satgas menjadi prioritas

Percepatan penanganan karhutla turut menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Dalam rapat terbatas mengenai penanganan karhutla pada Senin (12/10/2026), Presiden menegaskan bahwa kebutuhan satuan tugas untuk mendukung pemadaman menjadi prioritas pemerintah.

“Kalau ada kebutuhan, kalau ada keperluan, apa yang kamu butuh, sampaikan, ya. Ini prioritas sangat utama bagi kita. Kita harus segera atasi ini. Dan kita harus mencegah ke depan,” ujar Presiden Prabowo, dikutip pada Rabu (14/10/2026).

Pemerintah juga menekankan pentingnya mengantisipasi kebakaran agar tidak meluas. Karena itu, identifikasi titik api, percepatan pemadaman, dan langkah pencegahan menjadi bagian dari penanganan karhutla di wilayah prioritas.

Dengan dukungan personel dan armada udara, operasi pemadaman terus diarahkan ke area yang masih terbakar. Hingga 12 Oktober 2026, sebanyak 440,59 hektare telah berhasil dipadamkan, sedangkan 639,27 hektare lainnya masih memerlukan penanganan berdasarkan target area yang tercatat dalam laporan pemerintah. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Pengerahan puluhan ribu personel serta dukungan pesawat dan helikopter menunjukkan besarnya upaya penanganan karhutla di enam provinsi prioritas. Namun, pemadaman belum selesai karena masih ada 639,27 hektare area sasaran yang belum padam. Pemantauan titik api, respons cepat di lapangan, dan pencegahan tetap menjadi bagian penting untuk menekan risiko kebakaran meluas.

Kemenhut Karhutla Kebakaran Hutan Kebakaran Hutan dan Lahan

Infografis

Terkini