Titik Hotspot Karhutla Kalteng & Sumsel Turun 77,5% Per 13 Oktober, Kini Tinggal 244 Titik

Editor: Henni Rachma Sari
Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:33 WIB
Titik Hotspot Karhutla Kalteng & Sumsel Turun 77,5% Per 13 Oktober, Kini Tinggal 244 Titik
Gubernur Sumsel Herman Deru memimpin rapat evaluasi penanganan karhutla bersama kades dan TNI-Polri di Desa Sungai Bungin, OKI, Minggu (4/10/2026). [Humas Protokol Sumsel]

astakom.com, Jakarta – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Sumatera Selatan (Sumsel) resmi ngasilin progress yang super masif! Berdasarkan data pemantauan terbaru per Selasa (13/10/2026) malam, angka titik panas (hotspot) secara nasional terkonfirmasi anjlok parah hingga 77,5 persen hanya dalam waktu 24 jam terakhir.

Angka hotspot: dari 1.085 langsung sisa 244 titik

Tren penurunan titik api per 13 Oktober 2026 ini jadi kabar paling relieving di tengah upaya pemadaman masif. Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, membeberkan kalau angka hotspot nasional pada 12 Oktober sempat berada di angka 1.085 titik, namun langsung drop tajam menjadi 244 titik saja pada 13 Oktober.

Di Kalimantan Tengah, titik hotspot berhasil dipangkas drastis dari 227 titik menjadi sisa 65 titik. Sementara di Sumatera Selatan, angka hotspot juga sukses ditekan dari 147 titik menjadi 59 titik. Penurunan ini membuktikan kalau kombinasi strategi pemadaman yang digelar tim gabungan bener-bener works secara presisi.

“Secara nasional, 24 jam terakhir turun 77,5 persen. Khusus untuk di Kalimantan Tengah, terdapat penurunan dari 227 titik hotspot menjadi 65 titik hotspot. Serta di Sumatera Selatan dari 147 titik hotspot menjadi 59 titik hotspot,” ungkap Ristianto.

Pemadaman darat tetap priority, omc udara terus disesuaikan

Aksi sat-set penurunan hotspot per 13 Oktober ini tak lepas dari fokus pemadaman darat yang terus digenjot. Juru Bicara sekaligus Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S.P. Panjaitan, nge-spill kalau penanganan di lapangan tetap ngutamin aksi pemadaman darat karena dinilai paling efektif buat mengeksekusi titik api.

“Sedangkan operasi pemadaman tentu mengutamakan operasi darat karena pemadaman ini yang lebih efektif. Operasi darat bisa memadamkan seketika, (walaupun) tidak sampai ke dalam gambut,” jelas Berton pas konferensi pers, Rabu (14/10/2026).

Selain darat, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) lewat udara juga terus disesuaikan dengan pergerakan awan. Berton menjelaskan kalau OMC sangat bergantung pada kondisi awan di wilayah target.

“Kemudian operasi OMC. OMC sangat bergantung pada pertumbuhan awan. Jadi ketika pertumbuhan awan ada di Kalimantan Barat kita optimalkan sehingga hujan yang kontinu, yang konsisten itu tetap terjadi. Jadi ini yang kita jaga momentumnya,” jelas Berton.

Buat wilayah Sumsel, OMC dirancang pake pangkalan di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung.

“Jadi, ada helikopter direncanakan dari sana karena visibility lebih memungkinkan di sana,” terangnya.

Ribuan pasukan Manggala Agni & ASN bko all-out di lapangan

Impact positif per 13 Oktober ini juga berkat kerahan penuh pasukan pemadam di lapangan. Kemenhut telah menerjunkan sebanyak 1.419 personel Manggala Agni yang disebar di empat provinsi terdampak.

Tak hanya itu, Kemenhut juga nyiapin total 5.000 Aparatur Sipil Negara (ASN), di mana sekitar 2.000 personel di antaranya udah memegang status BKO (Bantuan Kendali Operasi) dan lagi standby aktif bertugas langsung mengeksekusi pemadaman di lokasi bencana. (RaM)

Gen Z Takeaway

Update data per 13 Oktober 2026 ngebuktiin kalau pertempuran melawan karhutla di Kalteng dan Sumsel membuahkan hasil manis! Kombinasi pemadaman darat sat-set, modifikasi cuaca (OMC), serta kerahan ribuan personel Manggala Agni dan BKO ASN berhasil ngebikin hotspot nasional anjlok drastis 77,5% dari 1.085 titik jadi sisa 244 titik doang. 

Karhutla Kalteng Kebakaran Hutan dan Lahan Karhutla BNPB darurat karhutla 2026 Ratas Karhutla Penanganan Karhutla Karhutla Kalimantan Asap Karhutla Karhutla Sumatera Selatan

Infografis

Terkini