Rerata Harian Hotspot Karhutla Fix Drop, Tapi Pemerintah Minta Tetap Waspada & Sumsel Jadi Atensi Khusus

Editor: Henni Rachma Sari
Kamis, 15 Oktober 2026 | 04:04 WIB
Rerata Harian Hotspot Karhutla Fix Drop, Tapi Pemerintah Minta Tetap Waspada & Sumsel Jadi Atensi Khusus
Gubernur Sumsel Herman Deru meninjau pemadaman titik api karhutla di Jalan Tol Palindra, Sabtu (29/8/2026) demi kelayakan kualitas udara warga. [Pemerintah Prov. Sumatera Selatan]

astakom.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat data terbaru soal rata-rata harian titik panas (hotspot) sebagai indikasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menunjukkan tren penurunan. Good news ini emang bikin lega, tapi pemerintah menegaskan tetap bakal stay alert dan makin serius nge-gas penanganan di lapangan karena masih ada wilayah yang butuh perhatian ekstra!

Rerata hotspot anjlok 77,5 persen, tapi Sumsel masih naik 92 persen

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, membeberkan kalau berdasarkan pemantauan hingga 13 Oktober 2026, jumlah hotspot nasional emang turun signifikan. Secara total di enam provinsi prioritas, ada penurunan sebesar 11 persen. Tapi, wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) ternyata masih harus dapet pengawasan super ketat.

“Secara total enam provinsi (prioritas), ini ada penurunan 11 persen, dan memang perhatian khusus itu ada di Sumatera Selatan. Kalau kita bandingkan periode 17-30 September dan 1-13 Oktober, hotspot di Sumatera Selatan ada peningkatan 92 persen,” ujar Ristianto dalam konferensi pers, Rabu (14/10/2026).

Berdasarkan data hingga pukul 21.00 WIB pada 13 Oktober 2026, akumulasi hotspot periode 1–13 Oktober tercatat sebanyak 7.519 titik (puncak harian 1.029 titik pada 8 Oktober). Angka ini lebih melandai dibanding periode 17–30 September yang nembus 9.080 titik (rata-rata 649 titik/hari dan puncak 1.843 titik pada 20 September).

Bahkan, ditarik dari data 24 jam terakhir per 13 Oktober, angka hotspot nasional drop drastis sebesar 77,5 persen.

“Dan kalau dilihat per 13 Oktober ini, ada terjadi penurunan hotspot yang sangat signifikan dibanding 12 Oktober. Secara nasional turun dari 1.085 (titik) di 12 Oktober, menjadi 244 titik. Secara nasional, 24 jam terakhir turun 77,5 persen,” lanjutnya.

Nggak cuma warga, Kemenhut & relawan bikin action plan selamatkan 232 satwa liar

Penanganan karhutla tahun ini nggak cuma fokus ke pemukiman warga atau kawasan hutan doang, tapi juga care banget sama ekosistem satwa liar yang terdampak. Sepanjang Januari sampai 10 Oktober 2026, Kemenhut bareng relawan dan Civil Society Organizations (CSO) sukses menyelamatkan total 232 individu satwa liar di enam provinsi prioritas.

Rincian satwa yang berhasil di-evakuasi antara lain: 71 orang utan, 76 bekantan, 24 trenggiling, 15 monyet ekor panjang, 9 kukang, serta 37 satwa lainnya termasuk lutung dan kucing.

“Kementerian Kehutanan tidak hanya fokus melindungi masyarakat, tetapi juga menyelamatkan satwa liar yang terdampak dari kejadian kebakaran hutan dan lahan,” jelas Ristianto.

Ratusan pasukan gabungan & operasi water bombing diterjunkan ke TN Tanjung Puting

Atensi khusus juga dikasih buat penanganan karhutla di Taman Nasional (TN) Tanjung Puting, Kalteng. Kemenhut langsung ngirim pasukan lintas instansi dan backup operasional besar-besaran di lapangan. Ada 117 personel Kemenhut plus 10 personel BKO dari TN Karimun Jawa dan TN Gunung Halimun Salak yang diterjunkan.

Nggak main-main, tim ini juga didukung total 372 personel gabungan yang terdiri dari: 175 personel Kodam, 112 personel mitra TN Tanjung Puting, 30 personel Polres Kotawaringin Barat, 30 personel BPBD Kotawaringin Barat, 15 personel Kodim, dan 10 personel Brimob. Pemadaman juga dibantu jalur udara (water bombing) bareng BNPB dan BPBD yang udah jalan bertahap sejak 9 September, 20–22 September di Resort Teluk Pulai, hingga diperkuat lagi pada 2 dan 9 Oktober di Resort Pesalat dan Tanjung Harapan.

“Jadi ini upaya yang sudah kita laksanakan sepanjang kurang lebih 10 bulan terakhir dari Januari hingga Oktober 2026,” pungkas Ristianto. (RaM)

Gen Z Takeaway

Meskipun rerata hotspot karhutla nasional per 13 Oktober 2026 sukses anjlok hingga 77,5 persen (turun dari 1.085 ke 244 titik), Kemenhut minta semua pihak tetap stay alert karena hotspot di Sumsel justru melonjak 92 persen. Penanganan karhutla selama 10 bulan terakhir ini nggak cuma sat-set nerjunin ratusan pasukan gabungan dan water bombing ke area krusial kayak TN Tanjung Puting.

Karhutla Ratas Karhutla Penanganan Karhutla darurat karhutla 2026 Karhutla Sumatera Selatan BNPB

Infografis

Terkini