Yoo Jiwon, Running Influencer Korea yang Meninggal 500 Meter Jelang Garis Finis
astakom.com, Jakarta – Perjalanan Yoo Jiwon (유지원), pelari amatir sekaligus running influencer asal Korea Selatan, berakhir tragis saat mengikuti kompetisi lari di Seoul. Perempuan kelahiran 2001 itu meninggal dunia setelah mengalami kondisi darurat ketika jarak menuju garis finis tinggal sekitar 500 meter.
Jiwon mengikuti kategori half-marathon dalam ajang Seoul Race 2026 dikutip dari banyak sumber pada Rabu (14/10/2026). Di luar aktivitas olahraga, ia juga tercatat sebagai mahasiswa pascasarjana Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) yang meneliti semikonduktor kecerdasan buatan (AI).
Kecintaannya terhadap lari terlihat melalui akun Instagram resminya, @mta1n_0ne. Berbagai unggahan di akun tersebut memperlihatkan aktivitasnya mengikuti kegiatan lari dan membagikan perjalanan olahraga yang dijalaninya.
“Saya tidak punya impian, saya hanya ingin berlari,” tulisnya pada bio instagramnya @mta1n_0ne.
Terjatuh saat tinggal sekitar 500 meter dari garis finis
Mengutip laporan media Korea Selatan News1 dan NewsPim pada Selasa (13/10/2026), insiden yang menimpa Jiwon terjadi sekitar pukul 08.49 waktu setempat di titik 20,6 kilometer pada lintasan half-marathon Seoul Race 2026.
Dengan jarak resmi half-marathon sepanjang 21,0975 kilometer, titik tersebut berada sekitar 500 meter sebelum garis finis. Jiwon kemudian mendapat pertolongan darurat di lokasi dan dibawa menggunakan ambulans 119 ke fasilitas medis untuk menjalani perawatan.
Namun, upaya penanganan tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawanya. Panitia Seoul Race mengumumkan kabar meninggalnya seorang peserta melalui situs resmi pada Senin (12/10/2026), sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
Panitia juga menyatakan akan menelaah kejadian tersebut dan menindaklanjuti hal-hal yang diperlukan.
Hingga laporan media tersebut diterbitkan, penyebab pasti kematian Jiwon belum dikonfirmasi secara resmi. Karena itu, belum ada dasar untuk menyimpulkan bahwa kejadian tersebut dipicu oleh kondisi medis tertentu.
Mahasiswa KAIST yang aktif mengikuti kompetisi lari
Selain menjalani penelitian di bidang semikonduktor AI, Jiwon dikenal sebagai pelari amatir yang rutin mengikuti berbagai perlombaan. NewsPim melaporkan, ia mulai menekuni lari pada 2022 dan membagikan aktivitas latihannya melalui media sosial.
Pada 15 Maret 2026, Jiwon menyelesaikan Seoul Marathon dengan catatan waktu 2 jam 56 menit 32 detik. Hasil tersebut menempatkannya dalam kelompok pelari yang mampu menuntaskan maraton penuh di bawah tiga jam, atau dikenal dengan istilah sub-3.
Ia juga mencatat waktu 1 jam 22 menit 1 detik dalam New Balance Half Marathon. Selain itu, Jiwon dilaporkan meraih posisi pertama pada kategori perempuan kelompok master nomor 10 kilometer di Gunsan Saemangeum Marathon pada 2026.
Aktivitas akademik dan olahraga tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang ia bagikan kepada pengikutnya. Melalui akun Instagram @mta1n_0ne, Jiwon memperlihatkan berbagai kegiatan lari yang diikutinya, sejalan dengan kalimat singkat yang ia pilih untuk bio akunnya.
Kabar kepergiannya mengundang belasungkawa
Kabar meninggalnya Jiwon menyebar di kalangan pengguna media sosial dan komunitas lari Korea Selatan. Ungkapan duka pun bermunculan dari orang-orang yang mengikuti perjalanan olahraga maupun aktivitasnya.
Kisah Jiwon juga memperlihatkan sisi lain kehidupan seorang pelari yang menjalani kegiatan akademik dan olahraga secara bersamaan. Meski memiliki pengalaman serta catatan waktu kompetitif, kejadian darurat tetap dapat berlangsung saat seseorang mengikuti perlombaan.
Meski demikian, penyebab meninggal Jiwon dan hasil penelaahan insiden tetap perlu merujuk pada keterangan resmi dari pihak berwenang. (deA/aNs)
Gen Z Takeaway
Yoo Jiwon dikenal lewat dua aktivitas yang dijalaninya, yakni penelitian teknologi dan kecintaannya pada lari. Kalimat di bio Instagram-nya menggambarkan kedekatannya dengan olahraga tersebut, sementara kepergiannya menjadi kabar duka bagi komunitas yang mengikuti perjalanannya.








