Trik Pura-Pura Mati Loloskan ABK Indonesia dari Eksekusi Pembajak Somalia

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Henni Rachma Sari
Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:31 WIB
Trik Pura-Pura Mati Loloskan ABK Indonesia dari Eksekusi Pembajak Somalia
Trik Pura-Pura Mati Loloskan ABK Indonesia dari Eksekusi Pembajak Somalia (astakom/ Nadiah)

astakom.com, Jakarta – Setelah enam bulan penyekapan penuh ketakutan di bawah bayang-bayang moncong senjata, seluruh anak buah kapal (ABK) asal Indonesia dari kapal MT Honor 25 akhirnya berhasil diselamatkan dari cengkeraman pembajak Somalia.

Keberhasilan penyelamatan warga negara Indonesia (WNI) di wilayah perairan rawan konflik internasional ini menjadi angin segar sekaligus penegas komitmen perlindungan warga negara RI di luar negeri, di mana seluruh awak berhasil dievakuasi dan kembali ke tanah air dalam kondisi selamat.

Diplomasi ketat tanpa kompromi tebusan serta aksi nekat salah satu ABK yang pura-pura mati saat dihujani tembakan menjadi kunci di balik keselamatan para pelaut Indonesia dari eksekusi mati.

Diplomasi Tanpa Tebusan

Duta Besar Republik Indonesia untuk Kenya, Witjaksono Adji, menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia sejak awal konsisten memilih tidak bernegosiasi secara resmi maupun membayar tebusan kepada kelompok pembajak. Langkah ini diambil guna mematuhi hukum internasional sekaligus mencegah tindakan pembajakan berulang di masa mendatang.

"Sebenarnya pada dasarnya pemerintah tidak secara resmi bernegosiasi dengan pembajak. Karena apabila kita bernegosiasi, apalagi memberikan apa yang diminta pembajak, itu pertama tidak sesuai dengan aturan internasional. Dan itu men-encourage pembajakan-pembajakan selanjutnya, sepertinya pembajakan itu akan dapat reward," ujar Dubes Witjaksono pada sesi doorstop media di Gedung VVIP Terminal 3 International Bandara Soekarno-Hatta Selasa, (6/10/2026).

Sebagai gantinya, KBRI mengambil jalur diplomasi maritim intensif dengan Pemerintah Pusat Somalia di Mogadishu serta otoritas negara bagian Puntland, khususnya Kepolisian Laut Puntland (Puntland Maritime Police Force). Selain mendesak pembebasan WNI, diplomasi juga dibangun melalui penawaran kerja sama ekonomi biru, pengelolaan perikanan, hingga penegakan hukum kelautan.

Ketegangan Operasi Militer

Proses evakuasi memuncak saat Pasukan Kepolisian Laut Puntland menggelar operasi militer untuk membebaskan kapal. Di tengah situasi genting tersebut, jaringan diplomasi informal dari kalangan universitas, lembaga pemikir (think tank), hingga LSM setempat menjadi sumber informasi krusial.

"Kemudian dari jaringan yang kami miliki di sana, jaringan kami bukan hanya dari pemerintah ya,dari NGO, dari think tank, dari universitas-universitas, itu informasi justru bocor dari jaringan" ungkapnya.

"Bahwa akan ada penyerangan, tapi begitu dengar tiba-tiba telah dilakukan penyerangan, proses pembebasan" paparnya

"Nah itu yang paling deg-degan di situ, waduh diserang, udah diserang, terus gimana hasilnya? Informasinya itu fluid ya. Informasi awal selamat semua, waduh senang alhamdulillah. Kemudian berkembanglah berita baru, oh ternyata ada korban, kapten kapalnya meninggal," ungkap Witjaksono menceritakan kepanikan saat operasi berlangsung.

Kepanikan tersebut akhirnya sirna setelah Kapten Ashari kapten kapal asal Indonesia yang sempat dikabarkan gugur berhasil menghubungi pihak KBRI secara langsung dan mengonfirmasi bahwa seluruh ABK Indonesia dalam keadaan hidup.

"Kemudian kita dapet kontak dari kapten Asari sendiri,  berarti masih hidup selamat kapten Ashari, dan menurut informasi kapten Ashari, semua awal Indonesia hidup, tapi ada satu yang terluka, kena tembakan di kaki, jadi kesannya tidak life threatening ya" paparnya.

Aksi Nekat Pura-Pura Mati

Kisah paling dramatis datang dari seorang ABK bernama Vicky. Saat pembajak terdesak dan berencana melarikan diri menggunakan skoci, Vicky dipaksa mengoperasikan kran kapal. Namun, tindakan tersebut memicu kemarahan faksi pembajak lain hingga berujung pada aksi penembakan.

"Vicky termasuk yang harusnya dieksekusi karena diikat" paparnya.

"Tapi Vicky itu dilepaskan talinya oleh pembajak, karena pembajak meminta dia menurunkan skoci, mengoperasikan crane untuk menurunkan skoci supaya mereka bisa kabur" jelasnya.

"Nah, dia ditembak oleh pembajak yang marah kepada Vicky karena dia menurunkan skoci. Ditembak, gak kena kepala, terus kemudian ditembak kedua, kena kaki" ucapnya menjelaskan.

"Dia katanya pura-pura mati, pura-pura mati, gak bergerak, diem aja" jelasnya.

"Dan dia juga dibantu oleh pembajak lain, kan pembajak ada yang simpati juga kepada abikar. Bahkan yang sedih tau bahwa dia tertembak karena udah 6 bulan bersama gitu ya" lanjutnya.

"Sama pembajak yang baik, dia diselimuti, ditutup, jadi memang seolah-olah dia sudah meninggal, sehingga pembajak yang memang memburu dia gak lagi memburu"sambungnya.

Pemulihan dan Pemulangan

Usai operasi pembebasan, para ABK yang terluka segera dievakuasi ke rumah sakit di Garowe, ibu kota Puntland, untuk menerima perawatan medis intensif. Sementara itu, tiga ABK Indonesia lainnya yang berada di Bosaso menyusul ke Garowe setelah proses serah terima kapal selesai dilakukan.

Seluruh ABK Indonesia akhirnya berkumpul di Garowe untuk beristirahat di akomodasi yang disediakan oleh pihak KBRI.

"Nah yang sakit langsung dievakuasi ke rumah sakit di kota Garowe, itu ibu kotanya Puntland. Disitu Vicky dirawat" paparnya.

"Dan walaupun sederhana, rawatan dilakukan dengan serius, in earnest ya, dengan tulus, Terus mereka juga menginfokan perkembangannya" ungkapnya.

"Alhamdulillah berkat kuasa Tuhan Yang Maha Esa seluruh awak kapal kita berhasil kembali dengan selamat. Kami tentu bangsa kita sangat bersyukur bahwa para awak yang terus terancam selama 6 bulan dalam penyekapan ini akhirnya bisa kembali bertemu dengan keluarga mereka," tutup Witjaksono. (nAD/RaM)

Gen Z Takeaway

Plot twist kehidupan nyata ini ngebuktiin kalau kombinasi diplomacy skill tingkat tinggi dari pemerintah plus survival mode yang cerdas bisa bikin keajaiban! Enam bulan ditawan pembajak Somalia tanpa bayar tebusan sepeser pun udah cukup bikin deg-degan, ditambah lagi aksi nekat ABK yang pura-pura mati pas ditembak biar gak dieksekusi. Big respect buat perjuangan para pelaut Indonesia dan tim diplomasi KBRI—bukti nyata kalau tetap tenang dan putar otak di situasi terdesak itu beneran bisa menyelamatkan nyawa!

Somalia Wni Somalia Perompak Somalia Pembajakan Kapal kapal tanker MT Honour 25

Infografis

Terkini