Isak Tangis Kapten Azhari, 'Saya Mohon Maaf, Tak Bisa Bawa Semua Pulang Selamat...'

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 7 Oktober 2026 | 12:31 WIB
Isak Tangis Kapten Azhari, 'Saya Mohon Maaf, Tak Bisa Bawa Semua Pulang Selamat...'
Isak Tangis Kapten Azhari, 'Saya Mohon Maaf, Tak Bisa Bawa Semua Pulang Selamat...' [astakom/Nadiah]

astakom.com, Jakarta – Momen haru bercampur duka mendalam mewarnai kepulangan para Anak Buah Kapal (ABK) WNI yang menjadi korban penyanderaan selama 5 bulan 10 hari oleh kelompok pembajak.

Walaupun berhasil kembali dengan selamat ke tanah air bersama tiga rekannya, tangis Kapten Azhari Samadikun pecah saat menyampaikan permohonan maaf terbuka karena gagal mengandangkan seluruh anggotanya dalam keadaan hidup.

Pemulangan resmi ini diselenggarakan oleh pemerintah di Jakarta setelah melewati proses negosiasi diplomasi yang rumit dan tertutup.

Duka di balik tangis

Di tengah rasa syukur atas kebebasan 4 WNI yang berhasil diselamatkan, kabar pilu tetap tak terelakkan dari tragedi pembajakan kapal tersebut. Kapten Azhari tak mampu menahan air mata kala teringat 5 anggotanya yang gugur selama masa penyanderaan yang mencekam di tengah laut.

Dengan nada suara bergetar dan terbata-bata, sang Nakhoda menyampaikan rasa penyesalan mendalam kepada keluarga korban yang ditinggalkan.

"Saya selaku kapten memohon maaf sebesar-besarnya kepada kelima keluarga kru saya yang telah meninggal. Saya tidak bisa menepati janji membawa semua kru saya kembali selamat," ungkap Kapten Azhari dengan raut wajah terpukul di depan para media pada Selasa, (06/10/2026).

4 penyintas yang berhasil selamat dan dipulangkan ke pangkuan keluarga yakni Kapten Azhari Samadikun, Wahyu Dinanto, Mas Adi Faisal, dan Riki.

Taktik senyap Kemenlu

Pemerintah menegaskan bahwa kerahasiaan proses negosiasi selama hampir enam bulan merupakan bagian dari taktik diplomasi untuk menjamin keselamatan para sandera. Pihak Kementerian Luar Negeri sengaja tidak membagikan informasi secara terbuka kepada publik agar posisi WNI tidak semakin tertekan oleh kelompok pembajak.

Menlu Armanatha Nasir menjelaskan bahwa pendekatan silent diplomacy ini krusial agar negosiasi berjalan efektif tanpa gangguan manipulasi dari pihak lawan.

"Sejak awal kita tidak terbuka memberitahukan kepada media bagaimana proses ini, karena memang itu adalah proses perundingan, negosiasi, diplomasi yang kita tidak ingin digunakan oleh pihak pembajak untuk menekan kita," tegas Menlu Armanatha Nasir.

Kontak darurat hari-10

Perjuangan bertahan hidup di atas kapal terasa sangat alot sebelum bantuan akhirnya terhubung. Kapten Azhari menceritakan awal mula titik terang pembebasan mereka terjadi pada hari ke-10 penyanderaan, saat ia berhasil mendapatkan akses komunikasi keluar untuk pertama kalinya.

Panggilan tersebut ditujukan langsung ke pihak perwakilan Indonesia di luar negeri untuk menyuarakan kondisi darurat yang dialami para kru.

"Hari pertama saya mendapatkan kesempatan untuk menghubungi di luar kapal, yang pertama saya hubungi adalah Kedutaan Besar Nairobi. Sejak hari ke-10 saya berhubungan dengan Pak Aidil Herunsa sampai sekarang, berkat koordinasi Kemenlu dan Kemenhub kami bisa dibebaskan," jelas Azhari.

Jaminan pemulihan korban

Menanggapi kepulangan para ABK, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono memastikan bahwa pemerintah akan mengawal penuh proses pemulihan para korban, baik dari segi fisik maupun psikologis.

Penanganan medis secara intensif disiapkan agar para penyintas dapat kembali beraktivitas dan berkumpul bersama keluarga dengan kondisi yang benar-benar stabil.

"Sore hari ini kita bisa menyambut kedatangan saudara-saudara kita yang setelah melalui perjalanan panjang bisa kembali dengan selamat ke tanah air. Saya selaku Menko PMK ingin memastikan kelanjutan dari proses ini, di mana perawatan kesehatan bagi saudara-saudara kita ini terlaksana dengan baik," tutur Menko PMK. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Real talk, kasus penyanderaan ABK ini beneran bikin heartbroken banget. Walaupun 4 ABK berhasil survive dan balik safe and sound berkat silent diplomacy pemerintah yang sat-set, duka Kapten Azhari yang ngerasa gagal bawa pulang 5 kru lainnya hidup-hidup itu deep banget. Lesson learned-nya, di balik berita pembebasan yang kelihatan happy ending, ada perjuangan traumatis dan empati besar dari seorang kapten yang nanggung beban moral seberat itu.

Wni Somalia Somalia Perompak Somalia kapal tanker MT Honour 25 Pembajakan Kapal

Infografis

Terkini