Saling Gertak: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel, Ada Apa?
astakom.com, Jakarta – Hubungan diplomatik antara Inggris dan Israel lagi di titik terpanas. Para pejabat senior Inggris terang-terangan melayangkan peringatan keras jika Konsulat Inggris di Yerusalem Timur nekat ditutup dan diplomatnya diusir, London bakal membalas dengan memulangkan 27 diplomat Israel beserta seluruh anggota keluarga mereka.
Pemicu Konflik
Berdasarkan laporan dua sumber yang paham dengan dinamika ini kepada The Jerusalem Post pada Senin lalu, eskalasi tersebut dipicu oleh perintah Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa'ar, yang berencana menutup konsulat tersebut pada 8 Oktober. Langkah drastis Tel Aviv ini disinyalir sebagai balasan atas sanksi ekonomi yang sebelumnya dijatuhkan Inggris terkait situasi di Tepi Barat.
Menanggapi kabar tindakan balasan dari London, pihak Israel memilih untuk tidak ambil pusing. Tidak ada alasan bagi kami untuk menanggapi spekulasi mengenai keputusan yang mungkin diambil negara lain di masa mendatang, tegas seorang sumber diplomatik kepada Post.
"Kami telah menunjukkan bahwa setiap tindakan terhadap Israel akan ditanggapi dengan respons yang sesuai, dan hal ini akan terus berlanjut di masa mendatang," Ia juga menambahkan ketegasan sikap Tel Aviv dilansir dari The Jerusalem Post pada Selasa (6/10/2026).
Misi Rahasia Buntu
Di balik layar, Pemerintah Inggris sebenarnya sempat mengupayakan jalur negosiasi. Tiga sumber internal mengonfirmasi kepada Reuters bahwa pejabat keamanan nasional tertinggi Inggris sempat melawat ke Israel secara diam-diam pekan lalu demi mencegah penutupan kantor perwakilan mereka.
Penasihat Keamanan Nasional Inggris, Jonathan Powell yang agenda perjalanannya dirahasiakan rapat-rapat oleh otoritas Inggris telah menggelar diskusi intensif dengan jajaran pejabat Israel. Namun, negosiasi tersebut berakhir deadlock dan gagal mencapai kesepakatan untuk mempertahankan operasional konsulat.
Sanksi Tepi Barat
Pemicu utama ketegangan ini berakar dari sanksi ekonomi yang akan diberlakukan Inggris mulai tahun depan. Langkah ini diambil London lantaran kebijakan serta tindakan Israel dinilai mengikis prospek solusi dua negara (two-state solution) sebuah gagasan pembentukan negara Palestina yang berdampingan secara damai dengan Israel, yang hingga kini secara tegas ditolak oleh pemerintah Israel.
Secara khusus, Inggris menyoroti ekspansi permukiman yang di support pemerintah Israel serta maraknya aksi kekerasan oleh kelompok pemukim ekstremis terhadap warga Palestina di Tepi Barat.
Keberadaan Konsulat Inggris di kawasan Sheikh Jarrah sendiri memegang peranan amat penting. Kantor diplomatik ini bertugas mengurus relasi bilateral dengan warga Palestina di Yerusalem, Tepi Barat, dan Gaza, sekaligus menyediakan berbagai layanan konsuler resmi.
Balasan Tel Aviv
Di sisi lain, Menlu Israel Gideon Sa'ar meluapkan kekecewaannya. Ia mengecam sanksi tersebut dan menyebut keputusan Inggris sebagai langkah yang "menyimpang secara moral." Sa'ar turut menuding Partai Buruh yang kini memegang kendali pemerintahan di Inggris memelihara sentimen bermusuhan terhadap Israel, sekaligus mencoba melakukan intervensi terhadap proses Pemilu Israel yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober mendatang. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Drama diplomatik Inggris vs Israel lagi spicy banget! Israel berniat menutup konsulat Inggris di Yerusalem Timur gara-gara tak terima diberi sanksi ekonomi terkait Tepi Barat. Tak tinggal diam, Inggris balik mengancam bakal menendang 27 diplomat Israel beserta keluarganya keluar dari negara mereka. Meski sempat ada negosiasi rahasia, kedua pihak tetap deadlock dan saling gertak.









