Kenapa Pemerintah Ogah Negosiasi Langsung sama Pembajak Somalia? Ini Kata Dubes RI!

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 7 Oktober 2026 | 21:01 WIB
Kenapa Pemerintah Ogah Negosiasi Langsung sama Pembajak Somalia? Ini Kata Dubes RI!
Kenapa Pemerintah Ogah Negosiasi Langsung sama Pembajak Somalia? Ini Kata Dubes RI! [Astakom / Nadiah]

astakom.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia menegaskan sikap tidak akan bernegosiasi secara resmi apalagi menuruti tuntutan kelompok pembajak kapal di perairan Somalia.

Kebijakan tegas ini diambil demi mematuhi aturan internasional serta mencegah maraknya aksi kejahatan serupa yang berpotensi menyandera para pelaut Indonesia di masa depan.

Bahaya keputusan

Duta Besar Republik Indonesia untuk Kenya, Witjaksono Adji, menyampaikan kalau langkah negosiasi langsung atau pemberian imbalan (reward) hanya akan memicu preseden buruk (encourage) bagi aksi pembajakan laut secara berulang.

"Pemerintah tidak secara resmi bernegosiasi dengan pembajak. Kalau kita bernegosiasi, apalagi memberikan apa yang diminta, itu tidak sesuai dengan aturan internasional dan justru men-encourage pembajakan selanjutnya," tegas Witjaksono pada sesi doorstop pada Selasa, (06/10/2026).

Diplomasi tukar ilmu

Alih-alih melayani diplomasi dengan perampok, Pemerintah Indonesia memilih jalur diplomasi soft power tingkat tinggi dengan jajaran pejabat negara bagian Puntland, Somalia wilayah otonom yang memiliki kepolisian laut sendiri (Puntland Maritime Police Force).

Dubes Witjaksono tercatat 2 kali berkunjung langsung ke ibu kota Puntland, Garowe, untuk mengawal keselamatan WNI di kapal MT Honor.

"Saya dua kali berkunjung ke ibu kota Putlan, Daruy,  untuk mendesak mereka untuk memperhatikan kasus yang dihadapi oleh WMD" jelasnya.

Langkah diplomasi tersebut diperkuat dengan tawaran kerja sama konkret berbasis kebutuhan kawasan pesisir Somalia. Sebagai negara kepulauan, Indonesia menawarkan peningkatan kapasitas pengelolaan laut di bidang blue economy, perikanan, hingga law enforcement kelautan.

"Kita juga ngomong hal-hal lain yang bisa mengembangkan hubungan antara Indonesia dengan Putlan. Indonesia sebagai negara keputusan punya kapasitas mengelola lautnya" paparnya.

"Jadi Putlan yang punya coastline yang panjang, yang terpanjang setengah dari Somalia itu di Putlan, tentu punya kebutuhan yang sama dengan negara seperti Indonesia" ungkapnya.

"Jadi kita punya kapasitas yang kita tawarkan di bidang blue economy, fisheries, termasuk law enforcement di laut" sambungnya.

"Nah hubungan yang dijalin seperti itu memberi kita ruang untuk terus berdiskusi dan terus mendapatkan update tentang keadaan awak kita, kapal kita dari kacamata mereka"jelasnya.

Drama penyelamatan

Proses pembebasan yang diprakarsai oleh otoritas Puntland diwarnai ketegangan tinggi (plot twist) akibat simpang siur data lapangan. Di tengah simpang siur informasi yang menyebutkan Kapten kapal gugur, kepastian keselamatan akhirnya diperoleh secara langsung dari Kapten Asari yang mengonfirmasi seluruh ABK asal Indonesia selamat.

Meski demikian, kisah tragis dialami oleh salah satu ABK bernama Vicky. Saat pembajak memaksanya menurunkan sekoci untuk melarikan diri dari gempuran pasukan Puntland, kemarahan faksi pembajak lain meletus hingga Vicky ditembak di bagian kaki.

"Vicky pura-pura mati, tidak bergerak sama sekali. Dia juga dibantu pembajak lain yang simpati diselimuti dan ditutup supaya pembajak yang memburunya mengira dia sudah tewas," papar Witjaksono menceritakan momen kritis yang dialami WNI.

Akhir 6 bulan mencekam

Usai insiden penembakan dan operasi pembebasan, Vicky langsung dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis intensif di rumah sakit kota Garowe. Sementara itu, 3 ABK Indonesia lainnya mendampingi proses penarikan (towing) kapal MT Honor ke pelabuhan Bosaso hingga kru pengganti tiba.

Seluruh ABK Indonesia akhirnya berhasil dikumpulkan kembali di Garowe dalam kondisi selamat untuk beristirahat di fasilitas penginapan yang telah disiapkan KBRI sebelum dipulangkan ke Tanah Air.

"Alhamdulillah, berkat kuasa Tuhan Yang Maha Esa seluruh awak kapal kita berhasil kembali dengan selamat setelah enam bulan terancam di bawah penyekapan," tutup Witjaksono. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Fix, penanganan sandera kali ini membuktikan kalau no-negotiation policy sama pelaku kejahatan itu krusial banget biar gak makin 'ngelunjak' di masa depan. Dibanding kasih uang tebusan, RI milih brilliant move lewat diplomasi soft power plus penawaran kolaborasi blue economy bareng otoritas lokal. Meski sempat diwarnai drama mencekam dan aksi pure survival dari ABK kita, tactical move diplomasi ini sukses membawa pulang seluruh WNI dengan selamat!

Wni Somalia Somalia Perompak Somalia Pembajakan Kapal kapal tanker MT Honour 25

Infografis

Terkini