Kisah Pilu Kapten Azhari: 5 Bulan Disandera Pembajak hingga Akhirnya Bebas!

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 7 Oktober 2026 | 19:01 WIB
Kisah Pilu Kapten Azhari: 5 Bulan Disandera Pembajak hingga Akhirnya Bebas!
Kisah Pilu Kapten Azhari: 5 Bulan Disandera Pembajak hingga Akhirnya Bebas! [Dok. Menko PMK]

astakom.com, Jakarta – Setelah sekitar 5 bulan 10 hari disandera pembajak, Kapten Azhari Samadikun dan 3 rekannya akhirnya menginjakkan kaki lagi di Tanah Air. Selain kabar lega bagi keluarga, ada kisah pilu yang dibawa pulang sang kapten, ia harus meminta maaf kepada keluarga lima awaknya yang tidak selamat.

Kembali ke Tanah Air

Bersama Wahyu Dinanto, Adi Faisal, dan Riki, Azhari disambut pemerintah sore itu. Menko PMK memastikan keempatnya langsung mendapat perawatan kesehatan lanjutan setelah perjalanan panjang kembali ke pangkuan keluarga.

Jalur komunikasi rahasia

Di tengah masa penyanderaan, Azhari mengaku sempat mendapat kesempatan menghubungi pihak di luar kapal. Panggilan pertamanya ia tujukan ke perwakilan RI di kawasan itu. Sejak hari ke-10, komunikasi dengan perwakilan tersebut tak lagi putus.

"Hari pertama saya mendapatkan kesempatan untuk menghubungi di luar kapal yaitu yang pertama saya hubungi adalah Kedutaan Besar Nairobi" ungkapnya pada Selasa, (06/10/2026).

Peran diplomat di luar negeri

Di balik pembebasan itu, Azhari tak lupa menyebut sosok-sosok yang menjadi penopang selama masa genting. Ia menuturkan, kontak dengan salah satu pejabat perwakilan RI terjalin sejak hari ke-10 dan terus berlanjut hingga mereka bebas.

"Saya berterima kasih sebesar-besarnya kepada Pak Aidil Herunsa, di mana sejak hari ke-10 saya mendapat kesempatan untuk menghubunginya sampai sekarang. Dengan koordinasi Kementerian Luar Negeri dan Perhubungan, kami bisa dibebaskan," ujar Azhari.

Ia juga mengapresiasi pihak lain yang ikut menguatkan keluarganya di Tanah Air.

"Terima kasih kepada Pak Samsur Rizal yang telah mendukung kami, mendukung keluarga kami, dan menenangkan keluarga kami. Semoga Allah membalas jasa-jasa para pemerintah kami," lanjutnya.

Duka untuk awak gugur

Momen paling emosional datang saat Azhari berbicara soal awak yang gugur. Suaranya terdengar tertahan ketika menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga mereka.

"Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada keluarga kru saya yang telah meninggal. Saya tidak bisa menepati janji saya membawa semua kru dan kalian selamat," ungkapnya.

Azhari kembali menegaskan rasa syukur atas kerja keras negara yang tak berhenti selama berbulan-bulan. Baginya, kebebasan yang kini ia rasakan tak lepas dari upaya banyak pihak di belakang layar.

"Saya berterima kasih kepada pemerintah Republik Indonesia, terkhususnya Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perhubungan," tutur Azhari. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Bikin nyesek banget, bayangin bertahan hidup di tangan pembajak selama lima bulan lebih cuma berbekal harapan dan jalur komunikasi rahasia bareng KBRI. Kejadian ini membuktikan kalau peran diplomasi negara di balik layar itu vital banget pas krisis, sekaligus ngingetin kita betapa besarnya risiko yang harus dihadapi para pekerja laut pas lagi nyari nafkah jauh dari rumah.

Wni Somalia Somalia Perompak Somalia Pembajakan Kapal kapal tanker MT Honour 25

Infografis

Terkini