Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.887! Makin Jauhi Rp18K Posisi Cadangan Devisa Solid
astakom.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) akhirnya ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu (07/10/2026). Rupiah sukses naik tipis 12 poin atau sekitar 0,07 persen ke level Rp17.887 per USD. Meski begitu, dinamika pasar keuangan saat ini masih diwarnai berbagai sentimen global yang cukup serius.
Analis Pasar Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi dalam risetnya, yang dikutip astakom.com ngespill kalau salah satu sentimen utama datang dari faktor eksternal, yakni eskalasi di kawasan Timur Tengah.
Update terbaru, kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman dilaporkan telah melancarkan tiga operasi militer menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan pesawat nirawak (drone). Serangan itu menyasar bandara, fasilitas minyak, hingga lokasi militer di seluruh wilayah Arab Saudi.
“Iran terlihat meningkatkan intensitas serangan di Selat Hormuz selama sepekan terakhir. Iran berulang kali menyatakan bahwa Selat Hormuz akan tetap tertutup bagi pelayaran sampai AS memenuhi tuntutan mereka, serta memperingatkan kapal-kapal agar tidak menggunakan rute yang didukung AS saat melintasi selat tersebut,” katanya.
Sentimen eksternal
Situasi kian pelik karena hubungan AS-Iran yang belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump pada Selasa bilang kalau nggak ada yang tahu siapa yang sebenarnya memimpin Iran di tengah konflik delapan bulan antara AS-Israel dan Iran.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran pada Minggu menegaskan bahwa Washington sangat memahami siapa pihak lawan bicaranya di Iran serta bagaimana sistem pengambilan keputusan di negara tersebut bekerja.
Belum lagi, laporan media mengindikasikan Israel sedang mempersiapkan potensi serangan terhadap Iran, baik lewat koordinasi dengan AS maupun secara mandiri yang otomatis mendongkrak risiko eskalasi ketegangan lebih lanjut.
Cadangan devisa Indonesia tetap solid dan terjaga
Beralih ke sentimen domestik, Bank Indonesia (BI) membawa kabar yang menenangkan pasar. Dilaporkan kalau posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 tetap terjaga perkasa di angka USD146,3 miliar. Angka ini tercatat turun tipis sekitar USD200 juta jika dibandingkan dengan posisi akhir Agustus 2026 yang berada di level USD146,5 miliar.
Posisi cadangan devisa yang menunjukkan angka positif ini pengaruh utamanya yaitu adanya penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa. Hebatnya, posisi cadangan devisa pada akhir September 2026 ini setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor atau 5,2 bulan impor plus pembayaran utang luar negeri pemerintah jauh berada di atas standar kecukupan internasional yang umumnya berada di kisaran 3 bulan impor.
Ketahanan eksternal
Bank Indonesia mencermati kalau cadangan devisa itu sangat bisa mensupport ketahanan sektor eksternal, sekaligus menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional.
Selanjutnya, BI juga meyakini ketahanan sektor eksternal akan tetap baik karena disupport oleh cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing yang stabil, related sama persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.
BI juga terus menggenjot sinergi dan bauran kebijakan ekonomi bersama Pemerintah demi mengawal stabilitas perekonomian agar pertumbuhan ekonomi tetap kuat dan berkelanjutan.
Proyeksi pergerakan rupiah Selanjutnya
Melihat berbagai sentimen dari luar dan dalam negeri tersebut, Ibrahim memprediksi mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya. Rupiah bahkan berpotensi ditutup melemah dalam kisaran rentang Rp17.880 sampai Rp17.930 per USD. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Rupiah hari ini berhasil menguat tipis ke Rp17.887 per USD dan makin menjauh dari level Rp18.000, tapi pasar masih belum bisa santai karena tensi AS-Iran dan risiko konflik Timur Tengah tetap jadi sumber tekanan. Dari dalam negeri, cadangan devisa Indonesia masih solid di USD146,3 miliar meski turun tipis dari Agustus, sehingga ketahanan eksternal dan stabilitas rupiah masih cukup terjaga. Ke depan, rupiah diproyeksikan tetap fluktuatif dan berpotensi melemah ke kisaran Rp17.880–Rp17.930 per USD.









