Benarkah Minum Teh Hangat Saat Cuaca Panas Bisa Bikin Tubuh Lebih Adem?
astakom.com, Jakarta - Minum teh hangat saat cuaca panas mungkin terdengar agak kontraintuitif. Namun, minuman panas memang bisa memicu tubuh untuk berkeringat dan dalam kondisi tertentu membantu proses pendinginan. Efek tersebut tetap bergantung pada kondisi lingkungan tempat seseorang berada.
Melansir dari artikel The Guardian pada Senin (21/09/2026), Prof John Tregoning menjelaskan bahwa efek minuman panas terhadap suhu tubuh dipengaruhi oleh dua hal, yaitu panas yang dibawa oleh minuman dan respons tubuh berupa keluarnya keringat. Penjelasan tersebut mengacu pada penelitian Prof Ollie Jay, ilmuwan asal Australia yang banyak meneliti respons tubuh terhadap panas.
Saat seseorang mengonsumsi minuman panas, suhu tubuh dapat ikut meningkat. Kondisi tersebut kemudian memicu tubuh untuk mengeluarkan lebih banyak keringat. Nah, proses penguapan keringat inilah yang berperan dalam membantu tubuh melepaskan panas.
Keringat bantu turunkan suhu tubuh
Keringat sebenarnya bukan sekadar respons tubuh ketika merasa gerah. Ketika air dari permukaan kulit menguap menjadi gas, proses tersebut membawa energi panas keluar dari tubuh sehingga membantu menurunkan suhu tubuh.
Namun, mekanisme ini tidak akan berjalan sama efektifnya di setiap tempat. Kondisi udara menjadi salah satu faktor yang menentukan apakah keringat bisa menguap dengan baik atau justru hanya membasahi kulit.
Prof John Tregoning menjelaskan bahwa ketika seseorang berada di tempat yang memiliki sirkulasi udara atau hembusan angin, keringat dapat menguap lebih efektif. Dalam kondisi tersebut, minuman panas berpotensi membantu proses pendinginan tubuh melalui peningkatan produksi keringat.
Jangan abaikan kondisi udara
Situasinya berbeda ketika udara sangat lembap atau ruangan memiliki ventilasi yang buruk. Keringat akan lebih sulit menguap dan akhirnya hanya mengalir di permukaan tubuh.
“Hal itu tidak efisien. Ketika Anda minum minuman panas di lingkungan tersebut, Anda menjadi lebih panas, bukan lebih dingin,” kata Prof John Tregoning dikutip dalam artikel The Guardian.
Artinya, minum minuman panas setelah berjalan di area yang berangin bukan hal yang sama dengan meminumnya untuk mendinginkan tubuh di lingkungan yang sangat lembap. Kemampuan keringat untuk menguap menjadi bagian penting dari proses tersebut.
Suhu minuman bukan faktor utama
Jadi, bukan berarti minuman panas selalu lebih baik untuk menghadapi cuaca panas. The Guardian menekankan bahwa tidak ada keuntungan besar antara memilih minuman panas atau dingin dalam hal suhu minuman.
“Menurut saya, kuncinya adalah memenuhi kebutuhan cairan, berapa pun suhunya, terutama saat cuaca panas. Tidak ada keuntungan besar antara minuman panas atau dingin. Itu kembali pada preferensi pribadi,” ujar Tregoning.
Dengan kata lain, hal yang perlu diperhatikan saat cuaca panas adalah memastikan tubuh tetap mendapatkan cukup cairan. Sementara itu, kemampuan tubuh untuk mendinginkan diri setelah minum minuman panas sangat bergantung pada apakah keringat yang dihasilkan dapat menguap secara efektif. (deA/RaM)
Gen Z Takeaway
Jadi, minum teh hangat saat cuaca panas memang bisa memicu keringat, tetapi bukan berarti otomatis bikin badan lebih adem. Kalau keringat bisa menguap dengan baik, tubuh dapat terbantu melepaskan panas. Sebaliknya, di tempat yang lembap dan minim sirkulasi udara, minuman panas justru bisa membuat tubuh terasa makin panas. Pada akhirnya, pilih minuman sesuai preferensi dan jangan lupa tetap memenuhi kebutuhan cairan.









