Presiden Prabowo Tiba di KTT BRICS 2026, Disambut Hangat PM Modi

Penulis: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB
Presiden Prabowo Tiba di KTT BRICS 2026, Disambut Hangat PM Modi
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 yang digelar di Bharat Mandapam, New Delhi, Republik India, Sabtu (12/09/2026). [Timpres]

astakom.com, Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS yang berlangsung pada 12-13 September 2026 di New Delhi, India.

Kehadiran Presiden Prabowo hari ini di KTT Ke-18 ini disambut hangat oleh Perdana Menteri India Narendra Modi. Presiden Prabowo tiba di lokasi forum dengan mengenakan jas double-breasted berwarna abu-abu yang dipadu dengan dasi biru muda dan peci hitam.

PM Modi yang merupakan tuan rumah sudah menunggu kedatangan para kepala negara dan kepala pemerintahan yang hadir di arena, salah satunya Presiden Prabowo.

Saat Presiden Prabowo tiba, PM Modi langsung menyambut dan menghampiri Presiden Prabowo dengan pelukan hangat. Kemudian, keduanya menyempatkan diri untuk melakukan sesi foto bersama.

Isi dua sesi

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, ngespill agenda utama KTT BRICS 2026 bakal terbagi dalam dua sesi utama. Masing-masing sesi memiliki format dan cakupan peserta yang berbeda.

Sesi pertama yaitu pertemuan khusus negara-negara anggota BRICS atau BRICS Member Countries. Pertemuan ini digelar secara tertutup atau closed session, dengan mengangkat topik “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism”.

Dalam sesi tersebut, para pemimpin negara anggota BRICS akan membahas bagaimana tata kelola global dapat dibuat lebih inklusif sekaligus memperkuat multilateralisme. Isu ini menjadi penting di tengah perubahan lanskap ekonomi dan politik dunia yang membuat kerja sama antarnegara semakin dibutuhkan.

Sampaikan pandangan RI

Sementara itu, sesi kedua merupakan pertemuan bersama BRICS Partner Countries yang digelar secara terbuka atau open session. Pertemuan ini mengangkat tema “Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth”.

Nah, di dua forum inilah Presiden Prabowo dijadwalkan menyampaikan pandangan Indonesia. Artinya, Presiden bakal punya dua kesempatan untuk menyuarakan posisi dan kepentingan Pemerintah RI dalam agenda utama KTT BRICS 2026.

“Presiden Prabowo diagendakan akan menyampaikan pandangan Pemerintah RI pada 2 sesi utama KTT BRICS,” kata Susiwijono dalam keterangannya, dikutip astakom pada Sabtu (12/09/2026).

Susiwijono menjelaskan, penyampaian pandangan Presiden Prabowo pada kedua sesi tersebut memiliki cakupan peserta yang berbeda.

Bahas isu ekonomi hingga lingkungan

Pada sesi pertama, Presiden Prabowo akan menyampaikan pandangannya secara khusus kepada negara-negara yang berstatus sebagai anggota BRICS.  Sementara itu, pada sesi kedua, pandangan Presiden Prabowo akan disampaikan secara terbuka. Pesertanya tidak hanya mencakup negara anggota BRICS, tetapi juga negara-negara yang berstatus sebagai mitra BRICS.

Dengan format tersebut, suara Indonesia diharapkan bisa menjangkau lebih banyak negara sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pembahasan berbagai agenda global.

Lebih lanjut, Susiwijono mengatakan terdapat sejumlah substansi kunci yang akan didiskusikan dalam Keketuaan BRICS India 2026. Pembahasannya cukup luas, mulai dari pengembangan kerangka institusional BRICS, perekonomian dan perdagangan, keuangan internasional, perdamaian dan keamanan, energi, ketahanan pangan dan pertanian, digitalisasi dan teknologi, hingga perubahan iklim dan lingkungan.

“Isu terkait reformasi lembaga multilateral seperti WTO, IMF, dan World Bank, kerja sama keuangan, mekanisme implementasi Local Currency Settlement (LCS), upaya mendorong rantai pasok global yang tangguh, serta penegasan pentingnya sistem perdagangan yang terbuka, inklusif, transparan dan berbasis aturan menjadi bahasan pada bidang perekonomian,” katanya. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Presiden Prabowo punya dua panggung buat menyuarakan kepentingan Indonesia di KTT BRICS 2026. Sesi pertama khusus negara anggota, sementara sesi kedua melibatkan negara mitra BRICS. Isu yang dibahas juga nggak kaleng-kaleng, mulai dari perdagangan, keuangan global, LCS, energi, pangan, teknologi sampai perubahan iklim. Intinya, Indonesia gaspol memperkuat posisi di tengah perubahan ekonomi dan tata kelola global.

KTT BRICS 2026 KTT BRICS PM India Narendra Modi Presiden Prabowo KTT ke-18 BRICS Prabowonomics

Infografis

Terkini