Update Hari ke-4 Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Tim SAR Belum Bisa Masuk Pulau Sertung

Editor: Henni Rachma Sari
Jumat, 11 September 2026 | 10:45 WIB
Update Hari ke-4 Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Tim SAR Belum Bisa Masuk Pulau Sertung
Upaya pencarian terhadap rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang kontak [Dok. Polda Banten]

astakom.com, Jakarta - Pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih terus diupayakan secara maksimal hingga Jumat (11/9/2026). Tim SAR gabungan bersama nelayan setempat telah menyisir sejumlah pulau di sekitar lokasi, meski pemantauan visual dari berbagai titik belum membuahkan hasil.

Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, mengungkapkan bahwa pemantauan lapangan menggunakan teropong sejauh ini masih nihil. Di sisi lain, pencarian secara langsung di Pulau Sertung belum bisa dilakukan karena masuk dalam zona bahaya radius 3 kilometer yang ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

"Untuk Pulau Sertung, itu memasuki radius 3 km ya, sebagaimana kita ketahui bersama data dari PVMBG menyatakan bahwa itu masih daerah rawan, tetapi kami akan tetap berupaya bagaimana kita bisa masuk ke situ dari data BMKG, data BNPB, perkiraan tindakan apa yang harus kita lakukan supaya kita bisa masuk ke situ untuk memastikan," papar Amrad, Jumat (11/09/2026).

Penyisiran Pakai Drone Terhalang Kabut Asap Tebal

Selain penyisiran darat dan laut, Basarnas juga mencoba memperluas jangkauan pencarian memanfaatkan teknologi drone yang diterbangkan dari Kapal Negara Search and Rescue (KN SAR) Tetuka di sekitar Pulau Sangiang. Namun, langkah ini mengalami kendala akibat jarak pandang di lapangan yang tertutup asap.

"Untuk hari ini, informasi dari rekan-rekan di lapangan yang di sekitar yang menggunakan drone, yaitu KN SAR Tetuka, mencoba hal tersebut dan hasilnya tidak bisa karena kabut asap sangat tebal," ucap Amrad.

Patuhi Arahan BMKG & PVMBG demi Keselamatan

Guna menentukan strategi dan langkah pencarian berikutnya, Basarnas menegaskan bakal terus berkoordinasi ketat serta mengacu pada data resmi yang dikeluarkan oleh BMKG dan PVMBG.

"Jadi, rekan-rekan yang dari BMKG termasuk dari PVMBG itu selalu memberikan informasi, mereka melaporkan per jam perkembangannya, apabila ada urgensi, itu akan menyampaikan ke kami," tuturnya. 

Sebelumnya, Rombongan yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal dilaporkan lost contact alias hilang kontak saat dalam perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK). Hingga Kamis (10/09/2026) yang merupakan hari ketiga pencarian, tim SAR gabungan dari kepolisian dan unsur lainnya masih all out menyisir lautan demi menemukan kedelapan korban. Rombongan ini awalnya berangkat menggunakan speedboat dengan misi dokumentasi aktivitas erupsi GAK.

Kronologi: Hilang komunikasi usai share loc

Berdasarkan info awal, rombongan ini mulai berlayar dari Dermaga Pagedongan, Pantai Carita, Pandeglang, pada Senin (07/09/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Salah satu dari lima jurnalis tersebut sempat mengirimkan update titik lokasi (share loc) pada pukul 14.42 WIB. Sayangnya, itu jadi komunikasi terakhir mereka. Mulai pukul 15.04 WIB, komunikasi benar-benar terputus dan keberadaan mereka belum diketahui hingga saat ini.

Lima jurnalis yang berada di dalam kapal tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (jurnalis freelance), plus tiga kru kapal yang mendampingi.

Pencarian diperluas, armada laut dikerahkan penuh

Memasuki hari-hari krusial pencarian, Kepolisian dan Basarnas Lampung makin mengintensifkan operasi SAR. Armada kapal patroli dikerahkan, mulai dari KP.XXV-1001, KP.XXV-2009 Pelabuhan Panjang, hingga dukungan dua personel dari KP HAYABUSA 3008 Ditpolairud Baharkam Polri. (RaM)

Gen Z Takeaway

Pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau masih terus diupayakan all out oleh Tim SAR gabungan hingga Jumat (11/9/2026), walau terhalang kendala berat di lapangan. Selain Pulau Sertung belum bisa disisir langsung karena masuk zona bahaya radius 3 km dari PVMBG, penerbangan drone pencari dari KN SAR Tetuka juga terhalang kabut asap tebal. 

5 Jurnalis Hilang Kontak erupsi gunung anak krakatau gunung anak krakatau Selat Sunda

Infografis

Terkini